
Kenali 2 Tanda-Tanda Gangguan Kesehatan pada Pankreas
“Gejala gangguan pankreas tergantung pada jenis kondisinya, yaitu pankreatitis akut dan kronis. Gejala yang mirip dari kedua jenis kondisi yaitu nyeri perut hingga ke punggung.”

DAFTAR ISI
- Mengenal Fungsi Pankreas bagi Tubuh
- Gejala Pankreas Bermasalah Secara Umum
- Perbedaan Pankreatitis Akut dan Kronis
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Pankreas adalah salah satu organ yang terletak di belakang lambung dengan peran yang sangat vital dalam sistem pencernaan dan metabolisme tubuh. Meskipun ukurannya relatif kecil, fungsinya sangat besar, yakni menghasilkan enzim pencernaan untuk memecah makanan dan hormon insulin untuk mengatur kadar gula darah. Jika fungsi ini terganggu, maka seluruh sistem metabolisme tubuh bisa ikut bermasalah.
Sayangnya, gangguan pada pankreas sering kali tidak disadari sejak dini karena gejalanya yang menyerupai masalah pencernaan biasa, seperti mulas atau perut kembung. Memahami gejala pankreas bermasalah sangat penting agar penanganan medis dapat dilakukan sesegera mungkin sebelum terjadi komplikasi yang membahayakan nyawa, seperti kerusakan organ permanen atau kanker pankreas.
Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal dari gangguan pankreas bukan hanya soal kesehatan pencernaan, melainkan soal menjaga kelangsungan fungsi tubuh secara keseluruhan. Gejala yang muncul bisa bervariasi tergantung pada jenis gangguannya, apakah itu peradangan (pankreatitis), kista, hingga tumor.
Nah, mau tahu apa saja tanda dan gejala yang perlu kamu waspadai terkait kesehatan organ yang satu ini? Berikut ulasannya!
Mengenal Fungsi Pankreas bagi Tubuh
Sebelum membahas lebih jauh mengenai gejalanya, penting bagi kamu untuk mengerti apa yang dilakukan pankreas setiap hari. Pankreas memiliki dua fungsi utama: eksokrin dan endokrin. Fungsi eksokrin membantu dalam proses pencernaan dengan memproduksi enzim (seperti amilase, lipase, dan protease) yang dikirim ke usus halus untuk memecah lemak, protein, dan karbohidrat.
Sedangkan fungsi endokrin berkaitan dengan sistem hormon. Pankreas melepaskan insulin dan glukagon langsung ke aliran darah untuk mengontrol tingkat glukosa atau gula dalam darah. Jika pankreas mengalami kerusakan, produksi insulin bisa menurun drastis yang memicu penyakit diabetes melitus.
Gejala Pankreas Bermasalah Secara Umum
Gejala yang muncul saat pankreas tidak berfungsi normal sering kali bersifat progresif. Artinya, gejalanya mungkin terasa ringan di awal namun akan semakin memberat seiring berjalannya waktu. Berikut adalah beberapa gejala yang paling sering dilaporkan:
1. Nyeri Perut Bagian Atas
Nyeri perut adalah gejala yang paling khas. Biasanya, rasa sakit muncul di perut bagian atas dan sering kali menjalar hingga ke punggung. Karakteristik nyerinya bisa terasa tajam dan menusuk. Pada penderita pankreatitis akut, nyeri ini bisa muncul secara tiba-tiba dan terasa sangat hebat.
2. Nyeri yang Memburuk Setelah Makan
Karena salah satu fungsi utama pankreas adalah mengeluarkan enzim untuk mencerna makanan, maka organ ini akan bekerja lebih keras saat kamu makan. Jika pankreas sedang meradang, proses ini akan memicu rasa nyeri yang lebih hebat, terutama setelah mengonsumsi makanan yang tinggi lemak.
3. Gangguan Pencernaan dan Perubahan Feses
Gejala pankreas bermasalah juga bisa terlihat dari tinja atau feses. Ketika pankreas tidak menghasilkan cukup enzim pencernaan, tubuh tidak bisa menyerap lemak dengan benar. Kondisi ini menyebabkan tinja menjadi berminyak, berbau sangat busuk, dan sulit dibilas (steatorrhea). Selain itu, perut sering terasa kembung dan penuh gas.
4. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab
Meskipun kamu makan dengan porsi normal, berat badan bisa terus turun jika pankreas bermasalah. Hal ini terjadi karena malabsorpsi nutrisi; tubuh tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup karena makanan tidak terurai dengan sempurna di saluran pencernaan.
Faktor Pemicu Masalah Pankreas
- Konsumsi alkohol yang berlebihan dalam jangka panjang.
- Adanya batu empedu yang menyumbat saluran pankreas.
- Kadar trigliserida (lemak darah) yang sangat tinggi.
- Kebiasaan merokok aktif.
Perbedaan Pankreatitis Akut dan Kronis
Masalah pankreas yang paling umum adalah pankreatitis, yaitu peradangan pada jaringan pankreas. Kondisi ini terbagi menjadi dua jenis utama dengan gejala yang sedikit berbeda:
1. Pankreatitis Akut
Ini adalah peradangan yang terjadi secara tiba-tiba dalam waktu singkat. Gejalanya meliputi demam, denyut nadi cepat, mual, muntah, dan perut yang terasa sangat empuk saat disentuh. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa mengancam nyawa karena risiko kegagalan organ multipel.
2. Pankreatitis Kronis
Peradangan ini terjadi dalam jangka panjang dan menyebabkan kerusakan permanen pada pankreas. Gejala utamanya adalah nyeri perut yang menetap atau hilang timbul selama bertahun-tahun. Pada tahap lanjut, penderita bisa mengalami diabetes karena sel penghasil insulin telah rusak.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu mengalami nyeri perut yang begitu hebat sehingga kamu tidak bisa duduk tenang atau menemukan posisi yang nyaman, itu adalah tanda peringatan darurat. Jangan menunda untuk mencari bantuan medis karena penanganan yang cepat dapat mencegah kerusakan permanen pada organ tubuh.
Sangat disarankan untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja apabila kamu mendapati warna kulit atau bagian putih mata menguning (jaundice), karena ini bisa menandakan adanya sumbatan pada saluran empedu atau masalah serius pada kepala pankreas.
Untuk membantu meredakan keluhan pencernaan ringan atau mendapatkan asupan vitamin yang menunjang kesehatan metabolisme, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.
Studi Mengenai Kesehatan Pankreas
The Lancet menerbitkan studi di tahun 2020 yang menjelaskan bahwa deteksi dini terhadap gejala pankreas bermasalah seperti perubahan kebiasaan buang air besar dan nyeri epigastrik dapat meningkatkan tingkat keberhasilan terapi pada pasien gangguan pankreas kronis secara signifikan.
Studi tersebut menekankan pentingnya skrining rutin bagi individu dengan faktor risiko tinggi, seperti pecandu alkohol atau mereka dengan riwayat keluarga kanker pankreas. Penurunan fungsi eksokrin yang dideteksi sejak awal memungkinkan pemberian terapi substitusi enzim untuk mencegah malnutrisi berat.
Oleh karena itu, menjaga gaya hidup sehat dan segera melakukan pemeriksaan jika merasakan gejala yang tidak biasa adalah langkah pencegahan terbaik yang bisa kamu lakukan.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Pancreatitis – Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Pancreas: Functions, Anatomy & Diseases.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diakses pada 2026. Symptoms & Causes of Pancreatitis.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Noncommunicable diseases: Diabetes and Pancreatic Health.
FAQ
1. Apakah nyeri pankreas sama dengan sakit maag?
Nyeri pankreas biasanya terasa lebih dalam, tajam, menjalar ke punggung, dan tidak membaik dengan antasida biasa, berbeda dengan sakit maag yang cenderung terasa seperti perih atau terbakar di ulu hati.
2. Apa penyebab utama pankreas meradang?
Penyebab paling umum adalah batu empedu yang menyumbat saluran pankreas dan konsumsi alkohol berlebih yang merusak sel-sel pankreas secara perlahan.
3. Bisakah pankreas yang rusak sembuh kembali?
Pada kasus akut yang ringan, pankreas bisa pulih total. Namun, pada pankreatitis kronis, kerusakan jaringan sering kali bersifat permanen dan hanya bisa dikelola agar tidak bertambah parah.
4. Apa makanan yang harus dihindari penderita gangguan pankreas?
Sangat disarankan untuk menghindari makanan tinggi lemak, gorengan, daging merah berlemak, dan minuman beralkohol karena dapat memicu kerja berat pada pankreas dan memperparah peradangan.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


