Gunakan beberapa bahan alami sebagai cara mengusir tikus di rumah.

DAFTAR ISI
- Bahaya Kesehatan Akibat Tikus Curut
- Cara Mengusir Tikus Curut dari Rumah
- Langkah Aman Membersihkan Kotoran Tikus
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Kehadiran tikus curut di dalam rumah sering kali menjadi masalah yang sangat mengganggu kenyamanan. Berbeda dengan tikus got biasa, curut (Suncus murinus) sebenarnya termasuk dalam kelompok hewan pemakan serangga (insektivora). Namun, karena habitatnya yang sering berdekatan dengan manusia dan lingkungan yang kotor, hewan pengerat bermoncong runcing ini kerap masuk ke dalam rumah. Mereka tidak hanya menimbulkan suara berisik dan merusak barang, tetapi juga meninggalkan bau yang sangat menyengat dari kelenjar di tubuhnya, serta urin dan kotoran yang berceceran di berbagai sudut rumah.
Lebih dari sekadar masalah kebersihan, kehadiran tikus curut membawa risiko kesehatan yang tidak boleh diremehkan. Hewan ini dapat menjadi vektor atau pembawa berbagai jenis penyakit menular. Urin, tinja, air liur, hingga gigitan tikus curut dapat menularkan bakteri dan virus berbahaya kepada manusia. Beberapa penyakit serius seperti Leptospirosis, Salmonellosis, hingga infeksi Hantavirus dapat berawal dari paparan kotoran tikus yang tidak sengaja tersentuh atau mengkontaminasi makanan dan minuman di rumah.
Oleh karena itu, membiarkan tikus curut berkeliaran di dalam rumah sama halnya dengan menaruh kesehatan seluruh anggota keluarga dalam bahaya. Tindakan pencegahan dan pengendalian hama secara komprehensif harus segera dilakukan. Langkah yang tepat dan aman tidak hanya berfokus pada pembasmian, tetapi juga pencegahan agar hewan ini tidak kembali masuk ke dalam area tempat tinggal.
Nah, mau tahu apa saja risiko penyakit yang dibawanya serta bagaimana cara efektif mengatasinya? Berikut ulasan lengkapnya!
Bahaya Kesehatan Akibat Tikus Curut
Sebelum membahas cara membasminya, sangat penting untuk memahami mengapa hewan ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Tikus curut hidup di tempat yang lembap, gelap, dan sering kali kotor. Kondisi ini membuat mereka rentan membawa berbagai patogen penyakit, di antaranya:
1. Leptospirosis
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang umumnya ditularkan melalui urin tikus. Infeksi dapat terjadi jika air, tanah, atau makanan yang terkontaminasi urin tikus masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka terbuka pada kulit, atau melalui selaput lendir mata, hidung, dan mulut. Gejalanya meliputi demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri otot, muntah, hingga penyakit kuning. Jika tidak segera ditangani, leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan ginjal, meningitis, gagal hati, bahkan kematian.
2. Salmonellosis
Tikus curut sering berkeliaran di area dapur untuk mencari makanan. Saat mereka menyentuh peralatan makan atau bahan makanan, bakteri Salmonella yang ada pada tubuh atau kotoran mereka dapat tertinggal. Manusia yang mengonsumsi makanan terkontaminasi ini bisa mengalami keracunan makanan dengan gejala seperti diare hebat, kram perut, demam, mual, dan muntah.
3. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
Meskipun lebih umum ditularkan oleh jenis tikus tertentu, risiko penyebaran virus melalui udara (airborne) dari feses dan urin tikus yang mengering tetap ada. Hantavirus dapat terhirup saat kamu membersihkan kotoran tikus tanpa menggunakan masker. Penyakit ini menyerang paru-paru dan memiliki tingkat kefatalan yang cukup tinggi, dengan gejala awal menyerupai flu yang cepat memburuk menjadi sesak napas parah.
4. Rat-Bite Fever (Demam Gigitan Tikus)
Penyakit ini ditularkan melalui gigitan atau cakaran tikus yang terinfeksi bakteri Streptobacillus moniliformis. Selain melalui gigitan langsung, penyakit ini juga bisa menyebar jika seseorang mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi feses tikus. Gejalanya berupa demam, ruam kulit, nyeri sendi, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Cara Mengusir Tikus Curut dari Rumah
Mengingat bahaya kesehatannya yang tinggi, kamu perlu segera mengambil tindakan. Berikut adalah berbagai cara alami dan aman yang bisa diterapkan untuk mengusir tikus curut dari lingkungan rumah:
1. Menutup Semua Akses Masuk
Langkah paling krusial adalah mencegah tikus curut masuk ke dalam rumah. Periksa seluruh sudut rumah, mulai dari atap, celah di bawah pintu, lubang ventilasi, hingga retakan pada dinding. Gunakan kawat kasa aluminium, semen, atau sealant untuk menutup celah sekecil apa pun. Tikus curut memiliki tubuh yang elastis dan dapat menyusup melalui lubang yang sangat kecil, seukuran uang logam.
2. Menggunakan Minyak Esensial Peppermint
Tikus curut memiliki indra penciuman yang sangat tajam dan sensitif. Bau yang menyengat dapat mengganggu dan membuat mereka enggan mendekat. Minyak esensial peppermint (daun mint) adalah salah satu pengusir alami yang ampuh. Teteskan minyak peppermint pada bola kapas, lalu letakkan di area yang sering dilalui tikus, seperti sudut dapur, dekat tempat sampah, atau di bawah lemari. Ganti kapas setiap beberapa hari sekali agar aromanya tetap kuat.
3. Memanfaatkan Kapur Barus (Kamper)
Kapur barus mengandung bahan kimia dengan aroma yang sangat tidak disukai oleh tikus curut maupun serangga lainnya. Sebarkan beberapa butir kapur barus di tempat-tempat yang lembap dan gelap, seperti gudang, garasi, atau loteng. Namun, berhati-hatilah jika kamu memiliki anak kecil atau hewan peliharaan di rumah; pastikan kapur barus diletakkan di tempat yang tidak mudah dijangkau untuk mencegah risiko keracunan tidak sengaja.
4. Menjaga Kebersihan Area Dapur dan Tempat Sampah
Tikus curut masuk ke rumah manusia utamanya untuk mencari sumber makanan. Jika rumahmu bersih, mereka tidak memiliki alasan untuk tinggal. Simpan semua bahan makanan dalam wadah kedap udara (kaca atau plastik tebal). Jangan biarkan piring kotor menumpuk semalaman di wastafel. Selain itu, pastikan tempat sampah selalu tertutup rapat dan buang sampah ke luar rumah setiap hari.
5. Menggunakan Perangkap Ramah Lingkungan
Jika tikus curut sudah terlanjur bersarang di dalam rumah, menggunakan perangkap hidup (live trap) bisa menjadi solusi yang lebih aman dibandingkan menggunakan racun mematikan. Racun tikus sangat berbahaya karena tikus bisa mati di lokasi yang tersembunyi, seperti di atas plafon atau di balik dinding, yang nantinya akan menimbulkan bau bangkai menyengat dan menjadi sumber bakteri baru. Letakkan perangkap dengan umpan seperti selai kacang atau ikan asin di jalur yang biasa mereka lewati.
Tips Tambahan Pencegahan Hama di Rumah
- Rutin pangkas semak-semak dan dahan pohon yang menempel pada dinding luar rumah.
- Pastikan saluran air dan got di sekitar rumah mengalir lancar, tidak ada genangan air yang mengundang tikus.
- Gunakan cairan pembersih beraroma karbol atau pinus saat mengepel lantai, karena aromanya dibenci oleh hewan pengerat.
Langkah Aman Membersihkan Kotoran Tikus
Jika kamu menemukan kotoran atau urin tikus curut, jangan langsung menyapunya. Menyapu atau menggunakan vacuum cleaner akan membuat partikel debu dan virus (seperti Hantavirus) beterbangan di udara dan terhirup. Ikuti panduan pembersihan berikut:
1. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD)
Selalu gunakan sarung tangan karet dan masker medis (minimal masker bedah, lebih baik N95) sebelum mulai membersihkan kotoran tikus. Hal ini sangat penting untuk mencegah patogen masuk ke saluran pernapasan atau pori-pori kulit.
2. Semprotkan Cairan Disinfektan
Sebelum menyentuh kotoran, semprot area yang terdapat urin atau tinja tikus dengan cairan disinfektan atau campuran pemutih pakaian dan air (dengan rasio 1 bagian pemutih : 10 bagian air). Biarkan selama 5-10 menit agar bakteri dan virus mati, sekaligus mencegah debu beterbangan.
3. Angkat dengan Tisu Basah
Gunakan tisu basah atau handuk kertas (paper towel) untuk mengangkat kotoran tikus secara perlahan. Masukkan tisu tersebut ke dalam kantong plastik yang tertutup rapat, lalu buang ke tempat sampah di luar rumah.
4. Sterilisasi Area
Setelah kotoran terangkat, pel area tersebut dengan sabun desinfektan dan air panas. Cuci bersih sarung tangan sebelum dilepas, kemudian cuci tanganmu menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik.
Kapan Harus ke Dokter?
Meski kamu sudah melakukan pembersihan, risiko infeksi bisa saja sudah terjadi. Infeksi yang ditularkan oleh hewan pengerat memiliki masa inkubasi yang bervariasi, mulai dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Jika kamu mengalami demam tinggi, nyeri otot, mata merah, sakit kepala hebat, atau diare setelah mencari tahu cara mengusir tikus curut namun tetap terpapar kotoran atau air kencingnya, jangan tunda lagi. Segera pastikan kamu melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penanganan medis dini dan tes infeksi bakteri seperti leptospirosis.
Selain penanganan dari dokter, menjaga imunitas tubuh adalah pertahanan utama dalam melawan berbagai penyakit menular. Pastikan asupan nutrisimu terpenuhi setiap hari. Untuk mendukung kesehatan keluarga, kamu bisa beli obat online di Halodoc seperti multivitamin, suplemen daya tahan tubuh, dan alat kesehatan, di mana produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.
Studi Mengenai Penyakit Bawaan Tikus
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa hewan pengerat, termasuk berbagai jenis tikus yang hidup di area pemukiman perkotaan, adalah reservoir utama untuk penyebaran patogen Leptospira penyebab leptospirosis. Studi tersebut menekankan bahwa intervensi lingkungan, termasuk pengendalian hama di perumahan dan sanitasi yang baik, mampu menurunkan risiko wabah leptospirosis secara signifikan, terutama di daerah rawan banjir.
Lebih lanjut, temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pencegahan penyakit tidak hanya bergantung pada pengobatan medis, melainkan pada modifikasi lingkungan rumah untuk mencegah hewan pengerat bersarang, seperti menutup lubang akses dan mengelola limbah rumah tangga dengan benar.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2024. Rodents.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Leptospirosis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Salmonella infection.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Hantavirus Pulmonary Syndrome.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Waspada Penyakit Leptospirosis Saat Musim Hujan.
FAQ
1. Apakah cara mengusir tikus curut dengan kapur barus aman untuk keluarga?
Kapur barus efektif karena baunya menyengat bagi tikus, tetapi penggunaannya harus hati-hati. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan karena jika tertelan dapat menyebabkan keracunan. Gunakan di tempat tersembunyi seperti loteng atau sudut gudang.
2. Apa tanda-tanda tikus curut sudah bersarang di dalam rumah?
Tanda paling jelas adalah bau pesing yang sangat khas dan menyengat, penemuan kotoran berbentuk kecil memanjang di area dapur atau sudut ruangan, suara berdecit di malam hari, serta adanya bekas gigitan pada kemasan makanan, kabel, atau perabotan kayu.
3. Penyakit apa yang paling sering ditularkan oleh tikus curut di Indonesia?
Di Indonesia, Leptospirosis adalah penyakit yang paling sering mewabah akibat tikus, terutama pada musim hujan atau banjir. Penyakit ini menular ketika urin tikus yang mengandung bakteri Leptospira bercampur dengan genangan air dan mengenai kulit yang terluka.
4. Apakah memelihara kucing efektif untuk mengusir tikus curut?
Secara alami, bau kucing sebagai predator dapat menakuti sebagian besar hewan pengerat, termasuk tikus curut. Namun, curut memiliki bau kelenjar yang sangat busuk, sehingga beberapa kucing mungkin enggan untuk memburu atau memakannya. Meski begitu, kehadiran kucing tetap dapat bertindak sebagai alat pencegah (deterrent) yang baik.
5. Bolehkan menyapu kotoran tikus dengan sapu biasa?
Sangat tidak disarankan. Menyapu kotoran tikus yang kering dapat membuat partikel virus dan bakteri terbang ke udara dan terhirup. Selalu semprot kotoran dengan cairan pemutih atau disinfektan terlebih dahulu, lalu angkat menggunakan tisu dan lap basah sambil menggunakan masker medis.



