Ad Placeholder Image

Kelenjar Bartholin Bengkak? Ini Solusi Tepatnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Mei 2026

Kelenjar Bartholin Bengkak: Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Kelenjar Bartholin Bengkak? Ini Solusi TepatnyaKelenjar Bartholin Bengkak? Ini Solusi Tepatnya

Apa Itu Kelenjar Bartholin Bengkak?

Kelenjar Bartholin adalah dua kelenjar kecil seukuran kacang polong yang terletak di kedua sisi lubang vagina. Kelenjar ini berfungsi menghasilkan cairan yang berperan sebagai pelumas saat aktivitas seksual. Kelenjar Bartholin dapat mengalami pembengkakan ketika saluran keluarnya tersumbat, menyebabkan cairan menumpuk dan membentuk kista.

Kondisi kista kelenjar Bartholin yang tidak terinfeksi biasanya tidak menimbulkan nyeri. Namun, jika kista terinfeksi bakteri, ia dapat meradang dan bernanah, membentuk abses Bartholin yang terasa sangat nyeri. Pembengkakan ini bisa menyebabkan benjolan yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan hubungan seksual.

Penyebab Kelenjar Bartholin Bengkak

Pembengkakan pada kelenjar Bartholin umumnya terjadi karena beberapa faktor utama. Memahami penyebabnya dapat membantu dalam penanganan dan pencegahan kondisi ini.

  • Penyumbatan Saluran: Ini adalah penyebab paling umum. Saluran kelenjar Bartholin dapat tersumbat oleh lendir atau partikel lain, menyebabkan cairan pelumas menumpuk di dalamnya dan membentuk kista.
  • Infeksi: Kista yang sudah terbentuk atau kelenjar itu sendiri dapat terinfeksi oleh bakteri. Bakteri penyebab Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti Neisseria gonorrhoeae (penyebab gonore) atau Chlamydia trachomatis (penyebab klamidia) bisa menjadi pemicu. Selain itu, bakteri umum seperti Escherichia coli (E. coli) yang berasal dari saluran pencernaan juga dapat menyebabkan infeksi. Infeksi ini mengakibatkan pembentukan abses yang berisi nanah.
  • Faktor Risiko: Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko terjadinya kelenjar Bartholin bengkak. Ini termasuk iritasi berulang pada area vagina, cedera pada jaringan sekitar vagina, atau riwayat operasi di area intim.

Gejala Kelenjar Bartholin Bengkak

Gejala kelenjar Bartholin bengkak dapat bervariasi tergantung pada apakah ada infeksi atau tidak. Mengenali gejala sejak dini penting untuk penanganan yang tepat.

  • Benjolan: Munculnya benjolan lunak atau keras di dekat salah satu sisi lubang vagina. Ukuran benjolan bisa bervariasi, dari seukuran kacang polong hingga bola golf.
  • Nyeri dan Ketidaknyamanan: Jika benjolan terinfeksi, akan timbul nyeri yang signifikan, terutama saat duduk, berjalan, atau berhubungan seksual. Area yang bengkak juga bisa terasa sakit saat disentuh.
  • Perubahan Kulit: Kulit di sekitar benjolan dapat tampak merah, meradang, dan terasa hangat saat diraba.
  • Demam: Pada kasus infeksi parah atau abses, penderita bisa mengalami demam sebagai respons tubuh terhadap infeksi.
  • Keluarnya Cairan: Terkadang, benjolan yang pecah secara spontan dapat mengeluarkan cairan atau nanah.

Penanganan Kelenjar Bartholin Bengkak di Rumah

Untuk kista kelenjar Bartholin yang kecil dan tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi serius, beberapa langkah penanganan di rumah dapat membantu meredakan gejala dan memfasilitasi drainase alami.

  • Berendam Air Hangat (Sitz Bath): Merendam area intim dalam air hangat selama 15-20 menit, 3-4 kali sehari, dapat membantu kista pecah dan mengeringkan cairannya. Air hangat membantu meningkatkan aliran darah dan melunakkan kista.
  • Menjaga Kebersihan Area Intim: Bersihkan area vagina dengan lembut menggunakan air bersih dan sabun dengan pH seimbang. Hindari penggunaan produk kewanitaan yang mengandung bahan kimia keras.
  • Pakaian Dalam yang Nyaman: Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan tidak ketat. Ini membantu menjaga area tetap kering dan mengurangi iritasi.
  • Hindari Memencet atau Mengorek Benjolan: Jangan mencoba memencet atau mengorek benjolan sendiri. Tindakan ini dapat memperparah kondisi, memicu infeksi, atau menyebarkan bakteri.

Penanganan Medis untuk Kelenjar Bartholin Bengkak

Apabila penanganan di rumah tidak efektif, atau jika terjadi infeksi dan nyeri yang hebat, penanganan medis mungkin diperlukan. Dokter kandungan akan menentukan metode yang paling sesuai.

  • Antibiotik: Jika ada tanda-tanda infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi dan mengurangi peradangan. Penting untuk menghabiskan seluruh dosis antibiotik sesuai anjuran.
  • Drainase Bedah (Incision and Drainage): Prosedur ini melibatkan pembuatan sayatan kecil pada benjolan untuk mengeringkan cairan kista atau nanah dari abses. Setelah drainase, dokter mungkin akan memasang kateter kecil (kateter Word) yang dibiarkan selama beberapa minggu. Kateter ini membantu menjaga saluran tetap terbuka dan mencegah penumpukan cairan kembali.
  • Marsupialisasi: Untuk kasus yang sering kambuh, prosedur marsupialisasi mungkin direkomendasikan. Dokter akan membuat sayatan dan menjahit tepi kulit kista ke tepi kulit vagina, menciptakan lubang permanen yang kecil. Ini memungkinkan cairan untuk mengalir keluar secara terus-menerus, mencegah pembentukan kista di masa mendatang.

Kapan Harus Menemui Dokter?

Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala kelenjar Bartholin bengkak yang mengkhawatirkan. Konsultasi dengan dokter kandungan sangat dianjurkan untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

  • Benjolan terasa sangat nyeri, memerah, dan hangat saat disentuh.
  • Pembengkakan disertai dengan demam.
  • Gejala tidak membaik atau justru memburuk setelah beberapa hari penanganan di rumah.
  • Benjolan semakin membesar atau menyebabkan kesulitan saat berjalan, duduk, atau berhubungan seksual.

Jika mengalami keluhan terkait kelenjar Bartholin bengkak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan. Melalui aplikasi Halodoc, dapat mencari informasi lebih lanjut atau membuat janji temu dengan dokter spesialis untuk mendapatkan penanganan yang akurat dan sesuai kondisi kesehatan.