Ad Placeholder Image

Kenali 5 Manfaat Mineral Selenium untuk Tubuh

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   09 Juni 2026

Selenium dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Kenali 5 Manfaat Mineral Selenium untuk TubuhKenali 5 Manfaat Mineral Selenium untuk Tubuh

Ringkasan: Selenium adalah mineral mikro esensial yang berfungsi sebagai antioksidan kuat untuk melindungi sel dari kerusakan oksidatif dan mendukung fungsi kelenjar tiroid. Tubuh memerlukan asupan selenium dari makanan atau suplemen karena mineral ini tidak dapat diproduksi secara mandiri oleh sistem metabolisme manusia.

Apa Itu Selenium?

Selenium adalah unsur kimia mikronutrien yang diperlukan tubuh untuk membentuk selenoprotein, yaitu protein khusus yang berfungsi sebagai enzim antioksidan. Mineral ini memainkan peran krusial dalam sintesis DNA, metabolisme hormon tiroid, dan perlindungan terhadap infeksi serta kerusakan seluler.

Kandungan selenium dalam tubuh biasanya disimpan pada jaringan otot rangka, meskipun kelenjar tiroid memiliki konsentrasi selenium tertinggi per gram jaringan. Fungsi utamanya mencakup peningkatan sistem imun dan pencegahan penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Tanpa kadar selenium yang cukup, tubuh menjadi rentan terhadap stres oksidatif yang dapat memicu peradangan kronis. Kehadiran mineral ini memastikan mekanisme pertahanan seluler berjalan optimal dalam menetralisir radikal bebas.

Gejala Kekurangan Selenium

Gejala kekurangan selenium sering kali muncul secara bertahap dan memengaruhi berbagai sistem organ, terutama jantung, sendi, dan sistem reproduksi. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang signifikan jika kadar mineral dalam darah berada di bawah ambang batas normal.

Beberapa tanda klinis yang sering ditemukan meliputi:

  • Kerontokan rambut yang tidak lazim dan kuku yang rapuh.
  • Kelelahan ekstrem dan kelemahan pada otot rangka.
  • Kabut otak (brain fog) atau kesulitan dalam berkonsentrasi.
  • Sistem kekebalan tubuh melemah sehingga mudah terserang infeksi virus.
  • Masalah kesuburan pada pria maupun wanita.

“Defisiensi selenium kronis dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit Keshan (kardiomiopati) dan penyakit Kashin-Beck (osteoartropati), terutama pada wilayah dengan kadar selenium tanah yang rendah.” — World Health Organization (WHO), 2024

Penyebab Defisiensi Selenium

Penyebab utama defisiensi selenium adalah kurangnya asupan makanan yang berasal dari wilayah dengan tanah miskin selenium. Karena tanaman menyerap mineral dari tanah, kandungan selenium dalam produk nabati sangat bergantung pada kondisi geografis tempat tanaman tersebut tumbuh.

Selain faktor asupan, kondisi medis tertentu dapat menghambat penyerapan mineral ini di saluran pencernaan. Pengidap penyakit Crohn, kolitis ulseratif, atau pasien yang baru menjalani operasi bypass lambung sering mengalami kesulitan dalam menyerap selenium secara optimal.

Pasien yang menjalani dialisis ginjal jangka panjang juga berisiko tinggi mengalami kehilangan selenium melalui proses penyaringan darah. Faktor usia lanjut dan ketergantungan pada nutrisi parenteral (infus) dalam waktu lama turut menjadi faktor risiko yang signifikan.

Metode Diagnosis Kadar Selenium

Diagnosis kadar selenium dilakukan melalui prosedur pemeriksaan laboratorium untuk mengukur konsentrasi mineral dalam sampel darah atau rambut. Pemeriksaan darah (plasma atau serum) merupakan indikator asupan selenium jangka pendek, sementara pemeriksaan kuku atau rambut mencerminkan status mineral jangka panjang.

Dokter biasanya melakukan evaluasi klinis menyeluruh untuk mencocokkan hasil laboratorium dengan gejala yang dialami pasien. Tes aktivitas enzim glutathione peroxidase juga sering digunakan sebagai indikator fungsional untuk mengetahui efektivitas selenium dalam tubuh.

Kadar selenium normal dalam darah biasanya berkisar antara 70 hingga 150 nanogram per mililiter (ng/mL). Jika hasil tes menunjukkan angka di bawah rentang tersebut, tenaga medis akan menyarankan langkah intervensi nutrisi yang sesuai dengan kondisi pasien.

Pengobatan dan Suplementasi

Pengobatan defisiensi selenium berfokus pada pemulihan kadar mineral melalui suplementasi oral dan perubahan pola makan secara terstruktur. Pemberian suplemen biasanya menggunakan bentuk selenium yang mudah diserap, seperti selenometionin atau natrium selenit.

Dosis suplementasi harus dipantau secara ketat untuk menghindari risiko keracunan selenium (selenosis) yang dapat berakibat fatal. Pemberian asupan tambahan ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas enzim antioksidan dan memperbaiki fungsi imun yang sempat menurun.

Masyarakat dapat mendapatkan asupan tambahan dengan beli obat online di Halodoc untuk memastikan ketersediaan suplemen kesehatan yang terjamin keasliannya. Penggunaan suplemen sebaiknya dilakukan berdasarkan anjuran dokter atau ahli gizi agar sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Pencegahan Melalui Sumber Makanan

Pencegahan defisiensi selenium dilakukan dengan mengonsumsi variasi makanan yang kaya akan kandungan mineral alami setiap hari. Sumber makanan terbaik meliputi protein hewani, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang ditanam di tanah subur.

Berikut adalah beberapa sumber makanan tinggi selenium:

  • Kacang Brasil (sumber terkaya selenium di dunia).
  • Ikan tuna, sarden, dan kerang-kerangan.
  • Daging merah (sapi) dan daging unggas (ayam).
  • Telur dan produk susu rendah lemak.
  • Biji bunga matahari dan nasi merah.

“Pemenuhan mikronutrien melalui gizi seimbang merupakan strategi utama dalam mencegah penyakit tidak menular dan menjaga stabilitas fungsi hormon tiroid dalam jangka panjang.” — Kementerian Kesehatan RI, 2023

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasi medis diperlukan jika muncul gejala klinis seperti kelemahan otot yang tidak kunjung sembuh atau kerontokan rambut yang progresif. Diagnosis dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius pada organ jantung dan kelenjar endokrin.

Pemeriksaan rutin juga disarankan bagi individu dengan kondisi malabsorpsi kronis atau mereka yang tinggal di daerah dengan defisiensi selenium endemik. Segera hubungi tenaga medis jika terjadi gejala kelebihan dosis (napas berbau bawang atau rasa logam di mulut) setelah mengonsumsi suplemen.

Untuk penanganan lebih lanjut, disarankan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan panduan medis yang tepat dan akurat. Penanganan tepat waktu membantu mengoptimalkan proses pemulihan metabolisme tubuh.

Kesimpulan

Selenium merupakan mineral krusial yang mendukung sistem imun, fungsi tiroid, dan perlindungan seluler melalui peran antioksidannya. Kekurangan mineral ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari kelelahan hingga gangguan jantung serius. Pemenuhan asupan melalui diet seimbang dan suplementasi yang tepat menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.