Keluar Darah Hidung Penyakit Apa? Ini Penjelasannya.

DAFTAR ISI
- Mengenal Epistaksis atau Hidung Keluar Darah
- Jenis-Jenis Mimisan Berdasarkan Lokasinya
- Penyebab Umum Hidung Keluar Darah
- Langkah Pertolongan Pertama Saat Mimisan
- Kapan Kamu Harus Segera ke Dokter?
- Studi Terkait Epistaksis
- FAQ Mengenai Hidung Berdarah
Hidung keluar darah, atau yang secara medis dikenal sebagai epistaksis (mimisan), adalah kondisi yang sangat umum terjadi dan bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga lansia. Meski sering kali terlihat menakutkan karena volume darah yang keluar, sebagian besar kasus mimisan bersifat ringan dan tidak membahayakan nyawa. Namun, memahami penyebab di balik kondisi ini sangat penting untuk menentukan apakah itu sekadar iritasi ringan atau gejala dari masalah kesehatan yang lebih serius.
Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah kecil di dalam hidung pecah. Hidung manusia memiliki banyak pembuluh darah yang letaknya sangat dekat dengan permukaan kulit, terutama di bagian depan septum (dinding yang memisahkan lubang hidung kiri dan kanan). Karena lokasinya yang sangat superfisial dan lapisan mukosanya yang tipis, pembuluh darah ini menjadi sangat rentan terhadap trauma, udara kering, maupun tekanan fisik lainnya.
Penting bagi kamu untuk mengetahui cara menangani mimisan dengan benar agar perdarahan bisa segera berhenti. Penanganan yang salah, seperti mendongakkan kepala terlalu ke belakang, justru berisiko membuat darah masuk ke saluran pernapasan atau lambung. Selain itu, mengetahui kapan harus mencari bantuan medis profesional dapat mencegah komplikasi yang mungkin timbul dari perdarahan yang hebat atau berulang.
Nah, mau tahu apa saja informasi mendalam mengenai penyebab, penanganan, dan fakta medis di balik hidung keluar darah? Berikut ulasannya!
Mengenal Epistaksis atau Hidung Keluar Darah
Secara anatomis, hidung adalah organ yang sangat vaskular, artinya memiliki suplai darah yang melimpah. Area yang paling sering menjadi sumber perdarahan adalah Pleksus Kiesselbach, sebuah area di bagian depan septum hidung tempat bertemunya empat hingga lima arteri besar. Karena letaknya yang di depan dan dekat lubang hidung, area ini sangat sensitif terhadap udara yang masuk dan gesekan fisik.
Dalam praktik farmakologi dan kedokteran, epistaksis diklasifikasikan bukan sebagai penyakit mandiri, melainkan sebagai gejala dari adanya gangguan lokal atau sistemik. Sebagian besar orang Indonesia sering menganggap mimisan hanya karena faktor “panas dalam” atau kelelahan, namun secara medis penjelasannya jauh lebih kompleks dari itu, melibatkan integritas pembuluh darah dan kelembapan mukosa hidung.
Jenis-Jenis Mimisan Berdasarkan Lokasinya
Berdasarkan sumber perdarahannya, mimisan dibagi menjadi dua jenis utama:
1. Epistaksis Anterior (Bagian Depan)
Ini adalah jenis mimisan yang paling umum, mencakup sekitar 90% dari semua kasus. Perdarahan berasal dari Pleksus Kiesselbach di bagian depan septum. Jenis ini biasanya lebih mudah dikontrol dengan penekanan manual dan sering terjadi pada anak-anak akibat udara kering atau kebiasaan mengorek hidung.
2. Epistaksis Posterior (Bagian Belakang)
Jenis ini lebih jarang terjadi namun jauh lebih serius. Darah berasal dari pembuluh darah yang lebih besar di bagian belakang rongga hidung (Arteri Sphenopalatina). Darah biasanya mengalir deras ke arah tenggorokan dan sulit dihentikan hanya dengan memencet hidung. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada lansia, penderita hipertensi, atau orang yang mengalami trauma wajah berat.
Penyebab Umum Hidung Keluar Darah
Ada berbagai faktor yang dapat memicu pecahnya pembuluh darah di hidung, antara lain:
- Udara Kering: Lingkungan dengan kelembapan rendah, baik karena cuaca maupun penggunaan AC yang terus-menerus, dapat membuat membran hidung mengering, pecah-pecah, dan berdarah.
- Trauma Fisik: Mengorek hidung terlalu keras, benturan pada wajah, atau masuknya benda asing ke dalam hidung.
- Infeksi dan Alergi: Pilek, sinusitis, atau rinitis alergi dapat menyebabkan peradangan pada mukosa hidung sehingga pembuluh darah lebih mudah pecah.
- Penggunaan Obat-obatan: Penggunaan obat semprot hidung (dekongestan) yang berlebihan atau konsumsi obat pengencer darah seperti aspirin dan warfarin.
- Kondisi Medis Sistemik: Hipertensi (tekanan darah tinggi), gangguan pembekuan darah (seperti hemofilia atau von Willebrand disease), dan penyakit hati.
Tips Mencegah Hidung Keluar Darah
- Gunakan humidifier atau pelembap udara di dalam ruangan ber-AC untuk menjaga kelembapan mukosa hidung.
- Hindari kebiasaan mengorek hidung dan pastikan kuku jari tangan selalu pendek untuk meminimalkan risiko luka.
- Gunakan nasal spray berbasis saline (air garam) yang tersedia di apotek untuk menjaga kebersihan dan kelembapan rongga hidung.
Langkah Pertolongan Pertama Saat Mimisan
Jangan panik saat melihat darah keluar dari hidung. Ikuti langkah-langkah medis yang benar berikut ini:
Pertama, duduklah dengan tegak dan sedikit condongkan tubuh ke arah depan. Posisi ini mencegah darah mengalir ke tenggorokan yang bisa menyebabkan tersedak atau iritasi lambung. Gunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk memencet bagian lunak hidung (cuping hidung) dengan mantap. Lakukan penekanan ini selama 10 hingga 15 menit tanpa dilepas untuk memberikan waktu bagi darah membeku secara alami.
Selama proses ini, bernapaslah melalui mulut. Kamu juga bisa mengompres pangkal hidung dengan es yang dibalut kain untuk membantu menyempitkan pembuluh darah (vasokonstriksi). Jika darah tetap mengalir setelah 15 menit penekanan, segera cari bantuan medis.
Kapan Kamu Harus Segera ke Dokter?
Meskipun sebagian besar mimisan bisa ditangani sendiri, ada beberapa kondisi yang memerlukan penanganan dokter spesialis THT. Jika perdarahan tidak berhenti setelah dilakukan pertolongan pertama selama 20 menit, atau jika volume darah yang keluar sangat banyak hingga membuat kamu merasa lemas dan pucat, segeralah ke instalasi gawat darurat.
Kondisi lain yang perlu diwaspadai adalah mimisan yang terjadi setelah benturan keras di kepala, mimisan yang disertai kesulitan bernapas, atau mimisan berulang (sering terjadi dalam waktu singkat). Untuk mendapatkan diagnosis yang akurat, sebaiknya kamu segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mengetahui penyebab pastinya.
Studi Mengenai Epistaksis
The New England Journal of Medicine menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa epistaksis posterior pada pasien lanjut usia sering kali berkaitan dengan degenerasi pembuluh darah arteri dan hipertensi yang tidak terkontrol. Studi tersebut menekankan pentingnya manajemen tekanan darah untuk mencegah kekambuhan.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa penggunaan pelembap udara di rumah dapat menurunkan angka kejadian mimisan idiopatik pada anak-anak secara signifikan selama musim kemarau. Hal ini membuktikan bahwa faktor lingkungan berperan krusial terhadap integritas mukosa hidung manusia.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan hidung berdarah atau masalah kesehatan lainnya, tapi bingung harus periksa ke mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
[Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Untuk kebutuhan perawatan harian seperti vitamin atau alat kesehatan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan aman dan nyaman.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Nosebleeds (Epistaxis).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Nosebleed (Epistaxis): Causes, Treatment & Prevention.
Kemenkes RI – Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. Diakses pada 2026. Penanganan Pertama pada Mimisan.
PubMed – National Institutes of Health. Diakses pada 2026. Management of Epistaxis.
FAQ
1. Apakah hidung keluar darah tanda penyakit berbahaya?
Umumnya tidak, namun jika terjadi sangat sering atau sangat deras, bisa menjadi tanda gangguan pembekuan darah atau hipertensi berat.
2. Bolehkah saya mendongakkan kepala saat mimisan?
Tidak disarankan. Mendongakkan kepala membuat darah mengalir ke kerongkongan dan bisa memicu muntah atau tersedak. Sebaiknya condongkan badan ke depan.
3. Apakah kurang vitamin C bisa menyebabkan mimisan?
Ya, kekurangan Vitamin C ekstrem (skurvi) dapat melemahkan dinding pembuluh darah dan jaringan ikat, yang meningkatkan risiko perdarahan, termasuk di hidung.
4. Bagaimana cara menghentikan mimisan pada anak?
Tenangkan anak, minta mereka duduk tegak, dan pencet bagian cuping hidung selama 10 menit sambil mengompres dingin di area batang hidung.



