
Kenali 11 Jenis Jamur dan Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh
Ada banyak jenis jamur yang menawarkan manfaat untuk kesehatan, salah satunya jamur matsutake yang langka dan mahal.

DAFTAR ISI
- Mengenal Jamur Sebagai Superfood
- 11 Jenis Jamur yang Bisa Dimakan dan Manfaatnya
- Kandungan Nutrisi Umum dalam Jamur
- Tips Memilih dan Mengolah Jamur yang Aman
- Studi Terkait
- FAQ
Jamur telah lama menjadi bagian dari kuliner global, tidak hanya karena rasanya yang unik dan teksturnya yang menyerupai daging, tetapi juga karena profil nutrisinya yang luar biasa. Secara biologis, jamur bukanlah tumbuhan melainkan bagian dari kerajaan fungi. Namun, dalam dunia gizi, jamur sering dikategorikan sebagai sayuran karena kemampuannya memberikan vitamin dan mineral esensial yang biasanya ditemukan pada produk nabati maupun hewani.
Penting bagi kamu untuk mengetahui jenis jamur apa saja yang aman dikonsumsi. Pasalnya, di alam liar, banyak jamur yang memiliki tampilan serupa namun mengandung racun mematikan. Mengonsumsi jamur yang tepat dapat memberikan dukungan signifikan bagi sistem kekebalan tubuh, kesehatan jantung, hingga fungsi kognitif. Dengan pemahaman yang benar, jamur bisa menjadi alternatif protein nabati yang sangat sehat untuk diet harian kamu.
Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai berbagai jenis jamur yang bisa dimakan, manfaat spesifik masing-masing jenis bagi kesehatan, serta panduan keamanannya. Mengetahui perbedaan karakteristik setiap jamur akan membantu kamu memaksimalkan manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh organisme unik ini.
Nah, mau tahu apa saja pilihan jenis jamur yang bisa dimakan dan manfaatnya bagi tubuh? Berikut ulasannya!
Mengenal Jamur Sebagai Superfood
Jamur sering disebut sebagai superfood karena densitas nutrisinya yang tinggi namun rendah kalori. Jamur mengandung serat, protein, dan antioksidan seperti selenium serta senyawa unik bernama ergothioneine yang berfungsi melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif. Selain itu, jamur adalah satu-satunya sumber pangan non-hewani yang dapat menghasilkan Vitamin D secara alami ketika terpapar sinar matahari.
Bagi kamu yang sedang menjalankan program diet atau gaya hidup sehat, jamur adalah pilihan yang sangat cerdas. Jamur bebas lemak, bebas kolesterol, dan sangat rendah natrium. Karakteristik ini membuat jamur sangat baik untuk penderita hipertensi atau mereka yang ingin menjaga kesehatan kardiovaskular. Jika kamu merasa tidak enak badan setelah mencoba jenis makanan baru, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna memastikan kondisi kesehatanmu tetap optimal.
11 Jenis Jamur yang Bisa Dimakan dan Manfaatnya
1. Jamur Kancing (Button Mushroom)
Jamur kancing atau Agaricus bisporus adalah jenis jamur yang paling umum ditemukan di pasar swalayan. Jamur ini memiliki bentuk bulat menyerupai kancing dan tersedia dalam warna putih atau krem. Jamur kancing sangat kaya akan vitamin B-kompleks, termasuk riboflavin, niasin, dan asam pantotenat yang membantu proses metabolisme energi dalam tubuh.
2. Jamur Tiram (Oyster Mushroom)
Dinamakan jamur tiram karena bentuk tudungnya yang menyerupai cangkang tiram. Jamur ini memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang agak manis. Manfaat utama jamur tiram terletak pada kandungan serat beta-glukan yang tinggi, yang diketahui efektif dalam membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.
3. Jamur Shiitake
Populer dalam masakan Asia, jamur shiitake dikenal karena aroma khasnya yang kuat. Jamur ini mengandung senyawa bernama lentinan, yang telah banyak diteliti karena kemampuannya dalam memperkuat sistem imun dan potensi anti-kankernya. Shiitake juga merupakan sumber serat makanan yang baik untuk kesehatan pencernaan.
4. Jamur Kuping (Ear Mushroom)
Jamur kuping memiliki tekstur yang kenyal dan renyah. Di Indonesia, jamur ini sering ditemukan dalam sup atau tumisan. Secara medis, jamur kuping dikenal memiliki sifat antikoagulan ringan yang dapat membantu melancarkan aliran darah dan mencegah penggumpalan darah yang berlebihan.
5. Jamur Enoki
Jamur enoki memiliki bentuk yang unik dengan batang panjang tipis dan tudung yang sangat kecil. Jamur ini kaya akan asam amino esensial dan antioksidan yang baik untuk mendukung fungsi otak. Pastikan jamur enoki dimasak hingga matang sempurna untuk menghindari risiko kontaminasi bakteri seperti Listeria.
Tips Mengolah Jamur agar Nutrisi Tetap Terjaga
- Jangan merendam jamur terlalu lama dalam air karena jamur bersifat seperti spons yang mudah menyerap cairan, sehingga teksturnya bisa menjadi lembek.
- Gunakan teknik memasak cepat seperti menumis atau memanggang untuk mempertahankan kandungan vitamin B yang sensitif terhadap panas.
- Pastikan jamur dicuci bersih di bawah air mengalir sesaat sebelum dimasak untuk menghilangkan sisa media tanam.
6. Jamur Merang
Sering digunakan dalam hidangan fuyunghai atau capcay, jamur merang memiliki kandungan protein yang cukup tinggi untuk ukuran fungi. Jamur ini juga mengandung kalsium dan fosfor yang penting untuk menjaga kepadatan tulang dan gigi.
7. Jamur Shimeji
Jamur ini harus dikonsumsi dalam keadaan matang karena rasa mentahnya yang sangat pahit. Namun, setelah dimasak, shimeji memberikan rasa umami yang lezat. Shimeji kaya akan tembaga dan potasium yang berperan dalam menjaga keseimbangan elektrolit dan tekanan darah.
8. Jamur Portobello
Sebenarnya portobello adalah jamur kancing yang sudah mencapai tingkat kematangan maksimal. Ukurannya yang besar dan teksturnya yang padat membuatnya sering dijadikan pengganti daging burger bagi vegetarian. Jamur ini merupakan sumber serat yang luar biasa besar.
9. Jamur Maitake
Dikenal sebagai “hen of the woods”, maitake mengandung polisakarida kompleks yang kuat dalam menstimulasi sel darah putih. Jamur ini sering diekstrak untuk dijadikan suplemen peningkat daya tahan tubuh karena kemampuannya membantu tubuh melawan infeksi.
10. Jamur Lingzhi (Reishi)
Berbeda dengan jamur lain, lingzhi memiliki tekstur kayu yang keras sehingga jarang dimakan langsung, melainkan dikonsumsi dalam bentuk bubuk, teh, atau suplemen. Lingzhi dikenal sebagai adaptogen yang membantu tubuh beradaptasi dengan stres dan meningkatkan kualitas tidur.
11. Jamur Matsutake
Jamur yang sangat premium dan mahal ini memiliki aroma pedas yang khas. Matsutake kaya akan vitamin B3 (niasin) yang penting untuk kesehatan kulit dan sistem saraf. Kelangkaannya di alam liar membuat jamur ini sangat dihargai dalam kuliner Jepang.
Kandungan Nutrisi Umum dalam Jamur
Meskipun setiap jenis memiliki keunggulan, secara umum jamur mengandung mikronutrien penting yang sering terabaikan dalam pola makan modern. Salah satunya adalah selenium, mineral yang jarang ditemukan pada sayuran lain. Selenium berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan yang dapat menyebabkan penyakit kronis.
Selain nutrisi dari makanan, penting juga bagi kamu untuk menjaga asupan mikronutrien dari suplemen tambahan jika dibutuhkan. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan berbagai produk kesehatan, termasuk multivitamin dan mineral yang mendukung daya tahan tubuh secara praktis dan aman.
Tips Memilih dan Mengolah Jamur yang Aman
Keamanan adalah hal utama dalam mengonsumsi jamur. Berikut adalah panduan yang perlu kamu perhatikan:
- Pilih yang Segar: Hindari jamur yang sudah berlendir, berubah warna menjadi kecokelatan gelap yang tidak wajar, atau mengeluarkan aroma asam.
- Hindari Jamur Liar yang Tidak Dikenal: Jangan pernah memetik dan memakan jamur liar kecuali kamu adalah seorang ahli mikologi. Banyak jamur beracun memiliki tampilan yang sangat mirip dengan jamur konsumsi.
- Masak dengan Benar: Memasak jamur membantu memecah dinding sel kitin yang sulit dicerna manusia, sehingga nutrisi di dalamnya lebih mudah diserap oleh tubuh.
Studi Terkait
Journal of Fungi menerbitkan studi di tahun 2021 yang menjelaskan bahwa konsumsi rutin berbagai jenis jamur yang dapat dimakan berkorelasi positif dengan peningkatan respons imun dan penurunan marker inflamasi dalam tubuh.
Penelitian tersebut menekankan bahwa senyawa beta-glukan dalam jamur tiram dan shiitake bertindak sebagai prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat jamur tidak hanya terbatas pada nutrisi langsung, tetapi juga melalui perbaikan ekosistem mikrobiota usus yang berdampak pada kesehatan mental dan fisik secara menyeluruh.
FAQ
1. Apakah jamur bisa dimakan mentah?
Sebagian besar jamur lebih disarankan dikonsumsi dalam keadaan matang. Memasak membantu menghilangkan residu kontaminan dan memecah struktur kitin agar nutrisinya terserap optimal serta mencegah gangguan pencernaan.
2. Jamur apa yang paling sehat untuk dikonsumsi?
Setiap jamur memiliki keunggulan berbeda. Shiitake unggul untuk imun, tiram untuk kolesterol, dan kancing untuk vitamin B. Mengonsumsi berbagai jenis secara bergantian (diversifikasi) adalah cara terbaik mendapatkan manfaat maksimal.
3. Apakah penderita asam urat boleh makan jamur?
Jamur mengandung purin dalam jumlah sedang. Penderita asam urat tetap boleh mengonsumsinya namun dalam batas yang wajar dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan porsi yang aman sesuai kondisi individu.
4. Bagaimana cara menyimpan jamur agar tidak cepat busuk?
Simpan jamur dalam kantong kertas (paper bag) di dalam kulkas. Kantong kertas memungkinkan jamur “bernapas” dan menyerap kelembapan berlebih, berbeda dengan kantong plastik yang justru mempercepat pembusukan.
Jika setelah mengonsumsi jamur kamu merasakan gejala seperti mual, muntah, atau pusing, segera cari bantuan medis. Gejala keracunan jamur bisa muncul segera atau beberapa jam setelah konsumsi.
Kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan atau diet yang sedang dijalani melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang akurat.
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. 7 Edible Mushrooms You Should Know.
WebMD. Diakses pada 2026. Health Benefits of Mushrooms.
Medical News Today. Diakses pada 2026. What is the nutritional value of mushrooms?.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2026. Edible Mushrooms: Role in the Prevention of Cardiovascular Diseases.
Punya Pertanyaan tentang Jamur dan Kesehatan? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan setelah mencoba jenis makanan baru, atau bingung menentukan menu sehat? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


