• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kebiasaan yang Bisa Mencegah Munculnya Jamur Kuku
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kebiasaan yang Bisa Mencegah Munculnya Jamur Kuku

Kebiasaan yang Bisa Mencegah Munculnya Jamur Kuku

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 14 Agustus 2020
Kebiasaan yang Bisa Mencegah Munculnya Jamur KukuKebiasaan yang Bisa Mencegah Munculnya Jamur Kuku

Halodoc, Jakarta – Jamur ada di mana-mana di lingkungan kita, dan jamur sangat menyukai tempat yang gelap, lembap, dan hangat, salah satunya di dalam sepatu. Itulah yang membuat seseorang bisa rentan terkena infeksi jamur kuku kaki (onikomikosis).

Ada beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan munculnya jamur kuku salah satunya adalah trauma akibat tekanan dari sepatu yang tidak pas. Ini mengakibatkan kuku melemah dan lebih rentan terhadap jamur. Lantas, kebiasaan yang bisa mencegah munculnya jamur kuku itu seperti apa? Selengkapnya ada di sini!

Cegah Munculnya Jamur Kuku

Menyingkirkan infeksi jamur kuku bisa jadi sulit, karena bisa jadi jenis jamurnya sudah kebal terhadap pengobatan. Ini bisa bisa memakan waktu berbulan-bulan. Pencegahan pun menjadi sangat penting, karena begitu infeksi jamur masuk ke kuku, pengobatannya bisa jadi lebih sulit.

Baca juga: Gangguan Kesehatan Bisa Dilihat dari Bentuk Kuku

Kaki yang sehat bergantung pada kebersihan yang baik, jadi jari-jari kaki harus selalu bersih dan kering. Ikuti beberapa kebiasaan yang bisa mencegah munculnya jamur kuku berikut: 

1. Potong Kuku Kaki dengan Benar.

Potong kuku kaki dengan gunting atau gunting kuku yang sudah disterilkan dengan benar dan pastikan memotongnya lurus. Tidak apa-apa menggunakan kikir kuku untuk mengikir pinggiran tajam dengan lembut.

2. Kenakan Sepatu yang Pas

Sebaiknya ujung sepatu tidak boleh menyentuh kuku kaki. Mengenakan sepatu yang terlalu ataupun terlalu kecil dapat membuat kuku tertekan dan kaki tidak nyaman. 

Baca juga: 6 Cara Menjaga Kesehatan Kuku

3. Pilih Alas Kaki dengan Sirkulasi Udara yang Baik

Semakin banyak udara yang dapat bersirkulasi di sekitar kaki, maka akan meminimalkan risiko kaki terserang jamur kuku. 

4. Ganti Sepatu secara Perkala 

Mengenakan sepatu yang masih lembap karena olahraga pada hari sebelumnya hanya akan meningkatkan risiko infeksi jamur kuku jari kaki. Jadi, belilah sepatu yang memiliki sirkulasi bagus dan jangan memakai sepatu yang sama dua hari berturut-turut. Pemakaian yang bergantian dapat meningkatkan sirkulasi udara, sehingga tidak ada kelembapan yang tertahan. 

Baca juga: 6 Makanan untuk Menunjang Kesehatan Kuku

5. Hindari Bertelanjang Kaki di Tempat Umum

Ruang loker, kolam renang umum, pancuran, dan area serupa dipenuhi dengan jamur yang kerap menghinggapi jari-jari kaki. Selalu kenakan sandal jepit, sandal, atau sepatu mandi di lingkungan yang lembap.

6. Disinfeksi Secara Teratur

Gosok pancuran dan desinfektan dengan pembersih berbahan dasar pemutih. Semprotkan sepatu dengan semprotan antibakteri, terutama jika kamu memakainya tanpa kaus kaki, dan cuci semua kaus kaki dengan air panas dengan pemutih untuk membunuh jamur. 

Cuci juga kaki setiap hari, pastikan untuk benar-benar kering setelahnya, terutama di sela-sela jari kaki di mana kelembapan bisa terperangkap.

7. Taburkan Sepatu dengan Bedak Antijamur

Gunakan bedak antijamur untuk mencegah munculnya jamur. Taburkan bedak di dalam kaus kaki dan sepatu sebelum dipakai untuk mencegah pertumbuhan spora jamur. Ini sangat penting terutama dalam cuaca panas saat kaki cenderung lebih banyak berkeringat.

Penting untuk diketahui kalau infeksi jamur lebih sering terjadi pada orang tua. Lansia cenderung memiliki kuku yang tumbuh lebih lambat, sirkulasi darah berkurang, dan riwayat paparan jamur yang lebih lama.

Pria juga lebih cenderung terkena jamur kuku dibandingkan wanita, mungkin karena mereka lebih terbiasa berjalan-jalan tanpa alas kaki di gym atau kamar hotel. Orang dengan diabetes atau kondisi kesehatan lain yang melemahkan sistem kekebalan juga berisiko lebih tinggi.

Informasi selengkapnya mengenai munculnya jamur kuku bisa ditanyakan langsung di Halodoc.  Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2020. 7 Healthy Habits to Prevent Toenail Fungus.
WebMD. Diakses pada 2020. How to Prevent Nail Fungus.