Advertisement

Kenali Gejala Omicron Siluman untuk Cegah Penularan

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   07 Maret 2022

“Setelah varian Omicron, kini ditemukan subvarian Omicron (BA.2) atau dikenal dengan sebutan Omicron siluman. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir, dengan mengenali gejalanya, maka risiko penularan dan penyebaran bisa diturunkan secara perlahan. Jangan lupa untuk selalu menjalankan protokol kesehatan dan mendapatkan vaksin untuk pencegahan yang lebih optimal.”

Kenali Gejala Omicron Siluman untuk Cegah PenularanKenali Gejala Omicron Siluman untuk Cegah Penularan

Halodoc, Jakarta – Melalui konferensi pers virtual pada Selasa (1/3) lalu, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pihak kementerian telah mendeteksi adanya subvarian Omicron (BA.2) di Indonesia atau dikenal juga dengan sebutan Omicron siluman (Stealth Omicron). Kementerian Kesehatan RI mengingatkan bahwa varian ini lebih cepat menular dibandingkan subvarian Omicron (BA.1) sebelumnya. 

Masyarakat diimbau untuk terus menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Mulai dari menggunakan masker, menghindari kerumunan, hingga rutin mencuci tangan sebelum menyentuh area wajah atau makan. Masyarakat sebaiknya mengenali beberapa gejala subvarian Omicron (BA.2), sehingga bisa melakukan pemeriksaan dini saat merasakan beberapa keluhan.

Kenali Gejala Omicron Siluman

Pada akhir November 2021, COVID-19 varian Omicron (B1.1.529) pertama kali ditemukan di Afrika Selatan. Pada Februari 2022, subvarian Omicron (BA.2) ditemukan di beberapa negara seperti Denmark dan Inggris. Menurut World Health Organization, Varian Omicron (B1.1.529) terdiri dari beberapa subvarian, tapi yang paling banyak ditemukan adalah BA.1, BA.1.1, dan BA.2. 

Subvarian BA.2 berbeda dengan Omicron subvarian lainnya (subvarian BA.1, BA.1.1, dan BA.3) dalam beberapa mutasinya pada spike protein. Subvarian BA.2 ini juga terbilang lebih mudah menular dan menyebar dibandingkan dengan subvarian Omicron sebelumnya. Telah dilaporkan terjadinya infeksi ulang Omicron subvarian BA.2 pada orang yang sebelumnya telah terinfeksi subvarian BA.1. Namun, ini masih dalam pengamatan lebih lanjut.

Subvarian Omicron BA.2 juga dijuluki sebagai Omicron siluman (Stealth Omicron) karena sifat genetik yang dimiliki, yaitu persentase adanya delesi asam amino 69-70 pada protein spike hanya 0.1%, dibandingkan pada BA.1.1, BA.1, dan BA.3 di mana persentase adanya delesi asam amino 69-70 mencapai >85%.

Itulah yang membuatnya sulit dibedakan (dari hasil PCR) dengan varian Delta dibanding dengan subvarian Omicron lainnya. Pada subvarian Omicron lainnya, hasil PCR menunjukkan SGTF (S gene target failure) atau kegagalan mendeteksi target gen S (pada reagen PCR tertentu, misal TaqPath COVID-19), sehingga mudah dibedakan dengan varian Delta. 

Pada subvarian Omicron BA.2, karena hampir tidak ada delesi asam amino 69-70, maka PCR masih bisa mendeteksi target gen S, sehingga tidak bisa dibedakan dengan mudah dengan varian Delta. Meskipun begitu, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan terus menjalankan protokol kesehatan secara disiplin untuk mencegah penyebaran dan penularan semakin luas. 

Gejala son of Omicron (BA.2) pada umumnya sama dengan gejala pada BA.1, seperti demam, batuk, pilek dan nyeri tenggorokan. Walau begitu, dilansir dari pernyataan petugas kesehatan, Francisco Velasquez, dari Spokane Regional Health District (SRHD) pada media berita Krem 2 News, ia menyebutkan untuk mewaspadai gejala pusing dan kelelahan yang mungkin muncul pada subvarian BA.2.

Meskipun varian ini lebih mudah menyebar, belum ada penelitian yang menunjukan kalau varian BA.2 dapat menyebabkan kondisi kesehatan yang lebih buruk dibandingkan Omicron subvarian sebelumnya. Jika kamu mengalami beberapa keluhan kesehatan yang terkait dengan COVID-19 varian Omicron, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan yang kamu alami.

Ketahui Pencegahan COVID-19 Varian Omicron

Virus COVID-19 dapat dengan mudah menular melalui kontak langsung dari manusia ke manusia melalui paparan air liur atau droplet. Penularan juga bisa terjadi melalui kontak tidak langsung dengan melakukan sentuhan pada benda-benda yang terpapar atau terkontaminasi maupun melalui penularan udara. 

Saat tangan terkontaminasi Omicron, maka penularan dapat terjadi ketika kamu menyentuh area mata, hidung, atau mulut. Untuk itu, sangat penting mengetahui pencegahan COVID-19, baik varian sebelumnya maupun Omicron.

Dengan begitu, kamu dapat membantu menurunkan risiko penularan pada keluarga maupun kerabat terdekat. Salah satu cara pencegahan yang terbilang optimal dengan menjalankan protokol kesehatan. 

Menggunakan masker dengan benar dan menghindari kerumunan adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan dan penyebaran Omicron. 

Jangan lupa juga untuk menjaga jarak aman sejauh 1-2 meter jika berada di keramaian. Hindari bersalaman langsung dengan orang lain dan pastikan kamu membawa hand sanitizer untuk menjaga kebersihan tangan tetap optimal. Jika terdapat air mengalir dan sabun di dekat kamu, jangan lupa untuk mencuci tangan.

Langkah terakhir yang cukup baik sebagai pencegahan varian Omicron adalah dengan melakukan vaksinasi. Penerimaan vaksin COVID-19 dinilai mampu menurunkan risiko gangguan kesehatan yang buruk dan perawatan di rumah sakit akibat COVID-19.

Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mencari tahu informasi seputar vaksinasi COVID-19. Jangan ragu untuk menerima vaksinasi COVID-19. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Referensi:

The New England Journal of Medicine. Diakses pada 2022. Duration of Protection against Mild and Severe Disease by Covid-19 Vaccines.
Elsevier Public Health Emergency Collection. Diakses pada 2022. COVID-19: Transmission, Prevention, and Potential Therapeutic Opportunities.
Krem2. Diakses pada 2022. New Omicron Sub-variant has New Symptoms and Is More contagious, SRHD Says.
Healthline. Diakses pada 2022. What We Know Now About the Omicron BA.2 Variant.
Deseret News. Diakses pada 2022. New Omicron Subvariant has New COVID Symptoms.
BioRXiv. Diakses pada 2022. Virological Characteristics of SARS-CoV-2 BA.2 Variant.
Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn). Diakses pada 2022. Panduan Interpretasi HAsil Pemeriksaan Real Time PCR S Gene Target Failure (SGTF) SARS-CoV-2.