Kenali Ciri Bayi Sakit Perut yang Membuat Si Kecil Rewel

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Produk untuk Sakit Perut pada Bayi
- Tanda-tanda Harus Segera ke Dokter
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Referensi
- FAQ
Mendengar tangisan bayi yang tidak kunjung reda tentu sering kali membuat orang tua merasa cemas dan kebingungan. Salah satu penyebab paling umum dari tangisan yang berkepanjangan ini adalah gangguan pencernaan. Kondisi sakit perut pada bayi biasanya ditandai dengan Si Kecil yang sering melengkungkan punggungnya, menarik kakinya ke arah perut, mengepalkan tangan, hingga wajahnya yang memerah karena terus menangis.
Penting untuk dipahami bahwa sistem pencernaan bayi yang baru lahir masih dalam tahap perkembangan dan belum matang secara sempurna. Usus mereka masih belajar cara memproses makanan, baik itu ASI maupun susu formula. Selain itu, bayi sering kali menelan terlalu banyak udara saat menyusu atau saat menangis, yang kemudian terperangkap di dalam saluran cerna dan memicu penumpukan gas. Hal inilah yang menyebabkan perut bayi terasa kembung, keras, dan nyeri, atau yang sering dikenal dengan istilah kolik.
Meski umumnya bukan kondisi medis yang berbahaya, sakit perut akibat gas atau kolik tentu sangat mengganggu kenyamanan Si Kecil dan kualitas tidur seluruh anggota keluarga. Penanganan pertama yang tepat di rumah, seperti pijat lembut, memposisikan bayi dengan benar setelah menyusu, dan penggunaan produk-produk perawatan bayi yang aman, sangat krusial untuk meredakan keluhannya. Kini, kamu tidak perlu repot lagi saat butuh beli obat atau perlengkapan kesehatan anak, karena semuanya bisa didapatkan secara praktis dari rumah.
Nah, mau tahu apa saja pilihan produk yang aman untuk meredakan perut kembung dan sakit perut pada bayi? Berikut ulasannya!
Rekomendasi Produk untuk Sakit Perut pada Bayi
Sistem pencernaan bayi sangat sensitif, sehingga penggunaan obat oral berbahan kimia keras tidak disarankan tanpa pengawasan dokter. Sebagai apoteker, sangat direkomendasikan untuk menggunakan produk topikal (oles) atau suplemen probiotik yang memang teruji aman untuk bayi. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk yang bisa kamu sediakan di rumah:
1. Minyak Telon Lang 60 ml
Minyak Telon Lang merupakan produk topikal legendaris yang sudah sangat dipercaya oleh para ibu di Indonesia untuk mengatasi masalah perut kembung pada bayi. Minyak telon ini diformulasikan dari campuran tiga bahan herbal alami, yaitu minyak kayu putih (Oleum Cajuputi), minyak adas manis (Oleum Anisi), dan minyak kelapa (Oleum Cocos).
Kandungan minyak kayu putih memberikan sensasi hangat yang pas untuk kulit bayi yang tipis, sehingga membantu melebarkan pembuluh darah lokal dan meredakan rasa tidak nyaman di perut. Minyak adas manis bekerja untuk merelaksasi otot-otot perut bayi yang tegang akibat tumpukan gas, sementara minyak kelapa berfungsi sebagai pelumas yang lembut dan menjaga kelembapan kulit bayi agar tidak iritasi.
Dosis dan aturan pakai:
- Oleskan secukupnya pada perut, dada, dan punggung bayi.
- Gunakan setiap habis mandi atau setiap saat bayi merasa tidak nyaman dan rewel karena kedinginan atau perut kembung.
- Dapat digunakan sembari melakukan pijatan ILU (I Love You) pada perut bayi untuk mendorong gas keluar.
Produk ini termasuk produk bebas yang aman digunakan setiap hari untuk pemakaian luar. Pastikan menghindari area mata dan area yang sedang mengalami luka terbuka.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Minyak Telon Lang 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc
2. Interlac Oral Drops 5 ml
Jika perut kembung dan kolik pada bayi terjadi sangat sering, kemungkinan ada ketidakseimbangan mikrobioma atau bakteri baik di dalam saluran cernanya. Interlac Oral Drops adalah suplemen makanan yang mengandung bakteri baik Lactobacillus reuteri Protectis. Strain probiotik ini merupakan salah satu flora normal usus manusia yang secara klinis terbukti efektif dan aman untuk bayi sejak hari pertama kelahirannya (newborn).
Probiotik ini bekerja dengan cara menyeimbangkan jumlah bakteri baik di dalam usus, melawan bakteri patogen penyebab gangguan pencernaan, dan mengurangi peradangan ringan pada usus bayi. Manfaat utamanya adalah meredakan kolik infantil, mengatasi konstipasi (sembelit), meminimalisir gumoh, serta memperkuat sistem imun pencernaan Si Kecil.
Dosis dan aturan pakai:
- Bayi dan anak-anak: 5 tetes, diberikan 1 kali sehari.
- Kocok botol dengan baik selama 10 detik sebelum digunakan.
- Dapat diteteskan langsung ke mulut bayi menggunakan sendok, atau dicampurkan ke dalam ASI perah, susu formula, maupun air putih.
- Jangan dicampurkan ke dalam minuman atau makanan yang panas (lebih dari 37 derajat Celcius) karena dapat merusak bakteri hidup di dalamnya.
Produk ini tergolong suplemen bebas yang aman dikonsumsi harian. Simpan di tempat sejuk atau di dalam lemari es setelah kemasan dibuka agar kualitas probiotik tetap terjaga.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Interlac Oral Drops 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Mengatasi dan Mencegah Kolik Perut Bayi di Rumah
- Sendawakan Bayi Secara Rutin: Selalu sendawakan Si Kecil di tengah-tengah sesi menyusu (saat berganti payudara) dan setiap kali selesai menyusu untuk mengeluarkan udara yang tertelan.
- Lakukan Gerakan Mengayuh Sepeda: Baringkan bayi secara telentang, lalu pegang kedua pergelangan kakinya. Gerakkan kaki bayi maju-mundur secara bergantian perlahan mengarah ke perutnya, seperti sedang mengayuh sepeda. Ini sangat efektif mendorong gas keluar dari usus.
- Perhatikan Posisi Menyusu: Pastikan posisi kepala bayi lebih tinggi dari perutnya saat menyusu agar cairan susu mengalir mulus ke bawah dan udara berada di atas sehingga lebih mudah disendawakan.
3. Purekids Aise Belly Natural 60 ml
Purekids Aise Belly adalah sirup herbal alami yang diformulasikan khusus untuk membantu meredakan masuk angin, perut kembung, dan kram perut pada anak-anak. Produk ini mengandung kombinasi ekstrak tanaman herbal berkhasiat seperti ekstrak Terpeneless Dill Seed Oil, ekstrak Chamomile, ekstrak Fennel, ekstrak Ginger (Jahe), dan ekstrak Lemon Balm.
Kandungan Fennel (adas) dan Jahe bekerja sinergis sebagai karminatif, yaitu zat yang membantu memecah gelembung gas di dalam perut dan usus sehingga mudah dikeluarkan melalui kentut atau sendawa. Sementara itu, kandungan Chamomile dan Lemon Balm memiliki efek menenangkan (soothing) pada otot pencernaan yang kram dan membantu bayi agar lebih rileks dan mudah tidur setelah rewel akibat sakit perut.
Dosis dan aturan pakai:
- Bayi usia di atas 6 bulan hingga 2 tahun: 1 sendok teh (5 ml), diberikan 1-3 kali sehari sesuai kebutuhan.
- Anak usia di atas 2 tahun: 1 sendok makan (15 ml), diberikan 1-3 kali sehari.
- Dapat diminum langsung atau dicampur dengan sedikit air putih.
Obat ini termasuk golongan obat bebas dengan bahan herbal. Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan pastikan produk ini diberikan pada bayi yang usianya sudah memenuhi batas anjuran.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Purekids Aise Belly Natural 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Tanda-tanda Harus Segera ke Dokter
Sebagian besar kasus sakit perut pada bayi disebabkan oleh akumulasi gas yang tidak berbahaya. Namun, ada kalanya keluhan pencernaan merupakan indikasi dari kondisi medis yang lebih serius, seperti infeksi saluran cerna, alergi protein susu sapi, atau kondisi medis darurat seperti intususepsi (terlipatnya usus).
1. Muntah Hebat dan Menyembur (Proyektil)
Gumoh setelah menyusu adalah hal yang normal. Namun, jika bayi muntah dengan tenaga yang kuat hingga menyembur (muntah proyektil), berwarna kehijauan atau kekuningan, ini bisa menandakan adanya sumbatan pada saluran cerna dan memerlukan penanganan medis segera.
2. Perubahan pada Feses (Diare Berdarah)
Jika kamu menemukan adanya lendir tebal atau bercak darah segar pada popok bayi, segera konsultasikan dengan dokter. Kotoran berdarah yang teksturnya menyerupai jeli merah (currant jelly stool) adalah gejala khas dari intususepsi, sedangkan diare cair kronis bisa menjadi tanda alergi susu atau gastroenteritis.
3. Disertai Demam Tinggi
Sakit perut karena gas atau kolik biasa tidak akan menyebabkan demam. Jika bayi berusia di bawah 3 bulan mengalami demam (suhu rektal mencapai 38 derajat Celcius atau lebih) bersamaan dengan keluhan rewel dan perut kencang, ini merupakan tanda peringatan infeksi yang harus segera diperiksa secara klinis.
Studi Mengenai Efektivitas Probiotik pada Bayi Kolik
Jurnal Pediatrics (American Academy of Pediatrics) menerbitkan studi komprehensif pada tahun 2018 yang menjelaskan bahwa pemberian suplementasi probiotik Lactobacillus reuteri DSM 17938 secara signifikan mengurangi durasi menangis pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dan menderita kolik.
Studi ini menemukan bahwa bayi yang diberikan probiotik tersebut mengalami penurunan waktu menangis rata-rata hingga 50% lebih cepat dibandingkan kelompok yang hanya menerima plasebo. Temuan ini menegaskan betapa pentingnya keseimbangan mikrobioma usus pada minggu-minggu pertama kehidupan bayi dalam mencegah peradangan usus ringan dan pembentukan gas berlebih. Oleh karena itu, penggunaan probiotik khusus bayi terbukti secara medis menjadi pendekatan yang aman dan efektif untuk mengatasi kolik.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi
Referensi:
American Academy of Pediatrics (AAP). Diakses pada 2024. Colic Relief Tips for Parents.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Colic – Symptoms and causes.
National Center for Biotechnology Information (NCBI) – PubMed. Diakses pada 2024. Lactobacillus reuteri to Treat Infant Colic: A Meta-analysis.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Infant Nutrition and Digestive Health.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Kenali Gejala Perut Kembung dan Kolik pada Bayi Baru Lahir.
FAQ
1. Apa saja penyebab sakit perut pada bayi?
Penyebab paling umum adalah penumpukan gas akibat menelan udara saat menangis atau menyusu (aerofagia). Penyebab lainnya meliputi sistem pencernaan yang belum matang, intoleransi laktosa sementara, alergi protein susu sapi, atau ibu menyusui yang mengonsumsi makanan yang memicu gas seperti kubis atau kafein.
2. Bolehkah bayi diberikan obat penurun panas atau paracetamol saat sakit perut?
Paracetamol hanya diberikan jika sakit perut disertai dengan demam dan bayi tampak sangat kesakitan, dan penggunaannya harus selalu di bawah anjuran dokter anak. Jangan memberikan sembarang obat pereda nyeri karena dapat mengiritasi lambung bayi yang masih sensitif.
3. Berapa lama fase kolik atau sering sakit perut ini akan berlangsung?
Kolik biasanya dimulai saat bayi berusia sekitar 2 hingga 3 minggu, mencapai puncaknya pada usia 6 minggu, dan umumnya akan mereda dengan sendirinya (sembuh) saat bayi menginjak usia 3 hingga 4 bulan seiring dengan semakin matangnya saluran pencernaan mereka.
4. Apakah perlu mengganti susu formula jika bayi sering kembung?
Jika bayi minum susu formula dan sering kembung atau diare, jangan langsung mengganti merek susu tanpa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Dokter perlu mendiagnosis apakah keluhan tersebut benar karena alergi susu sapi, botol susu yang kurang tepat (banyak udara masuk), atau hal lainnya, sebelum meresepkan susu terhidrolisa parsial atau susu soya.



