Ad Placeholder Image

Kenali Mammae Aberans Benjolan Ketiak Nyeri Saat Haid

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Februari 2026

Mammae Aberans: Gejala, Letak, dan Penanganan Benjolan

Kenali Mammae Aberans Benjolan Ketiak Nyeri Saat HaidKenali Mammae Aberans Benjolan Ketiak Nyeri Saat Haid

Mammae aberans adalah kondisi medis yang merujuk pada keberadaan jaringan payudara tambahan atau aksesori yang tumbuh di luar lokasi anatomi normal payudara. Kondisi ini sering kali ditemukan di area ketiak atau aksila, namun juga dapat muncul di sepanjang garis susu atau milk line yang membentang dari ketiak hingga selangkangan. Fenomena ini tergolong jinak dan cukup umum terjadi pada populasi wanita, dengan prevalensi sekitar 2 hingga 6 persen.

Meskipun sering kali tidak berbahaya, keberadaan jaringan ini dapat menimbulkan kekhawatiran karena bentuknya yang menyerupai benjolan. Jaringan payudara tambahan ini memiliki respons hormonal yang sama dengan payudara normal, sehingga dapat mengalami perubahan ukuran dan sensasi nyeri sesuai siklus menstruasi, kehamilan, atau masa menyusui. Pemahaman mendalam mengenai kondisi ini diperlukan untuk membedakannya dari kelainan patologis lainnya seperti pembengkakan kelenjar getah bening atau tumor.

Memahami Apa Itu Mammae Aberans

Secara definisi, mammae aberans atau accessory breast tissue adalah sisa jaringan payudara yang gagal mengalami regresi atau penyusutan selama masa perkembangan janin. Dalam anatomi manusia, jaringan ini terbentuk di sepanjang garis embriologis yang disebut crista mammaria. Pada perkembangan normal, jaringan ini akan menghilang kecuali di area dada tempat payudara utama tumbuh. Namun, pada kasus mammae aberans, sisa jaringan tersebut menetap dan berkembang.

Bentuk klinis dari kondisi ini bervariasi. Sebagian besar kasus bermanifestasi sebagai polimastia, yaitu adanya jaringan kelenjar payudara tanpa puting yang terlihat sebagai benjolan lunak di bawah kulit. Pada kasus yang lebih jarang, dapat ditemukan politelia, yaitu keberadaan puting tambahan tanpa jaringan kelenjar yang signifikan. Mayoritas kasus ditemukan di area aksila atau ketiak, yang sering kali disalahartikan sebagai tumpukan lemak biasa.

Gejala dan Karakteristik Klinis

Mengenali gejala mammae aberans sangat penting agar tidak tertukar dengan kondisi medis lain yang lebih serius. Karakteristik utama dari kondisi ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi hormon dalam tubuh seseorang. Berikut adalah gejala dan karakteristik yang umum ditemukan:

  • Benjolan lunak atau masa yang teraba kenyal di area ketiak atau sepanjang garis susu.
  • Sensasi nyeri atau ketidaknyamanan yang meningkat menjelang atau selama siklus menstruasi.
  • Pembesaran ukuran benjolan saat masa kehamilan atau laktasi akibat produksi air susu pada jaringan tersebut.
  • Adanya iritasi kulit di sekitar benjolan akibat gesekan dengan pakaian atau lengan.
  • Pada kasus tertentu, dapat mengeluarkan cairan jika terdapat struktur menyerupai puting.

Penting untuk dicatat bahwa rasa nyeri yang timbul biasanya bersifat siklik. Artinya, nyeri tersebut muncul dan hilang mengikuti pola hormonal bulanan. Hal ini menjadi pembeda utama antara mammae aberans dengan benjolan akibat infeksi atau tumor ganas yang nyerinya cenderung persisten atau tidak berpola.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab utama terjadinya mammae aberans adalah gangguan pada proses embriogenesis atau pembentukan janin di dalam kandungan. Secara spesifik, kondisi ini bersifat kongenital atau bawaan lahir. Selama minggu-minggu awal kehamilan, garis susu terbentuk pada janin. Normalnya, garis ini akan menyusut dan menghilang, menyisakan jaringan payudara hanya di area dada. Kegagalan proses penyusutan ini menyebabkan tertinggalnya jaringan payudara ektopik di lokasi lain.

Faktor genetik diduga berperan dalam kegagalan regresi tersebut, meskipun pola penurunannya belum sepenuhnya dipetakan secara pasti. Kondisi ini dapat terjadi pada pria maupun wanita, namun jauh lebih sering terdeteksi pada wanita karena pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang memicu pertumbuhan jaringan kelenjar payudara saat memasuki masa pubertas, kehamilan, atau menyusui.

Prosedur Diagnosis Medis

Penegakan diagnosis mammae aberans memerlukan pemeriksaan yang teliti oleh tenaga medis profesional. Langkah awal biasanya melibatkan pemeriksaan fisik atau palpasi untuk menilai konsistensi, mobilitas, dan lokasi benjolan. Dokter akan menanyakan riwayat keluhan, terutama keterkaitannya dengan siklus menstruasi untuk mengonfirmasi sifat hormonal dari benjolan tersebut.

Untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan keganasan, pemeriksaan penunjang radiologi sering kali diperlukan. Ultrasonografi (USG) payudara adalah metode yang paling umum digunakan karena efektif dalam membedakan jaringan kelenjar payudara dengan tumpukan lemak (lipoma) atau pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati). Pada pasien berusia di atas 40 tahun, mamografi mungkin disarankan untuk evaluasi yang lebih komprehensif. Biopsi jaringan jarang dilakukan kecuali terdapat kecurigaan adanya perubahan sel yang mengarah ke keganasan.

Pengobatan dan Penanganan yang Tepat

Mengingat mammae aberans adalah kondisi jinak, penanganan medis tidak selalu diperlukan jika tidak menimbulkan keluhan yang mengganggu. Pendekatan observasi sering kali menjadi pilihan utama bagi kasus yang asimtomatis atau tanpa gejala. Namun, intervensi medis dapat dipertimbangkan apabila kondisi tersebut memengaruhi kualitas hidup pasien.

Tindakan operasi atau eksisi bedah merupakan metode penanganan utama untuk menghilangkan jaringan payudara tambahan. Prosedur ini direkomendasikan dalam beberapa kondisi berikut:

  • Benjolan menimbulkan nyeri yang signifikan dan persisten sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Ukuran benjolan cukup besar sehingga membatasi pergerakan lengan atau menimbulkan masalah estetika yang menyebabkan gangguan psikologis.
  • Terdapat kecurigaan atau risiko patologis pada jaringan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.
  • Terjadi infeksi berulang atau masalah kulit di area lipatan akibat keberadaan benjolan.

Selain eksisi bedah konvensional, teknik sedot lemak atau liposuction kadang dikombinasikan untuk memperbaiki kontur area ketiak, terutama jika komponen lemak lebih dominan daripada jaringan kelenjar. Pemilihan metode akan disesuaikan dengan kondisi anatomis masing-masing pasien.

Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Meskipun jinak, jaringan mammae aberans memiliki struktur histologis yang sama dengan payudara normal. Artinya, jaringan ini memiliki risiko yang sama untuk mengalami kelainan payudara pada umumnya. Kondisi seperti kista, fibroadenoma, mastitis, hingga kanker payudara dapat terjadi pada jaringan aksesori ini, meskipun insiden kanker pada mammae aberans tergolong jarang.

Oleh karena itu, pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) tidak hanya harus dilakukan pada area dada, tetapi juga perlu mencakup area ketiak dan sekitarnya jika seseorang diketahui memiliki jaringan payudara tambahan. Deteksi dini terhadap perubahan bentuk, tekstur, atau munculnya benjolan keras di dalam jaringan aksesori sangat penting untuk pencegahan komplikasi lebih lanjut.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika ditemukan benjolan di area ketiak atau garis susu yang dicurigai sebagai mammae aberans, konsultasi dengan dokter spesialis bedah sangat disarankan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Penanganan dini dapat mencegah kecemasan berlebih dan memastikan bahwa benjolan tersebut bukan merupakan tanda penyakit berbahaya. Gunakan aplikasi Halodoc untuk berdiskusi langsung dengan dokter ahli mengenai gejala yang dialami serta mendapatkan rekomendasi tindakan medis yang tepat dan aman.