
Kenali 3 Jenis Stres Kerja dan Cara Menghadapinya
“Stres kerja sering kali tidak bisa dihindari. Ada beberapa jenis stres kerja, yaitu stres akut, burnout, dan stres yang didasari rasa takut.”

DAFTAR ISI
- Apa Itu Stres Kerja?
- Jenis-jenis Stres Kerja dan Cara Mengatasinya
- Dampak Stres Kerja terhadap Kesehatan
- Hubungi Psikolog Ini Jika Alami Stres Berat
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- Bingung Harus Konsul ke Dokter Apa? Tanya HILDA, Gratis!
Stres kerja adalah respon yang dimiliki seseorang ketika dihadapkan dengan tuntutan dan tekanan kerja, yang tidak sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan seseorang. Kondisi tersebut menjadi menantang kemampuan pekerja untuk mengatasinya.
Perlu dipahami, tekanan di tempat kerja tidak dapat dihindari karena tuntutan lingkungan kerja yang kontemporer. Terkadang stres kerja dapat membuat pekerja tetap waspada, termotivasi, tapi bisa juga merasa terbebani. Ketika seorang pekerja tidak mendapat dukungan dari atasan, rekan kerja, dan sedikit kontrol atas proses kerja, maka stres yang dialami seseorang menjadi lebih buruk.
Lantas, bagaimana mengatasi stres kerja?
Stres? Mungkin Lingkungan Kerja Toxic Biang Keroknya Baca Selengkapnya
Jenis-jenis Stres Kerja dan Cara Mengatasinya
Meskipun stres kerja menjadi hal yang umum, bukan berarti kamu bisa mengabaikan kondisi masalah kesehatan mental ini. Kamu perlu mengenali jenis stres yang sedang dialami untuk mengetahui cara tepat mengatasinya. Berikut ini jenis-jenis stres kerja yang perlu diketahui:
1. Stres akut
Stres akut dapat terjadi pada siapa saja, sifatnya situasional dan berkaitan dengan masalah yang sekilas. Artinya, jenis stres ini hanya berlangsung sebentar, terkadang bisa menimbulkan sensasi menyenangkan atau motivasi. Menghadapi tantangan baru dan menarik bisa terasa mendebarkan, tapi tetap saja, perasaan terkait stres akut perlu mendapatkan perhatian.
Jika kamu menghabiskan banyak waktu di tempat kerja, seakan 24 jam terasa kurang, sebaiknya jangan mengabaikan diri sendiri. Pastikan untuk banyak istirahat, makan dengan baik, dan berolahraga. Selama waktu sibuk,ada baiknya untuk menjalani keseimbangan hidup. Misalnya, menjadwalkan waktu bersama teman dan keluarga sebisa mungkin.
2. Exhaustion dan burnout
Ketika kamu kelelahan, secara fisik, emosional, atau intelektual, gejalanya dapat berdampak sangat besar pada pekerjaan. Kondisi tersebut juga dikenal sebagai burnout, dan jenis stres kerja ini patut mendapatkan penanganan segera.
Jika kamu sedang mengalami stres berkepanjangan yang konsisten, maka kamu akan merasakan beberapa gejala serius. Contohnya, suasana hati negatif, kurang motivasi, dan depresi. Ini adalah saat yang harus kamu kenali bahwa kamu sedang stres atau burnout, dan harus segera mengambil tindakan.
Untuk mengatasinya, cobalah untuk merawat diri, seperti beristirahat sejenak. Waktu istirahat akan memungkinkan pikiran dan tubuh berangsur pulih dari stres. Pertimbangkan juga untuk mengatur pola hidup menjadi lebih sehat.
3. Stres yang disebabkan rasa takut
Sebagai pekerja ada kalanya seseorang memiliki ketakutan terselubung. Misalnya ketika pekerja ditugaskan untuk membuat keputusan penting dengan konsekuensi yang besar. Ketakutan tersebut dapat menyebabkan stres.
Jika kamu memiliki stres kerja yang didasarkan rasa takut, sebaiknya cobalah untuk berdiskusi dengan rekan kerja yang dipercaya atau atasan. Dapatkan dukungan atas keputusan yang kamu ambil tentang pekerjaan. Dengan begitu, maka dapat mengurangi stres yang kamu alami.
Perlu diketahui, stres memicu alarm di otak yang merespons dengan mempersiapkan tubuh untuk tindakan defensif. Sistem saraf terangsang dengan hormon, dilepaskan untuk mempertajam indra, mempercepat denyut nadi, memperdalam pernapasan, dan menegangkan otot. Respon tersebut sebenarnya penting untuk membantu tubuh bertahan melawan situasi yang mengancam.
Episode stres biasanya hanya sebentar dan jarang menimbulkan risiko. Namun, jika situasi stres tidak terselesaikan, tubuh akan menyimpan stres, akibatnya kamu akan kelelahan atau mengalami masalah kesehatan.
Dalam 20 tahun terakhir, banyak penelitian yang melihat hubungan antara stres kerja dan berbagai penyakit. Contoh penyakit yang berkaitan dengan stres kerja yaitu:
- Gangguan suasana hati.
- Gangguan tidur.
- Sakit perut.
- Sakit kepala.
Bahkan ada juga stres kronis (stres yang disimpan dalam waktu lama) yang berdampak pada penyakit kronis. Misalnya, penyakit kardiovaskular, gangguan muskuloskeletal, dan gangguan psikologis.
Itulah yang perlu diketahui tentang jenis stres kerja dan cara mengatasinya. Jika kamu mengalami stres kerja, sebaiknya segera tanyakan pada psikolog di Halodoc tentang cara mengatasinya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!
Stres dan Pola Makan Tingkatkan Risiko Diabetes, Ini Faktanya Baca Selengkapnya
Hubungi Psikolog Ini Jika Alami Stres Berat
Untuk mengelola stres kerja yang berkepanjangan, mengatasi kelelahan emosional, serta mendapatkan strategi pemulihan (coping mechanism) yang tepat dan efektif, kamu bisa berkonsultasi langsung dengan psikolog klinis.
Berikut adalah rekomendasi psikolog di Halodoc yang bisa kamu hubungi:
- Veenu S.Psi, M.Psi, Psikolog: Ia adalah psikolog dengan pengalaman lebih dari 19 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (2005) dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (2008). Ia kini praktik di Yogyakarta, DIY, tercatat sebagai anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
- Istiqomah S.Psi., M.Psi., Psikolog: Ia adalah psikolog dengan pengalaman lebih dari 2 tahun, berhasil lulus dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta (2021 dan 2024). Ia kini praktik di Pontianak, Kalimantan Barat, tercatat sebagai anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
- Khadijah Amaliah S.Psi, M.Psi, Psikolog: Ia adalah psikolog dengan pengalaman lebih dari 5 tahun, berhasil lulus dari Universitas Islam Riau(2011) dan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (2020). Ia kini praktik di Pekanbaru, Riau tercatat sebagai anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
Dokter tersebut tersedia selama 24 jam di Halodoc sehingga kamu bisa lakukan konsultasi dari mana saja dan kapan saja.
Namun, jika dokter sedang tidak tersedia atau offline, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi melalui aplikasi Halodoc.
Tunggu apalagi? Ayo, pakai Halodoc sekarang juga!
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:
✅ Dokter tersedia 24 jam.
✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
✅ Bisa dicover asuransi.
✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat.
✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%.
Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

Bingung Harus Konsul ke Dokter Apa? Tanya HILDA, Gratis!
Pernah merasakan gangguan kesehatan yang bikin nggak nyaman tapi malah makin stres karena bingung harus konsul ke mana? Berhenti scrolling gejala di internet yang cuma bikin panik, ya!
Kenalin HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant), asisten AI pintar yang siap jadi “pintu pertama” perjalanan sehatmu di Halodoc. HILDA bukan cuma asisten biasa; dia bakal bantu kamu:
- Kasih Gambaran Awal: Jawab pertanyaan kesehatan umum kamu dalam sekejap.
- Navigasi Spesialis: Bingung mau ke dokter apa? HILDA bakal arahkan ke dokter spesialis yang paling pas.
- Solusi Cepat: Mulai dari cari obat sampai layanan kesehatan yang tepat, semua dibantu HILDA.
Gak perlu bingung lagi, ada HILDA yang selalu siaga. Download Halodoc sekarang!








