Kelenjar Skene: Fungsi, Lokasi, dan Masalah Umum

Apa Itu Kelenjar Skene?
Kelenjar Skene, juga dikenal sebagai kelenjar paraurethral atau “prostat wanita,” adalah sepasang kelenjar kecil yang terletak di kedua sisi uretra pada wanita. Kelenjar ini memiliki fungsi penting dalam produksi pelumas saat terjadi gairah seksual dan membantu melindungi saluran kemih dari infeksi.
Secara sederhana, kelenjar Skene berperan dalam memberikan kenyamanan saat berhubungan seksual dan menjaga kesehatan saluran kemih wanita.
Fungsi Kelenjar Skene
Kelenjar Skene memiliki dua fungsi utama:
- Produksi Pelumas: Saat terangsang secara seksual, kelenjar Skene mengeluarkan cairan yang membantu melumasi area sekitar vagina, sehingga mengurangi gesekan dan meningkatkan kenyamanan saat berhubungan seksual.
- Perlindungan Saluran Kemih: Cairan yang dihasilkan oleh kelenjar Skene mengandung zat antibakteri yang dapat membantu melindungi saluran kemih dari infeksi.
Kista Kelenjar Skene
Kista kelenjar Skene terjadi ketika saluran kelenjar tersumbat, menyebabkan cairan menumpuk dan membentuk kantung berisi cairan (kista). Kista ini umumnya bersifat jinak (bukan kanker).
Gejala Kista Kelenjar Skene
Kista kelenjar Skene seringkali tidak menimbulkan gejala, terutama jika ukurannya kecil. Namun, jika kista membesar atau terinfeksi (skenitis), dapat timbul gejala sebagai berikut:
- Nyeri saat buang air kecil (disuria)
- Nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia)
- Infeksi saluran kemih (ISK) berulang
- Benjolan atau pembengkakan di dekat lubang uretra
- Rasa tidak nyaman atau tekanan di area vagina
Penyebab Kista Kelenjar Skene
Penyebab utama kista kelenjar Skene adalah penyumbatan pada saluran kelenjar. Penyumbatan ini dapat disebabkan oleh:
- Infeksi
- Peradangan
- Cedera
Diagnosis Kista Kelenjar Skene
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis kista kelenjar Skene. Pemeriksaan ini meliputi:
- Pemeriksaan panggul
- Pemeriksaan visual area sekitar uretra
- Pengambilan sampel cairan (jika ada) untuk dianalisis
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan tambahan, seperti USG panggul, untuk membantu memastikan diagnosis.
Pengobatan Kista Kelenjar Skene
Pengobatan kista kelenjar Skene tergantung pada ukuran kista, gejala yang timbul, dan apakah ada infeksi.
- Kista kecil tanpa gejala: Mungkin tidak memerlukan pengobatan. Dokter mungkin hanya akan merekomendasikan pemantauan rutin.
- Kompres hangat: Dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan pada kista yang kecil dan tidak terinfeksi.
- Antibiotik: Jika kista terinfeksi (skenitis), dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi.
- Aspirasi: Prosedur penyedotan cairan dari kista menggunakan jarum.
- Insisi dan drainase: Prosedur pembedahan kecil untuk membuat sayatan pada kista dan mengeluarkan cairan.
- Marsupialisasi: Prosedur pembedahan untuk membuat lubang permanen pada kista, sehingga cairan dapat terus mengalir keluar dan mencegah kista kembali terbentuk.
Pencegahan Kista Kelenjar Skene
Tidak ada cara pasti untuk mencegah kista kelenjar Skene. Namun, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi dan peradangan di area tersebut, seperti:
- Menjaga kebersihan area genital
- Membersihkan area genital dari depan ke belakang setelah buang air
- Hindari penggunaan produk pembersih kewanitaan yang mengandung parfum atau bahan kimia keras
- Berhubungan seksual yang aman
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala-gejala berikut:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di area vagina
- Benjolan atau pembengkakan di dekat lubang uretra
- Nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual
- Infeksi saluran kemih berulang
Rekomendasi Halodoc
Jika mengalami gejala yang berkaitan dengan kelenjar Skene, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan melalui aplikasi Halodoc. Dokter dapat memberikan diagnosis yang tepat dan merekomendasikan pengobatan yang sesuai.



