Ad Placeholder Image

Keluar Darah dari Mulut dan Hidung? Cek 5 Penyebab Ini

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Keluar darah dari mulut dan hidung? Jangan Panik Dulu!

Keluar Darah dari Mulut dan Hidung? Cek 5 Penyebab IniKeluar Darah dari Mulut dan Hidung? Cek 5 Penyebab Ini

Keluar darah dari mulut dan hidung adalah kondisi yang dapat menimbulkan kekhawatiran serius. Kejadian ini bukanlah hal sepele dan seringkali menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang mendasari, mulai dari infeksi ringan hingga kondisi medis yang lebih berat. Penting untuk memahami penyebabnya dan tindakan yang tepat, terutama dalam memberikan pertolongan pertama dan kapan harus mencari bantuan medis profesional. Perdarahan berulang atau dalam jumlah banyak memerlukan perhatian segera untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Apa Itu Keluar Darah dari Mulut dan Hidung?

Kondisi keluarnya darah dari mulut dan hidung merujuk pada adanya perdarahan dari salah satu atau kedua lubang tersebut secara bersamaan atau berurutan. Darah yang keluar dari hidung umumnya dikenal sebagai mimisan atau epistaksis. Sementara itu, darah yang keluar dari mulut bisa berupa darah segar akibat cedera, batuk darah (hemoptisis), atau muntah darah (hematemesis).

Meskipun seringkali mimisan adalah kondisi yang umum dan tidak berbahaya, kombinasi perdarahan dari kedua jalur ini dapat menunjukkan kondisi sistemik atau lokalisasi yang lebih serius. Oleh karena itu, identifikasi penyebabnya adalah langkah krusial dalam penanganan.

Potensi Penyebab Keluar Darah dari Mulut dan Hidung

Munculnya darah dari hidung dan mulut bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya memerlukan perhatian medis segera untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

  • Infeksi Saluran Napas: Infeksi seperti radang tenggorokan parah, bronkitis, atau tuberkulosis (TBC) dapat menyebabkan iritasi dan kerusakan pembuluh darah, memicu perdarahan. Batuk yang hebat pada kondisi ini bisa menjadi pemicu keluarnya darah.
  • Gangguan Pembekuan Darah: Penyakit seperti hemofilia atau trombositopenia (kekurangan trombosit) membuat tubuh kesulitan membekukan darah. Akibatnya, perdarahan dapat terjadi lebih mudah dan sulit berhenti, termasuk dari hidung dan mulut.
  • Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi): Tekanan darah yang sangat tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di hidung dan tenggorokan. Ini berpotensi menyebabkan pecahnya pembuluh darah dan memicu perdarahan.
  • Penyakit Lambung atau Saluran Pencernaan: Kondisi seperti tukak lambung atau varises esofagus (pembengkakan pembuluh darah di kerongkongan) bisa menyebabkan perdarahan. Darah ini kemudian dapat dimuntahkan melalui mulut.
  • Trauma atau Cedera: Benturan keras pada wajah atau kepala dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di hidung, mulut, atau sinus. Cedera internal juga bisa memicu perdarahan.
  • Kondisi Lainnya: Tumor pada saluran napas atau pencernaan, penggunaan obat pengencer darah, serta paparan zat kimia iritan juga bisa menjadi penyebab.

Gejala Lain yang Menyertai

Selain perdarahan itu sendiri, beberapa gejala dapat menyertai kondisi keluar darah dari mulut dan hidung. Gejala-gejala ini membantu dokter dalam menentukan diagnosis dan tingkat keparahan.

  • Pusing atau lemas
  • Nyeri di area dada atau perut
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Demam
  • Kulit pucat
  • Perubahan warna tinja menjadi hitam (melena) atau merah terang

Pertolongan Pertama Keluar Darah dari Hidung dan Mulut

Jika mengalami perdarahan dari hidung, langkah-langkah pertolongan pertama dapat membantu menghentikan aliran darah.

  • Duduk Tegak dan Condongkan Badan ke Depan: Posisi ini membantu mencegah darah mengalir ke tenggorokan, yang bisa memicu batuk atau tersedak.
  • Pencet Hidung: Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk memencet cuping hidung (bagian lunak hidung) selama sekitar 10 menit tanpa henti. Bernapaslah melalui mulut selama memencet.
  • Kompres Dingin: Tempelkan kompres dingin di pangkal hidung atau leher untuk membantu menyempitkan pembuluh darah.
  • Hindari Mengorek Hidung atau Meniup Kuat: Tindakan ini dapat memperparah perdarahan atau memicu kembali setelah berhenti.

Penting diingat, pertolongan pertama ini lebih efektif untuk mimisan biasa. Apabila darah juga keluar dari mulut atau perdarahan hidung sangat banyak dan tidak berhenti, segera cari pertolongan medis.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis Darurat?

Meskipun beberapa kasus perdarahan ringan dapat diatasi di rumah, ada situasi yang memerlukan evaluasi medis segera. Carilah bantuan medis jika:

  • Perdarahan tidak berhenti setelah 20 menit melakukan pertolongan pertama.
  • Jumlah darah yang keluar sangat banyak atau berulang.
  • Darah juga keluar dari mulut, atau batuk/muntah darah.
  • Disertai dengan pusing, lemas, pingsan, atau sesak napas.
  • Terjadi setelah trauma kepala atau cedera serius.
  • Pengguna obat pengencer darah mengalami perdarahan.

Pengobatan Medis untuk Keluar Darah dari Mulut dan Hidung

Penanganan medis akan sangat bergantung pada penyebab yang mendasari. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan, dan mungkin tes diagnostik seperti tes darah, endoskopi, atau pencitraan. Tujuannya adalah untuk menemukan sumber dan penyebab pasti perdarahan.

Pengobatan dapat meliputi pemberian obat-obatan untuk menghentikan perdarahan, penanganan infeksi, kontrol tekanan darah, atau prosedur medis untuk mengatasi tukak lambung atau kondisi pembuluh darah. Dalam kasus yang parah, transfusi darah mungkin diperlukan.

Pencegahan Perdarahan dari Mulut dan Hidung

Pencegahan berfokus pada pengelolaan kondisi kesehatan yang menjadi pemicu. Ini termasuk menjaga kelembaban rongga hidung, menghindari memencet hidung terlalu keras, serta mengelola penyakit kronis seperti hipertensi atau gangguan pembekuan darah. Menjaga pola hidup sehat dan kontrol rutin dengan dokter juga sangat penting.

Rekomendasi Halodoc

Keluar darah dari mulut dan hidung adalah gejala yang tidak boleh diabaikan. Jika mengalami kondisi ini, terutama jika perdarahan banyak, berulang, atau disertai gejala serius lainnya, segera konsultasikan dengan dokter. Melalui Halodoc, layanan telekonsultasi dan pembuatan janji temu dengan dokter spesialis dapat diakses dengan mudah untuk mendapatkan diagnosis akurat dan penanganan yang tepat.