Ad Placeholder Image

Kenali Ciri-Ciri Plasenta Previa Demi Kehamilan Sehat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Ciri-ciri Plasenta Previa: Kenali Gejala, Cegah Risiko

Kenali Ciri-Ciri Plasenta Previa Demi Kehamilan SehatKenali Ciri-Ciri Plasenta Previa Demi Kehamilan Sehat

Apa Itu Plasenta Previa?

Plasenta previa adalah kondisi medis kehamilan di mana plasenta, organ yang menyediakan nutrisi dan oksigen untuk janin, menempel di bagian bawah rahim. Posisi ini menyebabkan plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir, yaitu leher rahim atau serviks.

Kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius selama kehamilan dan persalinan, sehingga memerlukan pemantauan dan penanganan medis yang cermat.

Ciri-Ciri Utama Plasenta Previa yang Perlu Diketahui

Ciri utama plasenta previa adalah perdarahan vagina yang terjadi secara tiba-tiba dan tanpa rasa sakit. Perdarahan ini memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dari jenis perdarahan lain selama kehamilan.

  • Perdarahan Vagina Merah Cerah: Darah yang keluar umumnya berwarna merah cerah, bukan merah gelap atau kecoklatan, yang menunjukkan perdarahan baru.
  • Terjadi Tiba-tiba: Perdarahan seringkali muncul secara mendadak, tanpa peringatan atau pemicu yang jelas.
  • Tanpa Rasa Sakit: Ini adalah ciri paling khas. Ibu hamil biasanya tidak merasakan nyeri atau kram perut yang menyertai perdarahan.
  • Waktu Kemunculan: Perdarahan umumnya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu, seringkali di akhir trimester kedua atau awal trimester ketiga.
  • Bersifat Intermiten: Perdarahan bisa berhenti sendiri untuk sementara waktu, namun kemudian dapat berulang kembali, bahkan bisa menjadi lebih banyak dari sebelumnya.
  • Disertai Kontraksi atau Mulas: Meskipun perdarahan utamanya tanpa rasa sakit, pada beberapa kasus, perdarahan dapat disertai dengan kontraksi rahim ringan atau rasa mulas.

Perdarahan ini terjadi karena leher rahim mulai menipis dan melebar menjelang persalinan atau bahkan selama kehamilan normal, menyebabkan area plasenta yang melekat pada serviks sedikit terpisah dan berdarah.

Jenis-jenis Plasenta Previa

Plasenta previa diklasifikasikan berdasarkan seberapa jauh plasenta menutupi jalan lahir:

  • Plasenta Previa Totalis (Lengkap): Seluruh lubang internal serviks tertutup oleh plasenta.
  • Plasenta Previa Parsialis (Sebagian): Sebagian dari lubang internal serviks tertutup oleh plasenta.
  • Plasenta Previa Marginal: Plasenta berada di tepi lubang serviks, namun tidak menutupinya.
  • Low-Lying Placenta (Plasenta Letak Rendah): Plasenta berada di bagian bawah rahim tetapi tidak mencapai atau menutupi serviks, meskipun jaraknya dekat. Kondisi ini seringkali dapat bergeser dan menjauhi serviks seiring perkembangan kehamilan.

Faktor Risiko Plasenta Previa

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami plasenta previa, antara lain:

  • Kehamilan sebelumnya dengan plasenta previa.
  • Pernah menjalani operasi caesar atau operasi rahim lainnya (misalnya, miomektomi).
  • Kehamilan kembar atau kehamilan multipel lainnya.
  • Usia ibu hamil di atas 35 tahun.
  • Memiliki riwayat aborsi.
  • Perokok atau pengguna kokain.
  • Memiliki riwayat infertilitas atau menjalani prosedur IVF.

Diagnosis Plasenta Previa

Plasenta previa didiagnosis melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Umumnya, kondisi ini terdeteksi saat USG rutin pada trimester kedua. Jika ada perdarahan, USG transvaginal seringkali digunakan karena memberikan gambaran yang lebih jelas dan akurat mengenai posisi plasenta terhadap serviks.

Penanganan Plasenta Previa

Penanganan plasenta previa bergantung pada usia kehamilan, jumlah perdarahan, dan kondisi kesehatan ibu serta janin. Tujuan utamanya adalah memperpanjang kehamilan sebisa mungkin untuk memberikan waktu bagi janin berkembang, sambil mengelola perdarahan dan mencegah komplikasi.

  • Observasi: Untuk kasus perdarahan ringan atau plasenta previa letak rendah, dokter mungkin menyarankan istirahat di tempat tidur dan pemantauan ketat.
  • Pembatasan Aktivitas: Ibu hamil mungkin diminta untuk menghindari aktivitas berat, hubungan intim, atau perjalanan jauh.
  • Transfusi Darah: Jika perdarahan banyak, transfusi darah mungkin diperlukan.
  • Persalinan Caesar: Hampir semua kasus plasenta previa totalis atau parsialis memerlukan persalinan caesar untuk menghindari perdarahan hebat yang mengancam jiwa ibu dan bayi saat persalinan normal.
  • Pemberian Obat-obatan: Kortikosteroid dapat diberikan untuk mempercepat pematangan paru-paru janin jika ada kemungkinan persalinan prematur.

Komplikasi Plasenta Previa

Komplikasi yang mungkin timbul dari plasenta previa meliputi:

  • Perdarahan hebat yang mengancam jiwa ibu (hemoragi).
  • Kelahiran prematur.
  • Distres janin akibat kekurangan oksigen.
  • Anemia pada ibu.
  • Peningkatan risiko histerektomi (pengangkatan rahim) jika perdarahan tidak dapat dihentikan setelah melahirkan.
  • Plasenta akreta, yaitu kondisi plasenta tumbuh terlalu dalam ke dinding rahim.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Jika mengalami perdarahan vagina selama kehamilan, terutama setelah usia 20 minggu, segera hubungi dokter atau pergi ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan mengabaikan gejala ini, meskipun perdarahan berhenti dengan sendirinya.

Diagnosis dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk keselamatan ibu dan bayi.

Kesimpulan

Plasenta previa adalah kondisi serius yang ditandai dengan perdarahan vagina merah cerah tanpa rasa sakit setelah usia kehamilan 20 minggu. Pemahaman terhadap ciri-ciri plasenta previa sangat penting untuk penanganan yang cepat dan tepat. Apabila mengalami gejala perdarahan vagina selama kehamilan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Tim medis ahli di Halodoc siap memberikan konsultasi dan penanganan terbaik untuk memastikan kesehatan ibu dan janin.