
Kenali 3 Faktor yang Menyebabkan Munculnya Penyakit Dekubitus
Terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan penyakit dekubitus. Salah satunya adalah tekanan konstan pada bagian tubuh mana pun dapat mengurangi aliran darah ke jaringan.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Dekubitus dan Mengapa Terjadi?
- Mengenal 4 Tahapan Luka Dekubitus
- Faktor Risiko Utama Pemicu Dekubitus
- Langkah Efektif Mencegah Luka Tekan
- Studi Terkait
- FAQ
Dekubitus, atau yang sering dikenal sebagai luka tekan (pressure sores), merupakan kondisi kerusakan jaringan kulit hingga jaringan di bawah kulit (lemak, otot, bahkan tulang) akibat adanya tekanan yang terjadi secara terus-menerus pada area tubuh tertentu. Kondisi ini umumnya dialami oleh pasien yang memiliki keterbatasan mobilitas, seperti pasien yang harus berbaring di tempat tidur dalam waktu lama (bedridden) atau pengguna kursi roda.
Penting bagi keluarga atau pengasuh untuk memahami apa itu dekubitus karena luka ini dapat berkembang dengan cepat dan memicu komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat. Infeksi bakteri (selulitis), infeksi tulang (osteomielitis), hingga sepsis merupakan risiko nyata yang mengancam jika luka tekan dibiarkan tanpa perawatan medis yang memadai.
Memahami mekanisme terjadinya luka, cara pencegahan, serta kapan harus mencari bantuan medis adalah kunci dalam menjaga kualitas hidup pasien. Penanganan dekubitus memerlukan pendekatan holistik, mulai dari pengaturan posisi tubuh, kecukupan nutrisi, hingga penggunaan produk kesehatan yang sesuai untuk menjaga integritas kulit.
Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai dekubitus? Berikut ulasannya!
Apa Itu Dekubitus dan Mengapa Terjadi?
Secara medis, dekubitus terjadi karena adanya tekanan berkepanjangan yang menghambat aliran darah ke jaringan kulit. Tanpa pasokan oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah, sel-sel kulit akan mulai mati dan membentuk luka. Area tubuh yang paling sering mengalami dekubitus adalah area dengan penonjolan tulang yang hanya dilapisi sedikit lemak atau otot, seperti tumit, pinggul, tulang ekor, bahu, dan belakang kepala.
Selain tekanan langsung, terdapat faktor mekanik lain yang memperparah kondisi ini, yaitu gesekan (friction) dan pergeseran (shear). Gesekan terjadi ketika kulit bergeser melawan permukaan kain sprei, sementara pergeseran terjadi ketika dua permukaan bergerak ke arah berlawanan, misalnya saat pasien merosot di tempat tidur, yang menyebabkan pembuluh darah di bawah kulit tertekuk dan rusak.
Mengenal 4 Tahapan Luka Dekubitus
Luka dekubitus diklasifikasikan ke dalam empat tahap berdasarkan kedalaman jaringan yang terdampak:
- Tahap 1: Kulit masih utuh namun tampak kemerahan yang tidak hilang saat ditekan. Area tersebut mungkin terasa lebih hangat, dingin, atau nyeri dibandingkan kulit sekitarnya.
- Tahap 2: Terjadi luka terbuka atau lecet (abrasion). Lapisan kulit teratas (epidermis) dan sebagian lapisan bawah (dermis) telah rusak. Luka mungkin tampak seperti lepuhan berisi cairan.
- Tahap 3: Luka sudah cukup dalam dan menembus lapisan lemak di bawah kulit. Luka tampak seperti kawah yang dalam, namun otot atau tulang belum terlihat.
- Tahap 4: Tahap paling parah di mana kerusakan jaringan sudah sangat luas. Otot, tendon, atau tulang terlihat secara langsung. Pada tahap ini, risiko infeksi sistemik sangat tinggi.
Area Tubuh Rentan Dekubitus
- Tulang ekor dan bokong (terutama pada posisi duduk atau berbaring telentang).
- Pinggul dan bagian samping lutut (pada posisi berbaring miring).
- Tumit kaki dan pergelangan kaki.
- Belakang kepala dan daun telinga.
Faktor Risiko Utama Pemicu Dekubitus
Beberapa kondisi meningkatkan kerentanan seseorang terhadap luka tekan, di antaranya:
1. Imobilitas
Ketidakmampuan untuk mengubah posisi tubuh tanpa bantuan adalah faktor utama. Ini sering terjadi pada pasien stroke, cedera tulang belakang, atau pasien dalam kondisi koma.
2. Kurangnya Persepsi Sensorik
Pasien dengan neuropati (seperti pada diabetes) mungkin tidak merasakan nyeri atau ketidaknyamanan akibat tekanan, sehingga mereka tidak sadar bahwa jaringan kulit mereka mulai rusak.
3. Nutrisi yang Buruk
Kekurangan protein, vitamin C, dan zink menghambat kemampuan tubuh untuk memelihara kesehatan jaringan dan memperlambat proses penyembuhan luka.
Langkah Efektif Mencegah Luka Tekan
Pencegahan adalah prioritas utama dalam perawatan pasien tirah baring. Berikut adalah langkah-langkah yang disarankan:
Pertama, lakukan reposisi atau pengubahan posisi tidur setiap 2 jam sekali. Gunakan bantal tambahan untuk menyangga bagian tubuh tertentu agar tidak saling bergesekan. Kedua, pastikan kulit tetap bersih dan kering. Kelembapan berlebih akibat keringat atau inkontinensia urin dapat melembutkan kulit dan membuatnya mudah robek.
Ketiga, gunakan kasur dekubitus (air mattress) yang dirancang khusus untuk mendistribusikan tekanan secara merata ke seluruh tubuh. Jika kamu membutuhkan alat kesehatan atau ingin mempersiapkan perawatan luka di rumah, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan praktis.
Studi Mengenai Pencegahan Dekubitus
Journal of Wound, Ostomy, and Continence Nursing menerbitkan studi di tahun 2022 yang menjelaskan bahwa penggunaan protokol reposisi yang dikombinasikan dengan penggunaan krim penghalang (barrier cream) zink oksida secara signifikan menurunkan insiden dekubitus tahap 1 pada pasien lanjut usia.
Temuan ini menekankan pentingnya menjaga integritas lapisan pelindung kulit dari kelembapan eksternal. Intervensi dini pada tahap awal kemerahan dapat mencegah perkembangan luka ke tahap yang lebih kronis dan memerlukan tindakan bedah.
Luka dekubitus bukan sekadar luka biasa; ini adalah kondisi serius yang membutuhkan ketelatenan dalam perawatan harian. Jika kamu melihat adanya tanda kemerahan yang tidak hilang atau luka terbuka pada area tertekan, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.
Kamu juga bisa mendapatkan berbagai kebutuhan medis seperti kasa steril, cairan infus NaCl untuk membersihkan luka, atau suplemen protein untuk mempercepat penyembuhan di Toko Kesehatan Halodoc. Penanganan yang cepat akan meminimalisir risiko komplikasi berat.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Bedsores (Pressure Ulcers).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Pressure Injuries (Bedsores).
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Rehabilitation for Pressure Ulcers.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Pencegahan Luka Tekan pada Pasien Tirah Baring Lama.
FAQ
1. Apakah dekubitus bisa sembuh total?
Ya, dekubitus tahap 1 dan 2 umumnya bisa sembuh total dengan perawatan yang tepat. Namun, tahap 3 dan 4 membutuhkan waktu lama dan seringkali memerlukan intervensi bedah untuk menutup luka.
2. Seberapa sering pasien harus diubah posisinya?
Sangat disarankan untuk mengubah posisi minimal setiap 2 jam saat di tempat tidur dan setiap 15-30 menit jika pasien berada di kursi roda.
3. Apakah kasur air efektif mencegah dekubitus?
Ya, kasur antidekubitus membantu mengurangi tekanan pada titik-titik tulang tertentu, namun reposisi manual tetap harus dilakukan secara rutin.
4. Makanan apa yang membantu penyembuhan dekubitus?
Makanan tinggi protein (seperti telur dan ikan), vitamin C, dan zink sangat krusial untuk regenerasi jaringan kulit dan penyembuhan luka.
## Punya Keluhan Luka Tekan atau Khawatir Risiko Dekubitus? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu merasa ada area kulit yang memerah karena terlalu lama berbaring, tapi bingung bagaimana cara menanganinya? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat atau alat kesehatan yang dibutuhkan untuk perawatan luka, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan terkait perawatan pasien di rumah.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


