Ad Placeholder Image

Kenali Keringat Berlebihan Tanda Penyakit Apa Saja

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Mei 2026

Keluar Keringat Berlebihan Tanda Penyakit Apa Sebenarnya?

Kenali Keringat Berlebihan Tanda Penyakit Apa SajaKenali Keringat Berlebihan Tanda Penyakit Apa Saja

Pengertian Keringat Berlebihan atau Hiperhidrosis

Keringat adalah mekanisme alami tubuh untuk mengatur suhu. Namun, jika produksi keringat melebihi jumlah yang diperlukan untuk termoregulasi, kondisi ini dikenal sebagai hiperhidrosis atau keringat berlebihan. Hiperhidrosis dapat memengaruhi satu area tubuh, seperti ketiak, telapak tangan, atau telapak kaki, atau bisa juga terjadi secara umum di seluruh tubuh. Keringat yang berlebihan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup seseorang.

Kapan Keringat Berlebihan Perlu Diwaspadai?

Berkeringat berlebihan tidak selalu menjadi tanda masalah kesehatan serius. Namun, ada beberapa gejala yang menyertai keringat berlebih yang patut diwaspadai dan memerlukan pemeriksaan medis. Tanda-tanda ini mengindikasikan bahwa keringat berlebihan mungkin merupakan gejala dari kondisi medis yang mendasari.

  • Berkeringat berlebihan secara tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas.
  • Keringat malam hari yang sangat banyak, bahkan saat suhu kamar dingin.
  • Disertai penurunan berat badan yang tidak disengaja.
  • Disertai demam atau menggigil.
  • Keringat berlebihan hanya terjadi pada satu sisi tubuh.
  • Disertai nyeri dada, sesak napas, atau detak jantung cepat.
  • Mulai terjadi pada usia tua.

Berbagai Penyakit Penyebab Keluar Keringat Berlebihan

Kondisi medis tertentu dapat menyebabkan hiperhidrosis sekunder, yaitu keringat berlebihan yang merupakan gejala dari penyakit lain. Penting untuk mengetahui bahwa keluar keringat berlebihan tanda penyakit apa agar penanganan yang tepat dapat diberikan.

Gangguan Tiroid (Hipertiroidisme)

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) menghasilkan hormon tiroid berlebihan. Hormon ini berperan dalam metabolisme tubuh, sehingga peningkatan kadarnya dapat mempercepat metabolisme dan meningkatkan suhu tubuh. Akibatnya, tubuh merespons dengan memproduksi keringat berlebihan untuk mendinginkan diri. Gejala lain hipertiroidisme meliputi penurunan berat badan, jantung berdebar, tremor, dan mudah gelisah.

Diabetes Melitus

Keringat berlebihan dapat menjadi gejala komplikasi diabetes, terutama neuropati diabetik yang memengaruhi saraf pengontrol kelenjar keringat. Selain itu, episode hipoglikemia (gula darah rendah) pada penderita diabetes juga dapat memicu respons tubuh dengan mengeluarkan keringat dingin dan banyak. Gejala lain diabetes mencakup sering buang air kecil, cepat haus, dan penurunan berat badan.

Infeksi

Beberapa infeksi kronis dapat menyebabkan demam dan keringat berlebihan, terutama keringat malam. Tuberkulosis (TBC) adalah salah satu contoh infeksi bakteri yang sering dikaitkan dengan keringat malam yang parah. Infeksi lain seperti endokarditis, osteomielitis, atau bahkan infeksi virus tertentu juga dapat memicu respons berkeringat berlebih.

Menopause dan Perubahan Hormonal

Perubahan kadar hormon, khususnya penurunan estrogen pada wanita menjelang atau selama menopause, dapat menyebabkan hot flashes dan keringat malam. Kondisi ini terjadi karena fluktuasi hormon memengaruhi pusat pengaturan suhu di otak. Kondisi hormon lain seperti kehamilan juga bisa memicu keringat berlebih.

Gangguan Kecemasan dan Stres

Sistem saraf simpatik, yang bertanggung jawab atas respons “fight or flight”, dapat menjadi sangat aktif pada individu dengan gangguan kecemasan atau stres kronis. Aktivasi ini dapat memicu kelenjar keringat bekerja lebih keras. Keringat akibat kecemasan biasanya muncul tiba-tiba dan sering disertai detak jantung cepat atau perasaan panik.

Masalah Jantung

Keringat berlebihan, terutama jika disertai nyeri dada, sesak napas, pusing, atau mual, bisa menjadi tanda serangan jantung atau kondisi jantung lainnya. Jantung yang bekerja lebih keras untuk memompa darah mungkin menyebabkan tubuh berkeringat sebagai respons terhadap peningkatan upaya tersebut.

Kanker Tertentu

Beberapa jenis kanker, terutama limfoma dan leukemia, dapat memicu keringat malam yang ekstrem. Keringat malam adalah salah satu dari tiga gejala “B” yang sering dikaitkan dengan limfoma (demam, penurunan berat badan, dan keringat malam). Mekanisme pastinya tidak selalu jelas, tetapi bisa terkait dengan respons imun tubuh terhadap sel kanker atau efek samping dari pelepasan zat tertentu oleh sel kanker.

Diagnosis dan Penanganan Keringat Berlebihan

Untuk mendiagnosis penyebab keringat berlebihan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan secara detail. Tes diagnostik mungkin diperlukan, seperti tes darah untuk memeriksa kadar hormon tiroid atau gula darah, tes urine, atau tes pencitraan jika ada indikasi penyakit lain. Penanganan hiperhidrosis sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika disebabkan oleh kondisi medis, penanganan penyakit tersebut biasanya akan mengurangi keringat berlebihan.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter apabila keringat berlebihan mengganggu aktivitas sehari-hari atau disertai dengan gejala lain yang mencurigakan seperti penurunan berat badan tanpa sebab jelas, demam, keringat malam terus-menerus, nyeri dada, atau sesak napas. Diagnosis yang tepat oleh profesional medis sangat penting untuk menentukan apakah keluar keringat berlebihan tanda penyakit apa dan untuk mendapatkan penanganan yang efektif.

Jangan ragu untuk mencari bantuan medis. Melalui Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat terkait keringat berlebihan yang dialami.