Ciri Turun Berok: Kenali Gejala Awalnya!

Ciri Turun Berok yang Perlu Diwaspadai
Turun berok atau hernia adalah kondisi medis yang terjadi ketika organ internal tubuh menekan dan menembus area otot atau jaringan di sekitarnya yang lemah. Kondisi ini seringkali menimbulkan benjolan yang dapat dilihat dan dirasakan. Mengenali ciri turun berok sejak dini penting agar penanganan dapat segera dilakukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Apa Itu Turun Berok (Hernia)?
Secara sederhana, hernia terjadi ketika ada bagian tubuh yang keluar dari posisi seharusnya. Kondisi ini paling sering terjadi di area perut, di mana usus dapat menonjol melalui titik lemah di dinding perut. Selain usus, organ lain seperti jaringan lemak atau bahkan kandung kemih juga bisa terlibat dalam hernia.
Ciri-Ciri Turun Berok yang Umum Terjadi
Ciri turun berok dapat bervariasi tergantung pada jenis dan lokasi hernia. Namun, ada beberapa gejala umum yang perlu diperhatikan:
- Benjolan yang Terlihat atau Teraba: Ini adalah ciri turun berok yang paling umum. Benjolan ini mungkin lebih jelas saat berdiri, mengejan, atau mengangkat beban.
- Rasa Nyeri atau Tidak Nyaman: Rasa sakit bisa berupa nyeri tumpul, rasa berat, atau sensasi terbakar di sekitar benjolan. Aktivitas tertentu seperti mengangkat benda berat atau batuk dapat memperburuk rasa sakit.
- Sensasi Tertekan atau Penuh: Beberapa orang menggambarkan rasa tidak nyaman sebagai sensasi penuh atau tertekan di area hernia.
Ciri-Ciri Turun Berok Berdasarkan Lokasi
Lokasi hernia memengaruhi gejala yang muncul. Berikut beberapa jenis hernia dan ciri khasnya:
Hernia Inguinalis
Hernia inguinalis adalah jenis yang paling umum, terjadi di selangkangan.
- Pada Pria: Benjolan dapat turun ke skrotum (kantung buah zakar), menyebabkan pembengkakan dan rasa tidak nyaman.
- Pada Wanita: Benjolan mungkin terasa di labia (bibir vagina).
Hernia Umbilikalis
Hernia umbilikalis terjadi di sekitar pusar. Jenis ini lebih sering terjadi pada bayi, tetapi juga dapat terjadi pada orang dewasa.
- Benjolan di sekitar pusar yang mungkin membesar saat menangis atau mengejan (pada bayi).
- Rasa tidak nyaman atau nyeri di sekitar pusar (pada orang dewasa).
Hernia Hiatus
Hernia hiatus terjadi ketika bagian atas lambung menonjol ke dalam rongga dada melalui lubang di diafragma. Ciri-ciri hernia hiatus seringkali menyerupai masalah pencernaan:
- Nyeri ulu hati (heartburn) atau penyakit asam lambung (GERD).
- Kesulitan menelan (disfagia).
- Nyeri dada.
- Sensasi makanan tersangkut di tenggorokan.
Hernia Femoralis
Hernia femoralis terjadi di bagian atas paha bagian dalam, dekat selangkangan. Jenis ini lebih sering terjadi pada wanita.
- Benjolan di paha atas, dekat selangkangan.
- Nyeri atau tidak nyaman di selangkangan atau paha.
Hernia Insisional
Hernia insisional terjadi di lokasi bekas operasi perut.
- Benjolan di area bekas luka operasi.
- Nyeri atau tidak nyaman di sekitar bekas luka.
Turun Peranakan (Prolaps Uteri)
Pada wanita, salah satu jenis hernia adalah turun peranakan atau prolaps uteri, di mana rahim turun dari posisi normalnya ke dalam vagina.
- Rasa mengganjal atau seperti ada yang menonjol keluar dari vagina.
- Kesulitan buang air kecil atau buang air besar.
- Nyeri panggul.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika mengalami ciri turun berok, terutama jika benjolan terasa sakit, tidak bisa didorong kembali ke dalam perut, atau disertai mual dan muntah, segera konsultasikan dengan dokter. Kondisi ini bisa menandakan hernia strangulata, yaitu kondisi darurat medis di mana aliran darah ke organ yang terjebak dalam hernia terputus.
Rekomendasi Halodoc
Jangan tunda untuk mencari pertolongan medis jika Anda mencurigai adanya hernia. Dokter di Halodoc dapat membantu memberikan diagnosis yang akurat dan merekomendasikan penanganan yang tepat. Konsultasi online melalui aplikasi Halodoc adalah cara mudah dan cepat untuk mendapatkan saran medis profesional.



