Ad Placeholder Image

Kenali Penyebab Benjolan di Lidah Belakang dan Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Benjolan di Lidah Belakang: Penyebab & Cara Mengatasi

Kenali Penyebab Benjolan di Lidah Belakang dan SolusinyaKenali Penyebab Benjolan di Lidah Belakang dan Solusinya

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu bercermin dan tanpa sengaja melihat adanya tonjolan asing di bagian paling belakang lidahmu? Menemukan kelainan pada rongga mulut memang sering kali memicu rasa cemas. Salah satu kondisi yang cukup sering membuat banyak orang khawatir adalah munculnya benjolan di pangkal lidah dekat tenggorokan.

Faktanya, tidak semua tonjolan di area tersebut adalah pertanda dari penyakit berbahaya. Dalam anatomi manusia, bagian belakang lidah memang memiliki struktur alami yang berbentuk seperti benjolan-benjolan kecil. Namun, pada beberapa kasus, tonjolan tersebut bisa membesar, terasa nyeri, atau berubah warna akibat faktor-faktor tertentu seperti iritasi, infeksi, hingga kondisi medis yang lebih serius.

Penting untuk memahami perbedaan antara struktur anatomi yang normal dan benjolan abnormal yang memerlukan penanganan medis. Lidah merupakan organ vital yang berperan penting dalam proses mengunyah, menelan, dan berbicara. Adanya gangguan pada organ ini, sekecil apa pun, tentu dapat memengaruhi kualitas hidup dan kenyamanan kamu sehari-hari.

Oleh karena itu, mengenali penyebab serta gejala penyerta dari kondisi ini merupakan langkah awal yang sangat krusial. Jika keluhan berlanjut, intervensi medis mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi. Mari kita bahas secara tuntas apa saja yang bisa memicu munculnya benjolan di area belakang lidah serta bagaimana cara penanganan yang tepat!

Penyebab Benjolan di Pangkal Lidah

Ada beragam faktor yang dapat menyebabkan munculnya atau membesarnya benjolan di bagian belakang lidah. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling umum ditemui dalam dunia medis:

1. Papila Sirkumvalata yang Membesar

Secara alami, lidah manusia dilapisi oleh ribuan bintil kecil yang disebut papila. Di bagian pangkal lidah yang berbatasan langsung dengan tenggorokan, terdapat jenis papila khusus yang disebut papila sirkumvalata (circumvallate papillae). Papila ini berukuran lebih besar dibandingkan papila lainnya dan tersusun membentuk huruf V terbalik.

Dalam kondisi normal, struktur ini memang tampak seperti benjolan. Namun, jika kamu mengonsumsi makanan yang terlalu pedas, asam, atau suhu makanannya terlalu panas, papila ini bisa mengalami iritasi dan membesar (hipertrofi). Pembesaran inilah yang sering kali disalahartikan sebagai tumor atau penyakit berbahaya, padahal biasanya akan mereda dengan sendirinya dalam beberapa hari.

2. Cedera Fisik atau Iritasi

Rongga mulut adalah area yang sangat sensitif. Menggigit lidah secara tidak sengaja saat mengunyah, terkena ujung gigi yang tajam, atau iritasi kronis akibat penggunaan kawat gigi dan gigi palsu yang kurang pas dapat memicu peradangan. Jaringan lidah yang meradang akan membengkak dan membentuk benjolan yang sering kali terasa perih, terutama saat bersentuhan dengan makanan atau minuman.

3. Infeksi Virus (HPV)

Human Papillomavirus (HPV) adalah salah satu jenis virus yang dapat menginfeksi rongga mulut dan tenggorokan. Beberapa strain HPV dapat menyebabkan tumbuhnya kutil atau benjolan jinak di bagian pangkal lidah. Benjolan akibat HPV umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, memiliki permukaan yang tidak rata seperti kembang kol, dan pertumbuhannya cenderung lambat. Penularan virus ini sebagian besar terjadi melalui kontak langsung atau aktivitas seksual oral.

4. Sariawan (Stomatitis)

Sariawan atau ulkus aftosa tidak hanya muncul di bibir bagian dalam atau pipi, tetapi juga bisa terjadi di bagian pangkal lidah. Sariawan di area ini biasanya diawali dengan benjolan kecil berwarna kemerahan yang kemudian pecah menjadi luka terbuka berwarna putih atau kekuningan. Meskipun ukurannya kecil, sariawan di pangkal lidah bisa sangat menyakitkan dan membuat proses menelan menjadi sulit.

5. Kista Limfoepitelial

Kista adalah kantung tertutup yang berisi cairan. Di area mulut dan tenggorokan, kista limfoepitelial bisa terbentuk di sekitar amandel atau pangkal lidah. Kista ini umumnya bersifat jinak (bukan kanker), berwarna agak kekuningan atau pucat, dan ukurannya tidak lebih dari 1 sentimeter. Kista ini terbentuk ketika jaringan limfoid mengalami peradangan atau terjebak dalam epitel pelapis mulut.

6. Kanker Lidah atau Kanker Mulut

Meskipun jarang, benjolan yang tak kunjung hilang di bagian belakang lidah harus diwaspadai sebagai tanda awal dari karsinoma sel skuamosa, yaitu jenis kanker mulut yang paling umum. Kanker pada pangkal lidah (kanker orofaringeal) sering kali berkaitan erat dengan infeksi HPV tipe risiko tinggi, kebiasaan merokok jangka panjang, dan konsumsi alkohol berlebih. Ciri benjolan kanker biasanya keras saat disentuh, tidak mudah bergeser, mudah berdarah, dan tidak sembuh setelah berminggu-minggu.

Faktor Risiko yang Memperparah Kondisi Rongga Mulut
  1. Kebersihan Mulut yang Buruk: Jarang menyikat gigi atau membersihkan lidah memicu perkembangbiakan bakteri berlebih.
  2. Merokok dan Alkohol: Zat kimia dalam rokok dan alkohol mengiritasi mukosa mulut secara konstan, memicu peradangan hingga mutasi sel.
  3. Pola Makan Tidak Sehat: Kekurangan vitamin tertentu seperti vitamin B12, zat besi, dan folat dapat membuat lidah lebih rentan mengalami peradangan.

Gejala Penyerta yang Perlu Diwaspadai

Saat kamu menemukan tonjolan di belakang lidah, penting untuk melakukan observasi mandiri. Perhatikan apakah kemunculannya disertai dengan gejala-gejala sekunder berikut ini:

  • Rasa nyeri yang tajam atau berdenyut yang menjalar hingga ke telinga.
  • Kesulitan atau rasa sakit saat menelan (disfagia).
  • Suara menjadi serak atau mengalami perubahan nada bicara secara tiba-tiba.
  • Mulut terasa kebas (mati rasa) yang tidak kunjung hilang.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Adanya pembengkakan kelenjar getah bening di area leher atau rahang bagian bawah.

Jika benjolan hanya disebabkan oleh iritasi ringan, biasanya tidak akan disertai oleh gejala sistemik seperti penurunan berat badan atau pembengkakan kelenjar leher.

Cara Mendiagnosis dan Penanganan Awal

Mengetahui penyebab pasti dari kondisi yang dialami sangat bergantung pada pemeriksaan fisik dan diagnosis klinis. Penanganan yang dilakukan pun harus disesuaikan dengan sumber permasalahannya.

1. Diagnosis Medis

Dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) atau dokter gigi biasanya akan melakukan evaluasi visual secara menyeluruh menggunakan lampu khusus dan cermin laring. Jika dokter mencurigai adanya sel abnormal, tindakan biopsi (pengambilan sampel jaringan kecil) mungkin akan disarankan untuk diteliti lebih lanjut di bawah mikroskop. Pemindaian menggunakan CT scan atau MRI juga bisa dilakukan untuk melihat apakah benjolan telah menekan struktur jaringan di sekitarnya.

2. Perawatan Mandiri di Rumah

Sembari menunggu jadwal konsultasi ke dokter, ada beberapa langkah suportif yang bisa kamu lakukan di rumah untuk meredakan rasa tidak nyaman. Cobalah berkumur dengan air garam hangat (campuran setengah sendok teh garam dalam segelas air) sebanyak 2-3 kali sehari. Air garam bertindak sebagai antiseptik ringan yang membantu meredakan peradangan dan membunuh bakteri berlebih di mulut.

Selain itu, perbanyak konsumsi air putih untuk mencegah mulut kering, serta hindari sementara makanan dengan tekstur kasar, sangat pedas, atau asam. Menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol juga menjadi langkah wajib agar mukosa mulut bisa beregenerasi dengan baik.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kelainan pada lidah tidak bersifat gawat darurat, kamu sangat disarankan untuk segera mencari pertolongan medis jika benjolan tidak mengecil atau justru semakin membesar setelah 2 minggu. Perhatian medis yang cepat juga dibutuhkan apabila tonjolan tersebut mulai mengeluarkan darah secara spontan, bernanah, atau menyebabkan kamu kesulitan bernapas dan menelan makanan padat.

Studi Terkait

Journal of Oncology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa insiden kanker orofaringeal (yang melibatkan pangkal lidah dan amandel) mengalami peningkatan signifikan akibat infeksi Human Papillomavirus (HPV), terutama HPV tipe 16.

Studi tersebut menegaskan bahwa lesi atau tonjolan sekecil apa pun di area pangkal lidah yang tak kunjung sembuh memerlukan deteksi dini dan skrining komprehensif. Pasien yang terdiagnosis sejak dini memiliki tingkat kelangsungan hidup (survival rate) yang jauh lebih tinggi berkat respons pengobatan yang lebih optimal.

Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum atau Dokter THT terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Apabila dokter memberikan resep obat setelah sesi konsultasi, kamu tidak perlu repot keluar rumah. Kamu bisa beli obat dengan praktis dan cepat melalui Toko Kesehatan Halodoc. Produk terjamin 100% asli dan akan diantarkan langsung ke depan pintu rumahmu!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Mouth cancer – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Tongue Problems: Symptoms, Causes & Treatment.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2024. Human Papillomavirus (HPV) and Oropharyngeal Cancer.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Oral health.

FAQ

1. Apakah benjolan di pangkal lidah dekat tenggorokan selalu menandakan kanker?

Tidak. Sebagian besar kasus disebabkan oleh kondisi jinak seperti pembesaran alami papila sirkumvalata, iritasi akibat makanan panas atau pedas, serta infeksi ringan seperti sariawan. Kanker hanyalah salah satu kemungkinan kecil, terutama jika disertai gejala bahaya lainnya.

2. Berapa lama benjolan akibat sariawan di lidah bisa sembuh?

Sariawan di area lidah atau mulut biasanya akan mengempis dan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu. Proses penyembuhan dapat dipercepat dengan menjaga kebersihan mulut dan menggunakan obat kumur antiseptik yang aman.

3. Apakah berkumur air garam efektif mengatasi benjolan pada lidah?

Jika benjolan disebabkan oleh peradangan, iritasi ringan, atau infeksi bakteri superfisial, berkumur dengan air garam hangat dapat sangat membantu. Air garam mengurangi bengkak, membersihkan kotoran, dan meredakan rasa sakit untuk sementara waktu.

4. Bagaimana membedakan papila normal dengan benjolan abnormal?

Papila normal (papila sirkumvalata) biasanya berjumlah banyak, berjejer rapi membentuk huruf V di batas lidah dan tenggorokan, serta memiliki warna yang sama dengan permukaan lidah di sekitarnya. Sementara itu, benjolan abnormal biasanya muncul secara asimetris, warnanya sangat merah muda atau putih kepucatan, terasa keras, dan mudah berdarah saat tersentuh.