• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Gejala yang Terjadi saat Alami Neuritis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Gejala yang Terjadi saat Alami Neuritis

Kenali Gejala yang Terjadi saat Alami Neuritis

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 21 Desember 2022

“Gejala neuritis akan bervariasi tergantung pada saraf mana yang terkena. Akan tetapi, beberapa gejala yang umum misalnya kelemahan, mati rasa, nyeri, sensasi kesemutan, kehilangan refleks, atrofi otot, atau gangguan sensorik lainnya.”

Kenali Gejala yang Terjadi saat Alami NeuritisKenali Gejala yang Terjadi saat Alami Neuritis

Halodoc, Jakarta –   Neuritis adalah istilah medis untuk menggambarkan saraf perifer yang meradang. Saraf perifer adalah saraf yang ditemukan di luar otak dan sumsum tulang belakang. Saraf ini membawa sinyal dari berbagai bagian tubuh ke otak. Ketika mengalami peradangan, saraf ini akan kehilangan fungsinya. 

Dampak dari neuritis cukup banyak, seperti menyebabkan rasa sakit, mati rasa, kelemahan otot dan dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan kelumpuhan. Informasi lengkap mengenai gejala yang terjadi saat alami neuritis bisa kamu baca di sini!

Berbagai Gejala Neuritis 

Neuritis adalah istilah medis yang berarti peradangan pada saraf tepi (saraf di luar sistem saraf pusat disebut perifer). Gejala neuritis akan bervariasi tergantung pada saraf mana yang terkena tetapi biasanya meliputi:

  • Kelemahan
  • Mati rasa
  • Nyeri
  • Sensasi kesemutan
  • Kehilangan refleks
  • Atrofi otot
  • Gangguan sensorik (misalnya penglihatan, keseimbangan, pendengaran).

Beberapa gejala ini pun bisa bersifat sementara atau permanen.

Neuritis adalah penyakit yang memengaruhi saraf tepi dan menyebabkan perubahan strukturnya. Tanda-tanda lain yang menjadi gejala neuritis adalah nyeri menusuk dan kelemahan otot.

Dalam kasus yang parah, gejala bisa mencakup hilangnya sensasi dan refleks otot. Kelumpuhan pada area yang terkena juga mungkin terjadi. Kemerahan pada kulit dan pengecilan otot juga sangat umum terjadi pada pengidap neuritis.

Jika saraf optik yang terkena akan mengakibatkan penglihatan kabur atau terdistorsi dan nyeri pada mata. Orang yang mengalami neuritis pada saraf matanya akan mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan perubahan cahaya. Dalam kasus yang parah, juga bisa mengakibatkan kehilangan penglihatan.

Demikian juga jika yang terkena adalah saraf telinga bagian dalam. Gejalanya bisa mencakup masalah keseimbangan dan pendengaran. Kemudian permasalahan lain bisa juga sampai vertigo. Biasanya terjadi karena saraf yang terkena kehilangan kemampuannya untuk mengirimkan sinyal ke otak.

Neuritis juga bisa menyerang saraf wajah. Jika itu terjadi, saraf yang bertanggung jawab untuk otot-otot wajah akan terpengaruh dan menyebabkan kelemahan dan penurunan (atau tidak adanya) gerakan.

Kondisi yang Menyebabkan Neuritis

Berbagai penyakit dan cedera, termasuk penyakit yang berhubungan dengan gangguan metabolisme, menyebabkan jenis perkembangan neuritis. Kecenderungan genetik juga dapat memicu neuritis.

Penyakit ini pun lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria dan paling sering ditemukan pada orang berusia 55 tahun ke atas.

Ada beberapa penyebab neuritis, yaitu: 

1. Trauma atau Cedera 

Cedera atau trauma pada saraf dapat menyebabkan kerusakan dan peradangan. Saraf juga bisa rusak saat terkena radiasi berbahaya.

Ini biasanya terjadi pada orang yang sedang menjalani pengobatan kanker. Penyebab lain yang mungkin adalah injeksi zat kimia beracun ke dalam tubuh.

2. Tumor 

Pertumbuhan abnormal dapat menekan saraf yang menyebabkan neuritis. Tumor memengaruhi saraf dengan tumbuh di dalamnya atau dengan menekannya.

Saraf adalah untaian jaringan yang mengirimkan sinyal dari otak ke seluruh tubuh. Saraf perifer mengontrol otot yang memungkinkan kamu berjalan, berkedip, menelan, mengambil barang, dan melakukan aktivitas lainnya.

3. Infeksi Tertentu 

Ini termasuk Bell’s palsy, penyakit Lyme, dan kusta. Penyakit lyme dapat mengakibatkan gangguan pada sistem saraf. Infeksi sistem saraf juga sangat responsif terhadap terapi antimikroba, termasuk doksisiklin oral. 

4. Penggunaan Obat-obatan dan Alkohol Tertentu dalam Jangka Panjang 

Obat-obatan yang sering dikaitkan dengan gangguan neuritis ini adalah statin. Statin adalah obat untuk mengatasi masalah kolesterol. Obat radang sendi dan obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah juga dapat menyebabkan kondisi neuritis. 

Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko neuritis seseorang adalah kekurangan vitamin B dan jenis kanker tertentu. Mereka yang memiliki sistem kekebalan yang terlalu aktif juga memiliki risiko kondisi yang lebih tinggi dari rata-rata.

Itulah informasi mengenai gejala neuritis. Kalau kamu mengalami penyakit saraf, kamu bisa buat janji pemeriksaan ke rumah sakit lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga ya!

Referensi:
MD Anderson Cancer Center. Diakses pada 2022. Peripheral neuropathy in cancer patients.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Peripheral nerve tumors.
Dovepress. Diakses pada 2022. Chronic Lyme disease: misconceptions and challenges for patient management.
Lone Star Neurology. Diakses pada 2022. What is Neuritis?