• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kebiasaan Menghirup Asap Rokok Tingkatkan Risiko Bronkitis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kebiasaan Menghirup Asap Rokok Tingkatkan Risiko Bronkitis

Kebiasaan Menghirup Asap Rokok Tingkatkan Risiko Bronkitis

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 31 Mei 2022

“Sering menghirup asap rokok tentunya dapat berdampak negatif untuk kesehatan, terutama pernapasan. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah bronkitis, yaitu kondisi peradangan pada saluran udara yang terhubung ke trakea dan mengarahkan udara ke paru-paru.”

Kebiasaan Menghirup Asap Rokok Tingkatkan Risiko BronkitisKebiasaan Menghirup Asap Rokok Tingkatkan Risiko Bronkitis

Halodoc, Jakarta – Bukan rahasia lagi kalau rokok telah menjadi biang keladi dari banyaknya keluhan medis. Mulai dari penyakit jantung, paru, gangguan pada janin, infertilitas, hingga darah tinggi. Menurut data dari WHO, setidaknya lebih dari 7 juta kematian terjadi akibat penyakit yang ditimbulkan asap rokok tiap tahunnya. Mirisnya, sekitar 890.000 kasus yang berujung kematian mesti dialami oleh perokok pasif.

Nyatanya, asap rokok tak menghilang begitu saja ketika dihembuskan. Asapnya bisa bertahan selama 2,5 jam di udara. Kemudian ini akan terus ada meski tak terdeteksi oleh indra pencium maupun indra penglihat. Bahkan, asapnya masih ada dalam jumlah besar meski orang tersebut telah berhenti merokok.

Bronkiris Akibat Sering Menghirup Asap Rokok

Nah, dari banyaknya rentetan masalah kesehatan karena asap rokok, penyakit bronkitis termasuk yang paling sering menyerang perokok. Tentunya, baik perokok aktif maupun pasif.

Bronkitis adalah kondisi peradangan bronkus akibat infeksi, alergi, asap, dan sebagainya. Nah, bila saluran pernapasan ini mengalami iritasi, maka akan terbentuk lendir yang tebal di dalamnya. 

Ini kemudian bisa menyumbat sehingga menghalangi udara mencapai paru-paru. Makanya, tak heran bila gejala yang dapat terjadi bisa berupa batuk berdahak yang mengandung banyak lendir, kesulitan bernapas, dan dada terasa sesak. 

Dari banyaknya hal yang bisa menyebabkan bronkitis, kebiasaan merokok merupakan yang paling sering jadi biang keladinya. Pasalnya, di setiap hisapan rokok amat berpotensi untuk merusak bulu-bulu kecil di dalam paru-paru (rambut silia).Padahal, rambut silia ini punya peran untuk menghalau dan menyapu keluar debu, iritasi, dan mukosa atau lendir yang berlebihan.

Namun yang bikin resah, zat yang terdapat dalam rokok bisa menimbulkan kerusakan permanen pada silia dan lapisan dinding bronkus. Imbasnya kotoran pun tak bisa dikeluarkan dan dibuang dengan normal. Alhasil, lendir dan kotoran akan menumpuk di dalam paru-paru. Kondisi ini juga yang nantinya bisa membuat sistem pernapasan jadi rentan terinfeksi.

Beda Bronkitis Akut dan Kronis

Bila keadaan di atas berlangsung lebih dari tiga bulan, maka seseorang bisa dikatakan mengidap bronkitis kronis. Bronkitis jenis ini merupakan kondisi peradangan atau iritasi pada saluran pernapasan secara terus-menerus. Ingat, kondisi ini amat sering dijumpai oleh orang dewasa yang merokok. 

Produksi lendir adalah gejala khas dari bronkitis kronis yang paling. Gejala lainnya termasuk nyeri dada, mengi, sesak napas dan demam. Bronkitis kronis bahkan bisa berlangsung selama beberapa bulan, bahkan tahun. Kondisi ini pun bisa kambuh kembali pada tahun berikutnya. 

Sedangkan bronkitis akut lain ceritanya. Masalah pernapasan ini sering terjadi pada anak balita. Bronkitis jenis ini juga biasanya hanya berlangsung singkat, kira-kira selama 2-3 minggu. 

Bronkitis akut menyebabkan peradangan dan iritasi yang sama seperti bronkitis kronis, tetapi bronkitis akut bersifat jangka pendek. Infeksi virus, seperti pilek atau flu, biasanya menjadi penyebab bronkitis akut. Kadang-kadang, bronkitis akut disebabkan oleh infeksi bakteri

Gejala bronkitis akut meliputi, batuk dengan atau tanpa lendir, kelelahan, nyeri, sesak, sakit kepala, badan sakit, demam, hidung tersumbat sampai sakit tenggorokan. 

Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya jangan abaikan. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Kamu bisa membuat janji rumah sakit terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc agar lebih praktis. Jangan tunda sebelum kondisinya semakin memburuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Verywell Health. Diakses pada 2022. Acute Bronchitis vs. Chronic Bronchitis.
Science Daily. Diakses pada 2022. Cigarette smoking increases production of mucus in patients with bronchitis.
Medscape. Diakses pada 2022. What is the role of cigarette smoking in the etiology of chronic bronchitis?