Ad Placeholder Image

Kenali Dampak Konsumsi Susu Beta Kasein A1 bagi Kesehatan

Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   08 Maret 2021
Kenali Dampak Konsumsi Susu Beta Kasein A1 bagi KesehatanKenali Dampak Konsumsi Susu Beta Kasein A1 bagi Kesehatan

Halodoc, Jakarta - Secara alami, sapi dan jenis mamalia lainnya dapat menghasilkan susu yang kaya manfaat karena adanya kandungan beta-kasein A2 di dalamnya. Sayangnya, terjadinya mutasi genetik pada sapi memicu munculnya sapi jenis A1 yang memproduksi susu dengan kandungan beta-kasein A1.

Keith Woodford, seorang Profesor Sistem Agri-Food dari Lincoln University, Selandia Baru, menyebutkan bahwa kandungan beta-kasein A1 pada susu dapat membawa berbagai dampak negatif jangka pendek maupun panjang pada manusia. Proses bagaimana beta-kasein A1 dicerna memiliki perbedaan yang sangat signifikan dengan beta-kasein A2. Proses pencernaan beta-kasein A1 dapat melepaskan fragmen BCM-7 yang mengakibatkan munculnya berbagai masalah kesehatan pada tubuh. 

Dampak Konsumsi Susu Beta-Kasein A1 pada Tubuh

Disebutkan oleh Keith, salah satu masalah kesehatan yang bisa terjadi sebagai dampak konsumsi susu beta-kasein A1 adalah gangguan pada pencernaan. Keith beranggapan, tidak sedikit orang yang mengira bahwa hal ini merupakan reaksi dari intoleransi laktosa. Padahal, ini adalah intoleransi terhadap kandungan beta-kasein A1.

Baca juga: 5 Manfaat Mengonsumsi Susu Rendah Lemak

Tidak hanya itu, susu dengan beta-kasein A1 juga dapat memicu terjadinya penyakit jantung, penyakit autoimun, dan diabetes tipe 1. Kandungan BCM-7 yang terdapat dalam susu sapi jenis A1 pun dapat mengakibatkan dampak jangka panjang bagi kesehatan tubuh.

Perlu diketahui bahwa organ tubuh manusia memiliki reseptor yang dikenal dengan nama mu-opioid (μ-opioid). BCM-7 yang masuk ke dalam sistem peredaran darah akan mengalir menuju ke organ tubuh yang memiliki reseptor mu-opioid dan menempel pada reseptor tersebut. Kondisi ini lama-kelamaan akan terakumulasi dalam jangka waktu yang lama dan menimbulkan banyak dampak negatif untuk kesehatan.

Beberapa organ tubuh yang dapat terpengaruh oleh BCM-7, termasuk jantung, ginjal, otak, paru-paru, dan pankreas. Inilah mengapa BCM-7 menjadi salah satu faktor yang meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, berbagai gangguan pernapasan, diabetes tipe 1, bahkan hingga memengaruhi kesehatan mental.

Akan tetapi, kondisi ini pun tidak luput dari faktor genetik setiap individu. Misalnya, BCM-7 juga bisa mengakibatkan terjadinya inflamasi (m atau peradangan pada saluran pencernaan atau organ dalam).

Baca juga: Ketahui Bedanya Susu Biasa dengan Susu Penambah Berat Badan

Keith menambahkan, kondisi ini pun mengarah pada penyakit autoimun, yaitu suatu masalah kesehatan yang terjadi karena imunitas justru menyerang dirinya sendiri. Contohnya, diabetes tipe 1 dan penyakit jantung. Meningkatnya risiko seseorang terhadap penyakit autoimun memang bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, tetapi ini pun turut membuktikan bahwa kandungan beta-kasein A1, merupakan pemicu yang turut berperan.

Lebih lanjut, dikatakan pula bahwa BCM-7 juga dapat mengakibatkan terjadinya peradangan dalam sistem pencernaan. Ini karena BCM-7 yang membuat jalan makanan menjadi lebih lambat, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya fermentasi laktosa atau gula susu yang menyebabkan perut terasa kembung, sakit, mual dan rasa tidak nyaman atau lebih dikenal dengan intoleransi laktosa.

Menghindari Konsumsinya

Salah satu cara yang bisa dilakukan guna mengurangi tingginya risiko terhadap munculnya berbagai masalah kesehatan tersebut, yaitu tidak mengonsumsi konsumsi susu sapi biasa atau susu dengan kandungan beta-kasein A1. Sebaliknya, Keith menganjurkan untuk mengonsumsi susu sapi jenis A2 yang memang hanya mengandung beta-kasein A2 yang lebih mudah dicerna oleh tubuh.

Baca juga: Segala Hal Mengenai Susu UHT yang Perlu Diketahui

Jadi, tetap berhati-hati terhadap konsumsi susu sapi, ya! Apabila ada informasi yang membuat kamu ragu, kamu bisa tanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kapan saja, kamu bisa chat dengan dokter spesialis dan bertanya apa pun tentang kesehatan.



Referensi: 
Woodford, Keith. 2011. Diakses pada 2021. A1 Beta-Casein, BCM-7, and Human Health: the state of evidence in 2011. Journal of Integrative Medicine 16(2): 14-17.
Woodford, Keith. Diakses pada 2021. Milk Proteins and Human Health: A1 versus A2 Beta-casein. An Address to the General Practitioners Conference.