Ad Placeholder Image

Kejang pada Bayi: Jangan Panik, Ini Pertolongan Awal

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Maret 2026

Kejang pada Bayi: Jangan Panik, Lakukan Ini!

Kejang pada Bayi: Jangan Panik, Ini Pertolongan AwalKejang pada Bayi: Jangan Panik, Ini Pertolongan Awal

Memahami Kejang pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Pertolongan Pertama yang Tepat

Kejang pada bayi adalah kondisi medis yang bisa memicu kekhawatiran orang tua. Umumnya, kejang demam yang dipicu suhu tubuh tinggi pada bayi usia 6 bulan hingga 5 tahun tidak berbahaya dan berlangsung singkat. Namun, penting untuk mengenali tanda-tanda dan mengetahui langkah pertolongan pertama yang benar, serta kapan harus segera mencari bantuan medis untuk memastikan keamanan dan kesehatan si kecil.

Apa Itu Kejang pada Bayi?

Kejang pada bayi adalah respons neurologis, yaitu berkaitan dengan sistem saraf atau otak, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu jenis yang paling sering terjadi adalah kejang demam, atau yang awam disebut sebagai “step”. Kondisi ini umumnya menyerang bayi dan anak kecil berusia antara 6 bulan hingga 5 tahun.

Kejang demam terjadi akibat kenaikan suhu tubuh yang drastis dan cepat, biasanya di atas 38 derajat Celsius. Meskipun terlihat menakutkan, kejang demam umumnya berlangsung singkat dan tidak menyebabkan kerusakan otak permanen atau masalah perkembangan jangka panjang. Memahami apa itu kejang pada bayi, mengenali gejalanya, serta mengetahui tindakan pertolongan pertama yang tepat adalah kunci bagi setiap orang tua.

Penyebab Kejang pada Bayi

Kejang pada bayi dapat dipicu oleh beberapa kondisi, baik yang umum maupun yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut. Mengenali penyebabnya membantu orang tua untuk lebih memahami situasi yang dihadapi.

  • Kejang Demam (Step): Ini adalah penyebab paling umum kejang pada bayi dan anak kecil, terutama pada usia 6 bulan hingga 5 tahun. Kejang demam dipicu oleh kenaikan suhu tubuh yang cepat dan tinggi, biasanya di atas 38 derajat Celsius. Meski seringkali tidak berbahaya, penting untuk tetap waspada.
  • Infeksi: Infeksi serius yang menyerang otak atau selaputnya dapat menyebabkan kejang. Contohnya adalah meningitis, yaitu infeksi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang, atau ensefalitis yang merupakan infeksi pada otak itu sendiri. Infeksi virus atau bakteri lainnya juga bisa menjadi pemicu.
  • Masalah Metabolik: Kondisi ini berkaitan dengan proses kimia dalam tubuh. Kejang dapat terjadi akibat ketidakseimbangan kimiawi, seperti gula darah rendah (hipoglikemia) atau ketidakseimbangan elektrolit, yaitu mineral penting yang menjaga keseimbangan cairan dan fungsi tubuh.
  • Kelainan Otak: Beberapa bayi mungkin mengalami kejang karena adanya kelainan struktural pada otak sejak lahir. Kondisi lain yang bisa memicu adalah kurangnya oksigen ke otak saat proses kelahiran, terutama pada bayi baru lahir.

Tanda-tanda Kejang pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda kejang pada bayi sangat penting agar orang tua dapat bertindak cepat dan tepat. Gejala kejang bisa bervariasi, namun ada beberapa ciri umum yang sering terlihat.

  • Tubuh Kaku atau Berguncang Hebat: Bayi mungkin menunjukkan kekakuan pada seluruh tubuh atau mengalami gerakan sentakan yang tidak terkontrol pada lengan dan tungkai.
  • Mata Berputar ke Atas: Bola mata bayi terlihat berputar ke atas atau melirik ke satu sisi.
  • Kesadaran Hilang atau Tidak Responsif: Bayi tidak merespons panggilan atau sentuhan, dan tampak tidak sadar dengan lingkungannya.
  • Napas Tidak Teratur atau Berhenti Sejenak: Pola napas bayi mungkin menjadi tidak teratur, cepat, lambat, atau bahkan berhenti sejenak.
  • Bibir atau Kulit Membiru atau Pucat: Perubahan warna kulit dan bibir menjadi pucat atau kebiruan dapat menandakan kurangnya oksigen.

Pertolongan Pertama Saat Bayi Kejang: Langkah Penting yang Harus Dilakukan

Saat bayi mengalami kejang, reaksi pertama orang tua seringkali adalah panik. Namun, tetap tenang adalah kunci untuk memberikan pertolongan pertama yang efektif dan aman.

  • Tetap Tenang: Cobalah untuk tidak panik. Ketenangan orang tua sangat membantu dalam mengambil tindakan yang tepat.
  • Amankan Posisi Bayi: Baringkan bayi di permukaan yang rata dan aman, seperti lantai atau kasur. Pastikan menjauhkannya dari benda-benda tajam atau keras yang bisa membahayakan.
  • Miringkan Tubuh Bayi: Posisikan tubuh bayi miring ke samping. Ini sangat penting terutama jika bayi muntah, untuk mencegah tersedak.
  • Longgarkan Pakaian: Buka kancing baju atau longgarkan pakaian yang ketat, terutama di area leher, agar pernapasan bayi tidak terganggu.
  • Jangan Menahan Gerakan: Biarkan kejang terjadi secara alami. Jangan mencoba menahan atau mengikat tubuh bayi agar berhenti bergerak, karena ini justru bisa menyebabkan cedera.
  • Jangan Memasukkan Benda Apapun ke Mulut: Hindari memasukkan benda apa pun, seperti sendok, jari, atau obat, ke dalam mulut bayi. Ini berisiko menyebabkan cedera pada gusi, gigi, atau jalan napas bayi.
  • Hitung Durasi Kejang: Perhatikan berapa lama kejang berlangsung. Informasi ini akan sangat berguna bagi tenaga medis.

Kapan Harus Segera Mencari Bantuan Medis?

Meskipun kejang demam umumnya tidak berbahaya, ada situasi tertentu di mana bantuan medis darurat sangat diperlukan. Orang tua harus segera membawa bayi ke fasilitas kesehatan jika:

  • Kejang berlangsung lebih dari 15 menit.
  • Kejang berulang dalam waktu 24 jam.
  • Ini adalah kejang pertama yang dialami bayi.
  • Bayi sulit dibangunkan atau tidak responsif setelah kejang.
  • Kejang hanya terjadi pada salah satu sisi tubuh saja.
  • Bayi tampak sesak napas atau bibir membiru.

Segera bawa bayi ke Unit Gawat Darurat (UGD) jika mengalami kondisi tersebut untuk penanganan lebih lanjut oleh tenaga medis profesional.

Kesimpulan

Kejang pada bayi adalah kondisi yang memerlukan perhatian serius, meskipun kejang demam seringkali tidak berbahaya. Pengetahuan tentang penyebab, gejala, dan langkah pertolongan pertama yang tepat akan membantu orang tua mengambil tindakan yang benar dan meminimalkan risiko. Selalu ingat untuk tetap tenang, amankan posisi bayi, dan segera cari bantuan medis jika kejang berlangsung lama, berulang, atau jika ada tanda-tanda mengkhawatirkan lainnya. Untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi langsung mengenai kesehatan bayi, jangan ragu untuk berbicara dengan dokter terpercaya melalui aplikasi Halodoc. Dokter ahli di Halodoc siap memberikan rekomendasi medis yang akurat dan sesuai dengan kondisi si kecil.