Advertisement

Kemenkes Ungkap Penyebab Gagal Ginjal Akut pada Anak

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   21 Oktober 2022

“Gagal ginjal akut pada anak menjadi masalah kesehatan baru yang menimbulkan kekhawatiran besar bagi orang tua. Baru-baru ini, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan penyebab penyakit tersebut.”

Kemenkes Ungkap Penyebab Gagal Ginjal Akut pada AnakKemenkes Ungkap Penyebab Gagal Ginjal Akut pada Anak

Halodoc, Jakarta – Penyebab gagal ginjal akut pada anak masih terus diselidiki dan dilakukan investigasi secara mendalam oleh tenaga kesehatan yang bekerja sama dengan Kemenkes. Belum lama, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengumumkan hasil investigasi yang dilakukan terkait gagal ginjal akut misterius pada anak tersebut. 

Kabar beredar bahwa penyebab gagal ginjal akut pada anak terjadi karena konsumsi obat dengan sediaan sirup, yang ternyata memiliki kandungan zat berbahaya yang memicu kerusakan pada ginjal. Ketiga kandungan tersebut adalah etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG), dan etilen glikol butil eter (EGBE).

Seharusnya Tidak Dipakai pada Obat

Menkes Budi menyebutkan, ketiga zat tersebut seharusnya tidak terkandung pada obat cair atau sirup yang dikonsumsi anak. Apabila ada, kadarnya juga bisa dibilang sangat rendah sehingga tidak memicu efek samping yang berbahaya bagi tubuh anak-anak. 

Ketiga kandungan tersebut baru dapat terdeteksi apabila digunakan polietilen glikol (PEG) sebagai peningkat kelarutan pada obat yang berbentuk cair atau sediaan sirup. Sesuai dengan standar mutu obat yang dipasarkan di Indonesia (Farmakope), baik EG maupun DEG seharusnya tidak digunakan sebagai bahan pembuat obat. 

Akan tetapi, senyawa tersebut berpotensi berasal dari kontaminan pada bahan aditif atau tambahan dalam obat sirup. Adapun nilai toleransi penggunaannya adalah sebesar 0,1 persen untuk propilen glikol dan gliserin, serta sebanyak 0,25 persen pada polietilen glikol. 

Himbauan untuk Menghentikan Penggunaan Obat Sirup pada Anak

Guna kepentingan investigasi lebih lanjut terkait senyawa berbahaya yang diduga menjadi salah satu penyebab gagal ginjal akut pada anak, Menkes mengimbau kepada masyarakat dan tenaga kesehatan untuk menghentikan pemakaian obat anak dalam sediaan cair atau sirup untuk sementara waktu. 

Ini tidak sebatas pada obat anak yang dijual secara bebas, tetapi obat anak yang diresepkan pula oleh dokter. Kebijakan ini berlaku setidaknya hingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan keputusan final terkait hasil penelitian dan investigasi yang dilakukan. 

Lalu, bagaimana jika membutuhkan pengobatan medis? Menkes menyarankan untuk menggunakan obat dalam sediaan lain. Misalnya tablet, puyer, atau bentuk sediaan lainnya. 

Apabila kondisi tidak memungkinkan untuk mendapatkan obat dalam bentuk sediaan lain, misalnya sedang menjalani pengobatan untuk epilepsi maupun TB, orang tua dapat langsung bertanya pada dokter spesialis anak yang memberikan penanganan. 

Selain itu, Menkes juga menyarankan orang tua untuk kembali mengurangi aktivitas anak di luar rumah, dan tetap menjaga kebersihan dengan mencuci tangan setelah beraktivitas, sebelum makan, serta setelah menggunakan toilet. Tak lupa, memakai masker saat harus beraktivitas di luar rumah. 

Seperti telah diketahui, gagal ginjal akut tengah menyerang anak-anak yang berusia kurang dari 5 tahun. Penyebab gagal ginjal akut pada anak ini sampai sekarang belum dapat diketahui pasti. Meski disebutkan, salah satunya adalah terdapat kandungan yang berbahaya pada obat-obat anak yang seharusnya tidak digunakan. 

Terhitung pada 18 Oktober lalu, pemerintah telah mengidentifikasi 206 kasus gagal ginjal akut pada anak. Sebanyak 99 anak disebutkan meninggal karena kondisi tersebut. 

Pastinya, ini menjadi kekhawatiran baru untuk para orang tua, terlebih pada anak-anak balita di bawah 5 tahun yang memang masih sangat rentan terserang berbagai masalah kesehatan. 

Oleh karena itu, jangan abai dengan keluhan kesehatan yang muncul pada anak, bisa jadi Si Kecil membutuhkan penanganan medis segera. 

Lakukan pemeriksaan medis dengan memanfaatkan Layanan Janji Medis di aplikasi Halodoc. Ibu dapat cek dan download Halodoc langsung di Play Store atau App Store.

Referensi:
Kompas.com. Diakses pada 2022. Kemenkes Rilis 3 Zat Berbahaya Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut pada Anak.
Reuters. Diakses pada 2022. Indonesia reports 99 child deaths from acute kidney injury this year.
ABC.net.au. Diakses pada 2022. Indonesia orders pharmacies to stop selling syrup medicines after 99 children die of kidney failure.