Ad Placeholder Image

Kejang Demam Sederhana: Jangan Panik, Ini Cara Atasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 Maret 2026

Kejang Demam Sederhana: Tak Berbahaya, Cara Hadapinya

Kejang Demam Sederhana: Jangan Panik, Ini Cara AtasiKejang Demam Sederhana: Jangan Panik, Ini Cara Atasi

Mengenal Kejang Demam Sederhana: Penyebab, Gejala, dan Pertolongan Pertama

Kejang demam sederhana adalah kondisi neurologis yang umum terjadi pada bayi dan anak kecil, seringkali menimbulkan kekhawatiran orang tua. Memahami karakteristiknya, penyebab, serta langkah pertolongan pertama yang tepat sangat penting untuk memberikan penanganan terbaik dan mengurangi kecemasan. Artikel ini akan membahas secara rinci mengenai kejang demam sederhana berdasarkan informasi medis terkini.

Apa Itu Kejang Demam Sederhana?

Kejang demam sederhana merujuk pada kejang yang terjadi akibat demam tinggi pada anak-anak. Kondisi ini umumnya dialami oleh anak berusia antara 6 bulan hingga 5 tahun. Kejang demam sederhana memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dari jenis kejang lain.

Kejang ini berlangsung singkat, biasanya kurang dari 15 menit, dan seringkali hanya sekitar 1 hingga 5 menit. Sifat kejangnya bersifat umum, yang berarti melibatkan kedua sisi tubuh secara simetris. Kejang demam sederhana juga tidak berulang dalam periode 24 jam dan umumnya sembuh spontan tanpa intervensi medis khusus. Kondisi ini secara umum tidak berbahaya dan tidak menimbulkan komplikasi jangka panjang, seperti epilepsi. Meskipun demikian, pemeriksaan dokter setelah kejang berhenti tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab dasar demamnya.

Ciri-Ciri dan Gejala Kejang Demam Sederhana

Mengenali ciri-ciri kejang demam sederhana sangat membantu orang tua untuk tidak panik dan memberikan pertolongan yang tepat. Berikut adalah karakteristik utama dari kejang demam sederhana:

  • Durasi Singkat: Kejang berlangsung kurang dari 15 menit, dengan sebagian besar kasus hanya terjadi 1-2 menit.
  • Sifat Umum (Tonik-Klonik): Anak akan menunjukkan gerakan menyentak pada kedua tangan dan kaki secara bersamaan. Mata anak mungkin akan berputar ke atas atau melotot.
  • Tidak Berulang: Kejang tidak terjadi lebih dari satu kali dalam periode 24 jam.
  • Setelah Kejang: Setelah kejang mereda, anak mungkin terlihat bingung, sangat lelah, atau langsung tertidur. Namun, dalam waktu singkat, anak akan kembali sadar dan menunjukkan perilaku normal seperti sebelumnya.

Penting untuk membedakan kejang demam sederhana dengan jenis kejang lain yang mungkin memiliki implikasi medis lebih serius.

Penyebab Terjadinya Kejang Demam pada Anak

Penyebab utama kejang demam sederhana adalah kenaikan suhu tubuh yang cepat dan tinggi, biasanya mencapai lebih dari 38 derajat Celsius. Kenaikan suhu ini seringkali diakibatkan oleh infeksi. Infeksi yang memicu demam dapat berupa infeksi virus atau infeksi bakteri.

Beberapa contoh infeksi yang umum menyebabkan demam tinggi pada anak meliputi:

  • Infeksi saluran pernapasan atas seperti flu atau pilek.
  • Campak atau cacar air.
  • Infeksi telinga (otitis media).
  • Roseola infantum.
  • Tonsilitis atau radang tenggorokan.

Mekanisme pasti mengapa demam dapat memicu kejang pada anak masih terus diteliti. Namun, diduga ada kaitannya dengan ketidakmatangan sistem saraf pusat anak yang lebih rentan terhadap perubahan suhu. Faktor genetik juga diyakini berperan, di mana anak yang memiliki riwayat keluarga kejang demam memiliki risiko lebih tinggi.

Langkah Pertolongan Pertama Saat Anak Kejang Demam

Saat anak mengalami kejang demam, orang tua perlu tetap tenang dan melakukan langkah-langkah pertolongan pertama yang tepat. Penanganan yang benar dapat membantu menjaga keamanan anak selama episode kejang.

Berikut adalah tindakan yang harus dilakukan:

  • Tetap Tenang: Prioritaskan untuk tetap tenang agar dapat berpikir jernih dan bertindak cepat.
  • Baringkan Anak pada Permukaan Datar: Pindahkan anak ke tempat yang aman seperti lantai, jauh dari benda tajam atau berbahaya. Baringkan anak dalam posisi miring ke samping untuk mencegah tersedak jika anak muntah.
  • Longgarkan Pakaian: Kendurkan pakaian di sekitar leher anak untuk memastikan saluran napas tidak terhambat.
  • Jauhkan Benda di Sekitar Anak: Pindahkan bantal, mainan, atau benda lain yang berpotensi melukai anak selama kejang.
  • Catat Durasi Kejang: Perhatikan waktu dimulainya kejang dan berakhirnya kejang. Informasi ini penting untuk disampaikan kepada tenaga medis.
  • Tetap Bersama Anak: Jangan tinggalkan anak sendirian selama kejang.

Ada beberapa tindakan yang tidak boleh dilakukan saat anak kejang:

  • Jangan Menahan Gerakan Anak: Upaya menahan gerakan menyentak anak dapat menyebabkan cedera pada otot atau tulang anak.
  • Jangan Memasukkan Apapun ke Mulut Anak: Memasukkan sendok, jari, atau benda lain ke dalam mulut anak adalah tindakan berbahaya. Ini tidak mencegah lidah tergigit dan justru dapat menyebabkan cedera serius pada mulut atau gigi anak, atau bahkan menghambat jalan napas.
  • Jangan Panik Berlebihan: Meski sulit, kepanikan berlebihan dapat menghambat tindakan pertolongan pertama yang efektif.

Setelah kejang berhenti, pastikan anak dalam kondisi stabil dan segera bawa ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.

Prognosis dan Kapan Harus Mencari Bantuan Medis

Prognosis kejang demam sederhana umumnya sangat baik. Seperti yang disebutkan, kejang demam sederhana tidak menyebabkan kerusakan otak, keterlambatan perkembangan, atau peningkatan risiko epilepsi di kemudian hari. Kebanyakan anak tumbuh normal tanpa masalah jangka panjang setelah mengalami kejang demam sederhana. Namun, risiko kekambuhan kejang demam (bukan epilepsi) memang ada, terutama jika kejang pertama terjadi pada usia sangat muda atau jika ada riwayat kejang demam di keluarga.

Meskipun kejang demam sederhana umumnya tidak berbahaya, penting untuk selalu mencari konsultasi medis segera setelah kejang berhenti. Tujuan utama kunjungan ke dokter adalah untuk:

  • Memastikan Diagnosis: Dokter akan memastikan bahwa kejang yang terjadi memang kejang demam sederhana dan bukan jenis kejang lain yang lebih serius.
  • Mencari Penyebab Demam: Dokter akan mencari tahu penyebab demam tinggi pada anak. Penanganan demam yang tepat akan membantu mencegah kejang demam kembali terjadi.
  • Mengesampingkan Kondisi Serius Lain: Pemeriksaan medis akan menyingkirkan kemungkinan adanya kondisi neurologis atau infeksi serius lain, seperti meningitis atau ensefalitis, yang gejalanya kadang mirip dengan kejang demam.

Orang tua juga harus segera mencari bantuan medis darurat jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, anak terlihat sangat lesu atau tidak responsif setelah kejang, atau jika ada kecurigaan bahwa kejang bukan disebabkan oleh demam biasa.

Memiliki pemahaman yang baik tentang kejang demam sederhana dapat membantu orang tua menghadapi situasi ini dengan lebih tenang dan efektif. Selalu prioritaskan keamanan anak dan jangan ragu untuk mencari bantuan profesional kesehatan.

Jika anak mengalami kejang demam, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Melalui aplikasi Halodoc, orang tua dapat terhubung dengan dokter spesialis anak secara praktis untuk mendapatkan saran medis yang akurat dan berbasis bukti.