Ad Placeholder Image

Kejang Tanpa Demam: Penyebab, Pertolongan dan Kapan ke Dokter?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Februari 2026

Kejang Tanpa Demam: Penyebab, Pertolongan, Kapan ke Dokter?

Kejang Tanpa Demam: Penyebab, Pertolongan dan Kapan ke Dokter?Kejang Tanpa Demam: Penyebab, Pertolongan dan Kapan ke Dokter?

Apa Itu Kejang Tanpa Demam?

Kejang tanpa demam adalah kondisi saat seseorang mengalami kejang pada suhu tubuh normal. Kondisi ini berbeda dengan kejang demam yang disebabkan oleh peningkatan suhu tubuh. Kejang tanpa demam menandakan adanya gangguan pada sistem saraf atau masalah metabolik.

Kejang tanpa demam memerlukan perhatian medis segera untuk mengetahui penyebab pasti dan mencegah kejang berulang. Pemeriksaan seperti EEG (Elektroensefalogram) atau MRI (Magnetic Resonance Imaging) mungkin diperlukan untuk evaluasi lebih lanjut.

Penyebab Kejang Tanpa Demam

Beberapa kondisi dapat menyebabkan kejang tanpa demam, antara lain:

  • Epilepsi: Gangguan aktivitas listrik di otak yang menyebabkan kejang berulang.
  • Infeksi Sistem Saraf Pusat: Seperti meningitis atau ensefalitis.
  • Cedera Kepala atau Trauma: Benturan keras pada kepala.
  • Gangguan Metabolik: Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.
  • Zat Beracun: Paparan terhadap obat-obatan tertentu, zat kimia, atau logam berat.
  • Tumor Otak atau Kelainan Struktur Otak: Adanya pertumbuhan abnormal di otak.

Pertolongan Pertama Saat Terjadi Kejang Tanpa Demam

Saat menghadapi seseorang yang mengalami kejang tanpa demam, penting untuk tetap tenang dan melakukan langkah-langkah berikut:

  • Amankan Posisi: Baringkan orang tersebut di tempat yang aman dan jauh dari benda-benda tajam.
  • Miringkan Kepala: Miringkan kepala ke salah satu sisi untuk mencegah tersedak akibat air liur atau muntah.
  • Longgarkan Pakaian: Lepaskan pakaian yang ketat, terutama di area leher.
  • Jangan Memasukkan Apapun ke Mulut: Hindari memasukkan sendok, jari, atau makanan ke dalam mulut orang yang kejang.
  • Catat Waktu: Perhatikan dan catat berapa lama kejang berlangsung.

Kapan Harus ke Dokter?

Kejang tanpa demam, meskipun baru pertama kali terjadi, harus segera diperiksakan ke dokter spesialis anak atau saraf (neurolog). Evaluasi medis penting untuk menentukan penyebab kejang dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Diagnosis Kejang Tanpa Demam

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan neurologis untuk mengevaluasi kondisi pasien. Beberapa pemeriksaan penunjang yang mungkin dilakukan meliputi:

  • EEG (Elektroensefalogram): Merekam aktivitas listrik otak untuk mendeteksi adanya gangguan.
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau CT Scan: Untuk melihat struktur otak dan mendeteksi adanya kelainan seperti tumor atau cedera.
  • Pemeriksaan Darah dan Urin: Untuk mendeteksi adanya infeksi, gangguan metabolik, atau paparan zat beracun.

Penanganan Kejang Tanpa Demam

Penanganan kejang tanpa demam akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Beberapa pilihan penanganan meliputi:

  • Obat Antiepilepsi: Digunakan untuk mengontrol kejang pada pasien epilepsi.
  • Antibiotik atau Antivirus: Jika kejang disebabkan oleh infeksi.
  • Pembedahan: Mungkin diperlukan jika kejang disebabkan oleh tumor otak atau kelainan struktur otak.
  • Terapi Metabolik: Jika kejang disebabkan oleh gangguan metabolik.

Kejang Tanpa Demam? Kapan Harus ke Halodoc?

Kejang tanpa demam adalah kondisi serius yang memerlukan evaluasi medis segera. Jangan tunda untuk mencari pertolongan medis. Jika Anda atau orang terdekat mengalami kejang tanpa demam, segera konsultasikan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter di Halodoc siap memberikan saran medis yang akurat dan membantu Anda menentukan langkah selanjutnya.