
Kenali Kelenjar Submandibula, Bagian Penting dalam Sistem Saliva
Submandibula adalah kelenjar ludah utama di bawah rahang yang berperan penting dalam produksi air liur
DAFTAR ISI
- Mengenal Kelenjar Submandibular dalam Anatomi Tubuh
- Fungsi Vital Kelenjar Submandibular
- Masalah Kesehatan yang Sering Menyerang Kelenjar Submandibular
- Gejala Gangguan pada Kelenjar Submandibular
- Cara Mengatasi dan Mengobati
- Studi Terkait Masalah Kelenjar Saliva
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Sistem pencernaan manusia tidak dimulai di dalam lambung, melainkan dari rongga mulut. Di dalam mulut, terdapat sistem kelenjar yang bekerja tanpa henti untuk memproduksi air liur (saliva). Salah satu komponen utama dari sistem ini adalah kelenjar submandibular. Meskipun ukurannya tidak terlalu besar, peran kelenjar ini sangat krusial dalam menjaga kesehatan mulut dan memastikan proses pencernaan berjalan dengan lancar sejak gigitan pertama.
Sayangnya, karena letaknya yang tersembunyi di bawah rahang bawah, kesehatan kelenjar ini kerap diabaikan sampai masalah datang. Gangguan pada kelenjar ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan yang luar biasa, mulai dari rasa sakit saat mengunyah makanan hingga pembengkakan yang mengganggu penampilan dan fungsi bicara. Pemahaman yang baik mengenai anatomi dan fungsi area ini akan sangat membantumu dalam melakukan pencegahan dini.
Beberapa masalah medis seperti pembentukan batu kelenjar air liur, infeksi bakteri, hingga kondisi autoimun dapat menyerang area ini kapan saja. Jika fungsi kelenjar menurun, kamu tidak hanya akan mengalami mulut kering, tetapi juga berisiko lebih tinggi terkena karies gigi dan infeksi gusi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja ancaman kesehatan yang bisa terjadi pada kelenjar liur ini.
Lantas, apa sebenarnya fungsi utama dari kelenjar submandibular dan bagaimana cara mengenali jika terjadi gangguan padanya? Mari kita bahas secara mendalam ulasan lengkapnya di bawah ini!
Mengenal Kelenjar Submandibular dalam Anatomi Tubuh
Tubuh manusia memiliki tiga pasang kelenjar air liur utama (mayor) yang bertugas memproduksi sebagian besar air liur, yaitu kelenjar parotis (berada di dekat telinga), kelenjar submandibular (di bawah rahang bawah), dan kelenjar sublingual (di bawah lidah). Selain itu, terdapat ratusan kelenjar air liur minor yang tersebar di bibir, pipi bagian dalam, dan tenggorokan.
Kelenjar submandibular terletak tepat di bawah tulang rahang bawah (mandibula), sesuai dengan namanya. Kelenjar ini berukuran kira-kira sebesar buah kenari atau kacang walnut dan bisa diraba jika kamu menyentuh area leher bagian atas, tepat di bawah rahang bawahmu. Air liur yang diproduksi oleh kelenjar ini dialirkan ke dalam mulut melalui saluran khusus yang disebut saluran Wharton (Wharton’s duct), yang bermuara tepat di bawah lidah, di belakang gigi seri bawah.
Fungsi Vital Kelenjar Submandibular
Kelenjar ini adalah “pekerja keras” di antara kelenjar liur lainnya. Pada saat kamu sedang tidak makan (istirahat), kelenjar inilah yang memproduksi sekitar 65 hingga 70 persen dari total air liur di dalam mulutmu. Air liur yang dihasilkan merupakan campuran dari cairan serosa (encer) dan mukosa (kental). Berikut adalah fungsi-fungsi utamanya:
1. Melumasi Makanan dan Rongga Mulut
Kandungan lendir (mucin) dalam air liur membantu melumasi makanan yang kamu kunyah. Proses pelumasan ini mengubah makanan menjadi massa yang lembut (bolus) sehingga mudah ditelan dan tidak melukai kerongkongan. Selain itu, kelembapan ini mencegah jaringan mulut mengering dan pecah-pecah.
2. Memulai Proses Pencernaan Karbohidrat
Air liur dari kelenjar submandibular mengandung enzim pencernaan, khususnya amilase saliva. Enzim ini bertugas memecah karbohidrat kompleks (pati) menjadi gula sederhana segera setelah makanan masuk ke dalam mulut.
3. Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi
Air liur memiliki sifat antimikroba dan mengandung kalsium serta fosfat yang membantu proses remineralisasi email gigi. Selain itu, aliran air liur yang terus-menerus membantu menyapu sisa-sisa makanan dan menetralkan asam yang diproduksi oleh bakteri plak, sehingga mencegah gigi berlubang.
Tips Menjaga Kesehatan Kelenjar Air Liur
- Perbanyak minum air putih (minimal 8 gelas sehari) agar produksi air liur tetap optimal.
- Jaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari dan menggunakan benang gigi (flossing).
- Stimulasi produksi air liur dengan mengunyah permen karet tanpa gula atau mengisap permen asam jika terasa kering.
- Hindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan karena dapat menyebabkan mulut kering (xerostomia).
Masalah Kesehatan yang Sering Menyerang Kelenjar Submandibular
Meskipun memiliki sistem pertahanan mandiri, kelenjar ini rentan terhadap beberapa kondisi medis. Berikut adalah penyakit yang paling sering terjadi:
1. Sialolithiasis (Batu Kelenjar Air Liur)
Ini adalah masalah yang paling sering terjadi pada kelenjar submandibular. Dibandingkan dengan kelenjar parotis, kelenjar di bawah rahang ini memproduksi air liur yang lebih kental dan kaya kalsium. Selain itu, saluran Wharton mengalir ke arah atas, melawan gravitasi. Kombinasi aliran yang lambat dan sekresi kental membuat kalsium mudah mengendap dan membentuk batu. Jika batu ini menyumbat saluran, air liur akan tertahan dan menyebabkan pembengkakan.
2. Sialadenitis (Infeksi Kelenjar Saliva)
Ketika saluran kelenjar tersumbat (baik karena batu atau penyempitan), bakteri yang secara alami hidup di mulut (seperti Staphylococcus aureus) dapat masuk ke dalam saluran dan berkembang biak. Hal ini memicu infeksi bakteri yang ditandai dengan kemerahan, rasa sakit berdenyut, dan terkadang keluarnya nanah ke dalam mulut.
3. Tumor Kelenjar Saliva
Meski lebih jarang dibandingkan gangguan di atas, tumor dapat tumbuh di dalam kelenjar submandibular. Sebagian besar tumor kelenjar air liur bersifat jinak (jinak), namun kelenjar di bawah rahang memiliki persentase risiko tumor ganas (kanker) yang lebih tinggi dibandingkan kelenjar parotis. Benjolan keras yang tumbuh lambat tanpa rasa sakit adalah tanda khasnya.
Gejala Gangguan pada Kelenjar Submandibular
Mengenali gejala sejak dini sangat penting agar penanganan medis dapat segera dilakukan. Beberapa tanda dan gejala yang mengindikasikan adanya masalah meliputi:
- Pembengkakan di bagian bawah rahang, bisa terjadi di satu sisi atau kedua sisi.
- Rasa nyeri yang tumpul atau tajam di area leher bagian atas, yang sering kali memburuk tepat saat kamu akan makan atau sedang mengunyah makanan (karena kelenjar berusaha memompa air liur tetapi tersumbat).
- Mulut terasa kering dan bau mulut yang tidak sedap.
- Adanya rasa tidak enak atau asin di dalam mulut, yang mengindikasikan keluarnya cairan infeksi atau nanah.
- Demam ringan hingga tinggi jika kondisi tersebut diakibatkan oleh infeksi bakteri.
Jika kamu merasakan bengkak di bawah rahang yang tak kunjung kempis disertai demam tinggi atau kesulitan menelan, ini adalah kondisi medis darurat. Jangan ragu untuk segera mencari diagnosis medis dan berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Cara Mengatasi dan Mengobati
Pengobatan masalah kelenjar submandibular akan disesuaikan dengan penyebab utamanya. Terapi bisa berkisar dari perawatan mandiri di rumah hingga prosedur bedah lanjutan.
1. Penanganan Konservatif di Rumah
Untuk kasus pembengkakan ringan akibat sumbatan kecil atau dehidrasi, hidrasi adalah kuncinya. Minum banyak air akan merangsang kelenjar bekerja lebih lancar. Memberikan kompres hangat pada area leher yang bengkak serta melakukan pijatan lembut dari leher menuju arah dagu dapat membantu mendorong air liur atau batu kecil keluar dari salurannya. Selain itu, mengisap permen lemon asam (sialogogue) terbukti sangat efektif menstimulasi lonjakan produksi air liur yang kuat untuk “membilas” saluran.
2. Penanganan Medis dan Farmakologis
Apabila kondisi disebabkan oleh infeksi, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik spektrum luas untuk membunuh bakteri penyebab sialadenitis. Sementara untuk mengatasi nyeri inflamasi yang menyertai, obat-obatan analgesik sangat dianjurkan. Jika kamu mengalami nyeri ringan akibat pembengkakan namun tidak memiliki waktu ke apotek, kamu bisa mencari obat pereda nyeri secara mudah secara daring. Selalu pastikan mengonsumsi obat-obatan sesuai dengan anjuran dan dosis yang direkomendasikan.
3. Prosedur Medis Tingkat Lanjut
Untuk batu berukuran besar yang tidak bisa keluar dengan sendirinya, dokter THT mungkin akan melakukan prosedur sialendoskopi, yaitu memasukkan kamera sangat kecil ke dalam saluran air liur untuk mengambil atau memecah batu tersebut. Dalam kasus tumor atau infeksi kronis yang merusak struktur kelenjar, operasi pengangkatan kelenjar secara keseluruhan (eksisi submandibular) mungkin harus dilakukan.
Studi Terkait Masalah Kelenjar Saliva
National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa kelenjar submandibular menyumbang lebih dari 80% dari seluruh kasus pembentukan batu kelenjar liur (Sialolithiasis) di tubuh manusia.
Penelitian ini menyoroti bahwa anatomi saluran Wharton yang melawan gravitasi serta pH cairan saliva yang lebih alkalin dan kaya kalsium membuat kelenjar ini menjadi lokasi primer terbentuknya batu obstruktif. Studi ini menekankan pentingnya hidrasi optimal dalam mencegah kekambuhan kasus batu saliva di masyarakat.
Kesehatan mulut bukan hanya sekadar tentang gigi yang putih, tetapi juga kelancaran kelenjar liur. Kamu bisa mendapatkan obat-obatan pereda gejala dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Jika gejala berlanjut, jangan tunda untuk mencari pertolongan medis spesialis.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis THT via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis THT terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Swollen salivary glands: Causes and treatments.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Salivary Gland Disorders.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Anatomy, Head and Neck, Submandibular Gland.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Penyakit Kelenjar Liur dan Penanganannya.
FAQ
1. Apa fungsi utama dari kelenjar submandibular?
Kelenjar ini berfungsi memproduksi sebagian besar (sekitar 65-70%) air liur saat kita sedang beristirahat atau tidak makan. Air liur ini penting untuk melumasi makanan, memulai proses pencernaan karbohidrat, dan melindungi gigi dari bakteri.
2. Mengapa batu paling sering terbentuk di kelenjar submandibular?
Batu air liur paling sering terbentuk di area ini karena air liur yang dihasilkan lebih kental dan mengandung banyak kalsium. Selain itu, bentuk salurannya yang mengarah ke atas melawan gravitasi menyebabkan aliran air liur lebih lambat, sehingga mineral mudah mengendap.
3. Bagaimana cara membedakan infeksi kelenjar submandibular dengan pembengkakan kelenjar getah bening?
Pembengkakan pada kelenjar liur submandibular biasanya terasa lebih sakit saat kamu melihat, mencium, atau mengunyah makanan karena kelenjar sedang berusaha mengeluarkan liur namun tersumbat. Sementara kelenjar getah bening biasanya bengkak karena respons imun terhadap infeksi tenggorokan atau flu, dan nyerinya tidak bergantung pada proses makan.
4. Apakah operasi pengangkatan kelenjar submandibular akan menyebabkan mulut kering parah?
Tidak. Meskipun kelenjar ini memproduksi banyak air liur, tubuh masih memiliki kelenjar parotis, kelenjar sublingual, dan ratusan kelenjar minor lainnya yang akan mengambil alih dan memastikan rongga mulut tetap lembap.


