Kenali 3 Komplikasi Serius Akibat Cutaneous Larva Migrans
Cutaneous larva migrans adalah infeksi kulit akibat larva cacing tambang yang masuk melalui kulit, menimbulkan rasa gatal hebat dan ruam berbentuk berkelok.

Daftar Isi:
- Apa Itu Cutaneous Larva Migrans?
- Penyebab Cutaneous Larva Migrans
- Gejala Cutaneous Larva Migrans
- Diagnosis Cutaneous Larva Migrans
- Awas! 3 Komplikasi yang Disebabkan Cutaneous Larva Migrans
- Pengobatan Cutaneous Larva Migrans
- Pencegahan Cutaneous Larva Migrans
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kesimpulan
- Pertanyaan Umum Seputar Cutaneous Larva Migrans
Cutaneous larva migrans (CLM) adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh larva cacing tambang, yang biasanya menyerang hewan seperti anjing atau kucing, namun dapat menular ke manusia melalui kontak dengan tanah atau pasir yang terkontaminasi.
Kondisi ini memicu rasa gatal yang sangat intens dan munculnya ruam berkelok khas di permukaan kulit akibat pergerakan larva. Jika tidak ditangani, infeksi ini dapat menimbulkan komplikasi seperti infeksi bakteri sekunder atau reaksi alergi.
Bagaimana cara mencegah dan mengobatinya? Mari simak informasi lengkapnya dalam artikel ini.
Apa Itu Cutaneous Larva Migrans?
Cutaneous larva migrans (CLM) atau yang dikenal juga sebagai creeping eruption adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh larva (bentuk immature) cacing tambang. Larva tersebut biasanya hidup di usus hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.
Manusia dapat terinfeksi ketika kulit bersentuhan dengan tanah atau pasir yang terkontaminasi tinja hewan yang mengandung larva cacing tambang. Larva ini kemudian menembus kulit dan menyebabkan peradangan serta rasa gatal yang sangat mengganggu.
Penyebab Cutaneous Larva Migrans
Penyebab utama CLM adalah larva cacing tambang yang berasal dari hewan, terutama anjing dan kucing.
Beberapa spesies cacing tambang yang sering menjadi penyebab meliputi Ancylostoma braziliense dan Ancylostoma caninum. Telur cacing ini dikeluarkan melalui feses hewan yang terinfeksi. Di lingkungan yang lembap dan hangat, telur menetas menjadi larva.
Manusia terinfeksi ketika larva ini menembus kulit, biasanya melalui kaki, tangan, atau area lain yang kontak langsung dengan tanah atau pasir yang terkontaminasi.
Area seperti pantai, taman bermain, atau kebun yang sering menjadi tempat hewan peliharaan buang air besar memiliki risiko tinggi sebagai sumber penularan CLM.
Gejala Cutaneous Larva Migrans
Gejala utama CLM adalah munculnya ruam kemerahan yang menonjol dan berkelok-kelok pada kulit. Ruam ini seringkali terasa gatal, bahkan sangat gatal, dan dapat menyebabkan sensasi seperti terbakar atau tertusuk.
Beberapa gejala lain yang mungkin timbul meliputi:
- Gatal intens: Rasa gatal yang sangat mengganggu, terutama pada malam hari.
- Ruam berkelok: Munculnya garis merah atau ruam yang tidak beraturan dan tampak seperti jalur yang bergerak di bawah kulit.
- Benjolan kecil: Pada beberapa kasus, dapat muncul benjolan kecil atau lepuhan di sepanjang jalur ruam.
- Peradangan: Area kulit yang terinfeksi dapat mengalami peradangan, menjadi merah, bengkak, dan terasa hangat saat disentuh.
Diagnosis Cutaneous Larva Migrans
Diagnosis CLM biasanya ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik dan riwayat paparan.
Dokter akan memeriksa ruam kulit yang khas dan menanyakan tentang aktivitas yang mungkin menjadi penyebab paparan larva cacing tambang, seperti berjalan tanpa alas kaki di pantai atau berkebun.
Meskipun jarang diperlukan, biopsi kulit dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan kondisi kulit lain.
Pemeriksaan tinja umumnya tidak dilakukan dalam diagnosis CLM, karena larva tidak berkembang menjadi cacing dewasa dalam tubuh manusia.
Simak selengkapnya, Begini Cara Mendiagnosis Cutaneous Larva Migrans
3 Komplikasi yang Disebabkan Cutaneous Larva Migrans
Cutaneous larva migrans umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan.
Namun, pada beberapa kasus, CLM dapat menyebabkan komplikasi seperti berikut:
1. Infeksi sekunder
Menggaruk area yang gatal dapat menyebabkan luka terbuka dan meningkatkan risiko infeksi bakteri sekunder. Infeksi ini dapat menyebabkan kulit menjadi lebih merah, bengkak, nyeri, dan mengeluarkan nanah.
2. Reaksi alergi
Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap larva cacing tambang, yang dapat menyebabkan ruam yang lebih luas, gatal-gatal, atau bahkan kesulitan bernapas.
3. Folikulitis
Folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut di area yang terinfeksi. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya benjolan kecil berisi nanah di sekitar folikel rambut.
Pengobatan Cutaneous Larva Migrans
Pengobatan CLM bertujuan untuk membunuh larva cacing tambang dan meredakan gejala. Beberapa pilihan pengobatan yang umum meliputi:
- Obat antiparasit oral: Obat seperti albendazole atau ivermectin biasanya diresepkan untuk membunuh larva cacing tambang. Dosis dan lama pengobatan akan ditentukan oleh dokter.
- Krim atau lotion kortikosteroid: Obat topikal ini dapat membantu mengurangi peradangan dan gatal pada kulit.
- Kompres dingin: Kompres dingin dapat membantu meredakan gatal dan peradangan.
Kamu alami gatal kulit? Ini Rekomendasi 7 Obat Gatal pada Kulit yang Ampuh di Apotek.
Pencegahan Cutaneous Larva Migrans
Pencegahan adalah cara terbaik untuk menghindari CLM. Beberapa langkah pencegahan yang efektif meliputi:
- Hindari kontak langsung dengan tanah atau pasir yang mungkin terkontaminasi. Gunakan alas kaki saat berjalan di pantai, taman bermain, atau area lain yang berpotensi menjadi tempat hewan peliharaan buang air besar.
- Jaga kebersihan hewan peliharaan. Berikan obat cacing secara teratur pada hewan peliharaan dan bersihkan kotorannya dengan benar.
- Cuci tangan secara teratur. Cuci tangan dengan sabun dan air setelah beraktivitas di luar ruangan, terutama setelah berkebun atau bermain di tanah.
- Edukasi. Tingkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko dan cara pencegahan CLM.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala CLM, terutama jika:
- Ruam terasa sangat gatal dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Ruam semakin meluas atau menunjukkan tanda-tanda infeksi sekunder.
- Muncul gejala alergi seperti gatal-gatal, bengkak, atau kesulitan bernapas.
Dokter akan memberikan diagnosis yang tepat dan merekomendasikan pengobatan yang sesuai untuk kondisi .
Kesimpulan
Cutaneous larva migrans adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh larva cacing tambang dari hewan.
Meskipun umumnya tidak berbahaya, CLM dapat menyebabkan rasa gatal yang sangat mengganggu dan berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan baik. Pencegahan adalah kunci utama untuk menghindari infeksi ini.
Jika mengalami gejala CLM, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Konsultasi dengan dokter spesialis kulit kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.
Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc.
Produknya 100% asli (original) dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.
Yuk, download Halodoc sekarang juga!
Referensi:
Medscape. Diakses pada 2025. Cutaneous Larva Migrans
NCBI. Diakses pada 2025. Cutaneous Larva Migrans
Pertanyaan Umum Seputar Cutaneous Larva Migrans
Q: Apakah CLM menular dari manusia ke manusia?
A: Tidak, CLM tidak menular dari manusia ke manusia. Infeksi ini hanya terjadi melalui kontak langsung dengan tanah atau pasir yang terkontaminasi larva cacing tambang dari hewan.
Q: Berapa lama CLM dapat sembuh?
A: Tanpa pengobatan, CLM dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan. Namun, pengobatan dengan obat antiparasit dapat mempercepat proses penyembuhan dan meredakan gejala dengan lebih cepat.
Q: Apakah CLM dapat dicegah?
A: Ya, CLM dapat dicegah dengan menghindari kontak langsung dengan tanah atau pasir yang mungkin terkontaminasi, menjaga kebersihan hewan peliharaan, dan mencuci tangan secara teratur setelah beraktivitas di luar ruangan.


