Vertigo bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari penyakit, cedera, keracunan, dehidrasi sampai penggunaan obat-obatan.

DAFTAR ISI
- Apa Penyebab Orang Terkena Vertigo?
- Kondisi yang Menyebabkan Vertigo
- Berbeda dengan Pusing Biasa, Kenali Gejala Vertigo
- Cara Mengobati Vertigo
- FAQ
Vertigo adalah kondisi medis di mana pengidapnya mengalami pusing seakan berputar. Kondisi ini tentu tidak bisa disamakan dengan pusing biasa.
Sebab, sensasi berputar bisa membuat pengidapnya kehilangan keseimbangan dan jatuh. Kondisi vertigo bisa ringan, tidak terlalu terasa dan tidak mengganggu aktivitas, tetapi ada juga yang mengalami kondisi vertigo yang parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Ada banyak faktor pemicu vertigo, mulai dari masalah di telinga, kondisi medis, usia, keracunan, dehidrasi, sampai pemakaian obat-obatan.
Alhasil, pengobatan vertigo pun tidak bisa sembarangan dan perlu disesuaikan dengan akar penyebabnya. Nah, berikut berbagai penyebab dan pengobatan vertigo yang perlu kamu ketahui.
Apa Penyebab Orang Terkena Vertigo?
Penyebab vertigo sangat beragam. Penting untuk dipahami bahwa vertigo bukanlah penyakit mandiri, melainkan sebuah gejala yang mengindikasikan adanya gangguan pada sistem keseimbangan tubuh. Sistem ini melibatkan telinga bagian dalam, otak, dan jalur saraf yang menghubungkan keduanya.
Berikut adalah beberapa penyebab umum vertigo:
1. Vertigo perifer
Sebagian besar kasus vertigo berasal dari gangguan pada telinga bagian dalam. Telinga bagian dalam berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan vertigo perifer meliputi:
- Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV): BPPV adalah penyebab vertigo yang paling umum. Kondisi ini terjadi ketika kristal kalsium karbonat kecil di telinga bagian dalam terlepas dari posisinya dan bergerak ke saluran setengah lingkaran. Perubahan posisi kepala kemudian mengirimkan sinyal yang salah ke otak, menyebabkan vertigo.
- Labyrinthitis dan vestibular neuritis: Labyrinthitis adalah peradangan pada labirin telinga bagian dalam, sedangkan vestibular neuritis adalah peradangan pada saraf vestibular yang menghubungkan telinga bagian dalam ke otak. Kedua kondisi ini sering disebabkan oleh infeksi virus dan dapat menyebabkan vertigo yang parah dan berlangsung lama.
- Penyakit ménière: Penyakit Ménière adalah gangguan telinga bagian dalam yang ditandai dengan penumpukan cairan endolimfe. Kondisi ini dapat menyebabkan vertigo, tinnitus (telinga berdenging), gangguan pendengaran, dan rasa penuh di telinga.
2. Vertigo sentral
Vertigo sentral disebabkan oleh masalah pada otak, khususnya pada batang otak atau cerebellum. Kondisi ini cenderung lebih jarang terjadi dibandingkan vertigo perifer, tetapi bisa lebih serius. Beberapa penyebab vertigo sentral meliputi:
- Stroke atau transient ischemic attack (TIA): Stroke atau TIA dapat memengaruhi aliran darah ke otak dan menyebabkan kerusakan pada area yang bertanggung jawab untuk keseimbangan.
- Multiple sclerosis (MS): MS adalah penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat, termasuk otak dan sumsum tulang belakang. Kerusakan pada saraf dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk vertigo.
- Tumor otak: Tumor otak, terutama yang terletak di dekat batang otak atau cerebellum, dapat menekan atau merusak struktur otak yang terlibat dalam keseimbangan.
- Migrain vestibular: Migrain vestibular adalah jenis migrain yang dapat menyebabkan vertigo, bahkan tanpa sakit kepala yang menyertainya.
3. Penyebab vertigo lainnya
Selain penyebab di atas, vertigo juga dapat dipicu oleh faktor-faktor lain, seperti:
- Obat-obatan tertentu: Beberapa jenis obat, seperti antibiotik tertentu, obat antihipertensi, dan antidepresan, dapat menyebabkan vertigo sebagai efek samping.
- Tekanan darah rendah (hipotensi): Tekanan darah rendah dapat mengurangi aliran darah ke otak dan menyebabkan pusing atau vertigo.
- Dehidrasi: Kekurangan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan penurunan volume darah dan tekanan darah, yang dapat memicu vertigo.
- Diabetes dan gangguan metabolik lainnya: Kadar gula darah yang tidak terkontrol pada penderita diabetes dapat merusak saraf dan pembuluh darah, yang dapat menyebabkan vertigo.



Kondisi yang Menyebabkan Vertigo
Vertigo pada umumnya berawal dari gangguan telinga bagian dalam. Gangguan pada telinga ini akan menimbulkan masalah mekanisme keseimbangan tubuh. Tidak hanya itu, penyebab vertigo lainnya dapat berupa:
- Migrain yang ditandai dengan sakit kepala yang tak tertahankan.
- Adanya gangguan di bagian kepala seperti tumor.
- Obat-obatan tertentu yang bisa mengakibatkan tidak berfungsinya bagian telinga.
- Adanya trauma atau luka di kepala atau leher.
- Mengidap penyakit Meniere, yaitu gangguan pada telinga bagian dalam.
- Mengidap vestibular neuronitis yang merupakan inflamasi saraf vestibular di telinga bagian dalam.
Oleh karena vertigo bisa disebabkan oleh berbagai faktor, penting untuk bisa mengidentifikasi apa penyebabnya. Pasalnya, pengobatan vertigo tidak bisa disamaratakan dan perlu diobati sesuai dengan akar penyebabnya.
Berbeda dengan Pusing Biasa, Kenali Gejala Vertigo
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, vertigo tidak sama dengan pusing biasa ataupun migrain. Biasanya, seseorang menggambarkan vertigo, seperti rasa berputar-putar, miring, ditarik ke satu arah, bergoyang, atau tidak seimbang. Tak hanya itu, seringkali rasa berputar tersebut juga disertai dengan gejala berikut ini:
- Merasa mual.
- Muntah.
- Gerakan mata yang tidak normal atau menyentak (nystagmus).
- Sakit kepala.
- berkeringat.
- Telinga berdenging atau gangguan pendengaran.
Gejala-gejala di atas dapat berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam atau lebih dan dapat datang dan pergi.
Ketahui lebih dalam tentang kondisi Apa itu Vertigo? Gejala, Penyebab, Pencegahan & Pengobatannya berikut ini.
Cara Mengobati Vertigo
Bagi sebagian orang, kondisi ini bisa sembuh tanpa pengobatan. Kemungkinannya, hal ini disebabkan karena otak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi pada telinga bagian dalam.
Sebenarnya, vertigo bukan sebuah penyakit, tetapi sering disebut sebagai gejala. Oleh karena itu, cara mengobati vertigo tidak bisa sembarangan dan perlu diidentifikasi akar penyebabnya terlebih dahulu.
Sementara untuk penyebab vertigo yang serius dan memerlukan langkah pengobatan khusus, pilihan pengobatannya, yaitu:
- Konsumsi obat-obatan, seperti prochlorperazine dan antihistamin. Namun, obat-obatan ini biasanya hanya efektif untuk tahap awal dan tidak disarankan untuk dikonsumsi jangka panjang.
- Terapi rehabilitasi vestibular untuk mengurangi frekuensi vertigo. Terapi ini berguna untuk membantu otak agar bisa menyesuaikan diri dengan sinyal yang tidak dikenal dari telinga yang menjadi penyebab vertigo.
Itulah sejumlah informasi seputar vertigo yang perlu kamu ketahui. Jika kamu mengalami vertigo yang tak kunjung hilang, segera hubungi dokter spesialis THT di Halodoc untuk mendapatkan saran pertolongan pertama yang tepat.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
National Health Services. Diakses pada 2025. Vertigo.
WebMD. Diakses pada 2025. Vertigo.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Dizziness.
FAQ
1. Apakah penyebab vertigo bisa berasal dari gangguan pada mata?
Ya, gangguan fokus atau ketidakseimbangan penglihatan (seperti perbedaan kekuatan lensa mata kanan dan kiri) bisa memicu vertigo karena otak menerima sinyal visual yang tidak sinkron.
2. Benarkah alergi bisa menyebabkan vertigo?
Benar. Reaksi alergi dapat memicu peradangan pada saluran telinga bagian dalam, yang mengganggu keseimbangan cairan dan memicu sensasi berputar khas vertigo.
3. Apakah kekurangan vitamin tertentu bisa jadi penyebab vertigo?
Ya, kekurangan vitamin B12 dan D dapat memengaruhi sistem saraf dan keseimbangan tubuh, sehingga meningkatkan risiko vertigo.
4. Mengapa stres kronis bisa memicu vertigo?
Stres berkepanjangan menyebabkan ketegangan otot leher dan gangguan aliran darah ke otak bagian vestibular, pusat pengatur keseimbangan tubuh.
5. Apakah penggunaan headphone terlalu lama bisa memicu vertigo?
Bisa. Volume suara tinggi dan tekanan akustik yang berlebihan dari headphone dapat mengiritasi saraf telinga bagian dalam, salah satu penyebab vertigo yang jarang disadari.



