Ad Placeholder Image

Kenali 10 Jenis dan Gejala Sarkoma Jaringan Lunak

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

“Sesuai namanya sarkoma jaringan lunak merupakan kondisi ketika sel kanker tumbuh di jaringan lunak pada tubuh. Ada banyak jenis penyakit sarkoma jaringan lunak antara lain rhabdomyosarcoma, liposarcoma, dan angiosarcoma.”

Kenali 10 Jenis dan Gejala Sarkoma Jaringan LunakKenali 10 Jenis dan Gejala Sarkoma Jaringan Lunak

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar tentang sarkoma? Berbeda dengan karsinoma yang umum menyerang organ seperti paru-paru atau payudara, sarkoma adalah jenis kanker langka yang muncul di jaringan ikat tubuh. Jaringan ikat ini meliputi otot, lemak, pembuluh darah, saraf, tendon, hingga lapisan sendi. Karena lokasinya yang bisa berada di mana saja, sarkoma sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal.

Kanker ini terbagi menjadi dua kategori besar: sarkoma jaringan lunak dan sarkoma tulang. Sarkoma jaringan lunak sendiri memiliki lebih dari 50 subjenis yang berbeda, menjadikannya kondisi medis yang sangat kompleks dan memerlukan penanganan spesialis. Memahami gejala awalnya sangat penting karena tingkat keberhasilan pengobatan sangat bergantung pada seberapa cepat kanker ini ditemukan.

Sebagai langkah pencegahan dan edukasi, penting bagi kamu untuk mengenali tanda-tanda tubuh yang tidak biasa. Jika kamu menemukan benjolan yang terus membesar atau rasa nyeri yang tidak kunjung hilang, sangat disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan medis secara mendalam.

Nah, mau tahu apa saja pilihan langkah yang bisa kamu ambil? Selain pemeriksaan klinis, kamu juga bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan awal mengenai keluhan yang kamu rasakan. Berikut ulasan lengkap mengenai sarkoma!

Apa itu Sarkoma?

Sarkoma adalah kelompok tumor ganas yang berasal dari sel-sel mesenkim. Dalam bahasa yang lebih sederhana, ini adalah kanker yang menyerang struktur “penyangga” tubuh kita. Meskipun jarang terjadi (mencakup hanya sekitar 1% dari semua kasus kanker pada orang dewasa), sarkoma bisa sangat agresif. Berbeda dengan tumor jinak (seperti lipoma), sarkoma memiliki kemampuan untuk menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah atau sistem limfatik.

Gejala Umum yang Perlu Diwaspadai

Gejala sarkoma sering kali menyerupai cedera ringan atau kondisi medis biasa, sehingga banyak orang yang cenderung mengabaikannya. Berikut adalah tanda-tanda yang harus kamu perhatikan:

  • Benjolan Baru: Adanya benjolan di bawah kulit yang biasanya tidak terasa sakit pada awalnya, namun terus membesar seiring waktu.
  • Nyeri Tulang: Jika sarkoma terjadi di tulang, gejala utamanya adalah nyeri yang menetap, terutama di malam hari atau saat beraktivitas.
  • Nyeri Perut: Sarkoma yang tumbuh di area perut (retroperitoneum) bisa menyebabkan rasa penuh, sembelit, atau nyeri perut yang kronis.
  • Penurunan Berat Badan: Kehilangan berat badan secara drastis tanpa alasan yang jelas sering menjadi tanda adanya proses keganasan dalam tubuh.

10 Jenis Sarkoma Jaringan Lunak

Berikut adalah beberapa subjenis sarkoma jaringan lunak yang paling umum ditemukan dalam dunia medis:

1. Undifferentiated Pleomorphic Sarcoma (UPS)

Dahulu dikenal sebagai fibrohistiositoma maligna, ini adalah salah satu jenis sarkoma yang paling sering menyerang orang dewasa tua. Biasanya muncul di lengan atau kaki, namun bisa juga terjadi di belakang rongga perut.

2. Liposarkoma

Sarkoma ini berkembang di jaringan lemak. Meskipun sering dikira benjolan lemak biasa (lipoma), liposarkoma cenderung tumbuh lebih cepat dan terasa lebih keras saat ditekan.

3. Leiomiosarkoma

Kanker ini menyerang jaringan otot polos, yang ditemukan di dinding rahim, lambung, usus, dan pembuluh darah. Jenis ini memerlukan deteksi dini yang sangat ketat karena letaknya yang sering kali di organ dalam.

4. Angiosarkoma

Ini adalah jenis sarkoma yang berkembang di dalam lapisan pembuluh darah atau pembuluh getah bening. Seringkali muncul sebagai lesi kulit yang tampak seperti memar yang tidak kunjung sembuh.

5. Sinovial Sarkoma

Meskipun namanya merujuk pada sendi, kanker ini sebenarnya jarang terjadi di dalam sendi itu sendiri. Biasanya muncul di dekat sendi lutut atau pergelangan kaki pada orang dewasa muda.

6. Rhabdomiosarkoma

Jenis ini lebih sering ditemukan pada anak-anak dan berkembang di jaringan otot rangka (otot yang menggerakkan tubuh). Ini merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan onkologi pediatrik segera.

7. Malignant Peripheral Nerve Sheath Tumor (MPNST)

Kanker ini menyerang lapisan pelindung saraf. Orang dengan kondisi genetik tertentu, seperti neurofibromatosis tipe 1, memiliki risiko lebih tinggi terkena jenis sarkoma ini.

8. Fibrosarkoma

Berawal dari sel fibroblast yang menghasilkan jaringan fibrosa (seperti tendon). Jenis ini dapat menyerang orang dari berbagai usia, termasuk bayi (fibrosarkoma infantil).

9. Epithelioid Sarcoma

Sering muncul sebagai benjolan kecil dan keras di bawah kulit tangan atau lengan bawah. Kanker ini memiliki kecenderungan tinggi untuk kambuh jika tidak diangkat secara bersih.

10. Gastrointestinal Stromal Tumor (GIST)

Jenis khusus sarkoma yang berkembang di saluran pencernaan. Gejalanya bisa berupa muntah darah atau adanya darah pada feses karena tumor yang mengikis dinding lambung atau usus.

Tanda Bahaya Benjolan yang Harus Diperiksa
  1. Benjolan yang berukuran lebih besar dari 5 cm (seukuran bola golf).
  2. Benjolan yang terletak jauh di dalam otot, bukan hanya di permukaan kulit.
  3. Benjolan yang terus membesar secara signifikan dalam waktu singkat.

Penyebab dan Faktor Risiko

Secara umum, kanker terjadi karena mutasi genetik pada sel yang menyebabkan mereka tumbuh tanpa kendali. Beberapa faktor risiko yang dikaitkan dengan sarkoma meliputi:

  • Paparan Radiasi: Pasien yang pernah menjalani radioterapi untuk kanker lain di masa lalu memiliki risiko sedikit lebih tinggi.
  • Zat Kimia Berbahaya: Paparan jangka panjang terhadap herbisida atau bahan kimia industri tertentu.
  • Sindrom Genetik: Kondisi keturunan seperti sindrom Li-Fraumeni atau poliposis adenomatosa familial.

Bagaimana Sarkoma Didiagnosis?

Diagnosis tidak bisa dilakukan hanya dengan melihat benjolan. Dokter spesialis onkologi biasanya akan melakukan serangkaian tes seperti MRI, CT scan, atau PET scan untuk melihat ukuran dan penyebaran tumor. Namun, standar baku emas untuk diagnosis adalah biopsi, di mana sampel kecil jaringan diambil dan diperiksa di bawah mikroskop oleh dokter patologi.

Studi Mengenai Deteksi Dini Sarkoma

The Lancet Oncology menerbitkan studi di tahun 2022 yang menjelaskan bahwa keterlambatan diagnosis pada pasien sarkoma sering kali disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan gejala awal benjolan yang tidak nyeri.

Studi tersebut menekankan bahwa rujukan cepat ke pusat sarkoma spesialis dapat meningkatkan angka harapan hidup hingga 20%. Hal ini menunjukkan betapa krusialnya peran edukasi masyarakat mengenai tanda-tanda awal kanker jaringan ikat ini.

Jika kamu memerlukan vitamin atau suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh selama masa pemulihan atau pencegahan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan aman.

Punya Kekhawatiran Mengenai Benjolan Tak Biasa? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau menemukan benjolan yang mengkhawatirkan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

Jadi, HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

FAQ

1. Apakah semua benjolan adalah sarkoma?

Tidak. Sebagian besar benjolan adalah tumor jinak seperti lipoma atau kista. Namun, benjolan yang tumbuh cepat dan terasa keras wajib diperiksakan ke dokter.

2. Apakah sarkoma bisa disembuhkan?

Bisa, terutama jika ditemukan pada tahap awal di mana tumor masih terlokalisasi dan bisa diangkat sepenuhnya melalui prosedur pembedahan.

3. Apakah sarkoma menular?

Tidak, sarkoma bukan merupakan penyakit menular. Ini adalah penyakit yang terjadi akibat perubahan genetik di dalam sel tubuh penderita sendiri.

4. Siapa dokter yang menangani sarkoma?

Penanganan sarkoma biasanya melibatkan tim multidisiplin yang dipimpin oleh dokter spesialis onkologi (kanker), ahli bedah ortopedi, dan ahli radiologi.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Sarcoma – Symptoms and Causes.
National Cancer Institute. Diakses pada 2026. Soft Tissue Sarcoma Treatment.
American Cancer Society. Diakses pada 2026. What Is a Soft Tissue Sarcoma?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Sarcoma: Types, Symptoms & Treatment.