
Kenali Perbedaan Sohun dan Bihun, Lebih Sehat yang Mana?
“Sohun (soun) dan bihun adalah sumber karbohidrat yang rendah lemak dan kalori. Jika kamu lihat sekilas, keduanya hampir sama, tetapi ternyata ada cukup banyak perbedaannya, dilihat dari segi tekstur, warna, dan bahan utamanya.”

DAFTAR ISI
- Perbedaan Bahan Baku Soun dan Bihun
- Karakteristik Fisik dan Tekstur
- Perbandingan Kandungan Nutrisi
- Mana yang Lebih Baik untuk Diabetes?
- Manfaat Kesehatan Soun dan Bihun
- Studi Terkait
- FAQ
Soun dan bihun adalah dua jenis mie transparan yang sangat populer dalam kuliner Nusantara. Mulai dari soto, bakso, hingga ketoprak, kedua bahan ini hampir selalu hadir sebagai pelengkap yang menggugah selera. Namun, meski sekilas tampak serupa, perbedaan soun dan bihun sebenarnya sangat mendasar, mulai dari bahan baku hingga profil nutrisinya.
Memahami perbedaan soun dan bihun bukan sekadar soal rasa atau tekstur di lidah. Bagi kamu yang sedang menjalani program diet tertentu, memiliki kondisi medis seperti diabetes, atau memiliki intoleransi terhadap gluten, mengetahui kandungan di balik helai mie ini sangatlah penting untuk menjaga keseimbangan gizi harian.
Banyak orang sering tertukar saat menyebutkan keduanya. Ada yang menganggap soun adalah bihun yang lebih tebal, atau sebaliknya. Padahal, dari sudut pandang kesehatan, keduanya memiliki dampak yang berbeda terhadap kadar gula darah dan sistem pencernaan. Oleh karena itu, penting untuk membedah lebih dalam mengenai karakteristik masing-masing agar kamu dapat memilih mana yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuhmu.
Nah, mau tahu apa saja perbedaan soun dan bihun serta mana yang lebih sehat untuk dikonsumsi? Berikut ulasannya!
Perbedaan Bahan Baku Soun dan Bihun
Perbedaan paling utama antara soun dan bihun terletak pada bahan dasar pembuatannya. Hal inilah yang menentukan kandungan karbohidrat dan protein di dalamnya.
1. Bahan Baku Soun (Glass Noodles)
Soun, yang sering dijuluki sebagai glass noodles atau mie kaca, umumnya dibuat dari pati non-gandum. Bahan yang paling sering digunakan adalah pati kacang hijau (mung bean starch). Namun, dalam industri pangan modern, soun juga sering diproduksi menggunakan pati kentang, pati ubi jalar, atau pati singkong (tapioka). Penggunaan pati murni tanpa serat tambahan inilah yang memberikan soun tampilan yang sangat bening setelah dimasak.
2. Bahan Baku Bihun (Rice Vermicelli)
Bihun memiliki asal-usul nama dari bahasa Tionghoa, “Bi” berarti beras dan “Hun” berarti tepung. Sesuai namanya, bihun terbuat dari tepung beras. Karena berbahan dasar beras, bihun memiliki kandungan pati yang berbeda dengan soun. Proses pembuatannya melibatkan penggilingan beras menjadi tepung, yang kemudian diolah menjadi adonan mie tipis. Tekstur bihun cenderung lebih padat dibandingkan soun karena karakteristik tepung beras itu sendiri.
Karakteristik Fisik dan Tekstur
Jika kamu memperhatikan dengan saksama saat berbelanja atau makan di restoran, kamu bisa dengan mudah membedakan keduanya melalui tampilan fisik.
- Warna: Soun saat masih kering berwarna putih agak transparan, namun setelah direbus akan menjadi sangat bening (transparan). Sementara bihun, saat kering berwarna putih kusam atau putih susu, dan setelah dimasak warnanya tetap putih (tidak bening).
- Tekstur: Soun memiliki tekstur yang sangat licin, kenyal, dan elastis. Soun juga cenderung lebih mudah putus jika dimasak terlalu lama. Bihun memiliki tekstur yang lebih kasar, lebih kering, dan tidak sekental soun. Bihun juga lebih kuat dan tidak mudah hancur saat diaduk dalam masakan tumis.
- Ketebalan: Umumnya, soun yang tersedia di pasar Indonesia sedikit lebih tebal dibandingkan bihun yang helainya sangat halus dan tipis.
Perbandingan Kandungan Nutrisi
Sebagai seorang apoteker, saya sering menerima pertanyaan mengenai mana yang lebih aman untuk diet. Mari kita bedah per 100 gram porsi matang (estimasi umum):
Kandungan Gizi Soun (Kacang Hijau)
Soun dari kacang hijau dianggap sebagai pilihan yang lebih premium karena mengandung sedikit protein dan mineral dari bahan asalnya. Kalorinya berkisar antara 150-180 kkal per porsi sedang. Soun juga dikenal bebas gluten secara alami, menjadikannya aman untuk penderita penyakit Celiac.
Kandungan Gizi Bihun (Beras)
Bihun dari tepung beras memiliki kalori yang hampir serupa, sekitar 190-200 kkal per porsi. Bihun juga rendah lemak dan mengandung sedikit serat. Keunggulan bihun adalah kandungan karbohidrat kompleksnya yang memberikan energi lebih cepat bagi tubuh.
Tips Memilih Produk yang Sehat
- Periksa label kemasan untuk memastikan tidak ada tambahan pemutih kimia (klorin).
- Pilihlah bihun yang terbuat dari beras merah jika tersedia, karena memiliki serat lebih tinggi.
- Batasi penggunaan bumbu instan yang tinggi natrium saat mengolah soun atau bihun.
Mana yang Lebih Baik untuk Diabetes?
Bagi penyandang diabetes atau mereka yang sedang memantau kadar gula darah, memahami Indeks Glikemik (IG) sangatlah krusial. IG adalah skala yang menunjukkan seberapa cepat karbohidrat dalam makanan diubah menjadi glukosa darah.
Soun yang terbuat dari pati kacang hijau murni umumnya memiliki Indeks Glikemik rendah (sekitar 39-45). Ini berarti soun tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara mendadak setelah dikonsumsi. Hal ini menjadikannya pilihan karbohidrat yang lebih aman bagi pasien diabetes dibandingkan nasi putih.
Di sisi lain, bihun yang terbuat dari tepung beras memiliki Indeks Glikemik sedang hingga tinggi (sekitar 58-80), tergantung pada proses pengolahannya. Karena bihun berbahan dasar beras putih, tubuh akan memecahnya menjadi gula lebih cepat. Jadi, bagi kamu yang memiliki masalah gula darah, disarankan untuk membatasi porsi bihun atau mengimbanginya dengan banyak sayuran hijau dan protein hewani tanpa lemak.
Jika kamu memerlukan saran lebih lanjut mengenai pola makan untuk kondisi medis tertentu, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.
Manfaat Kesehatan Soun dan Bihun
Kedua jenis mie ini menawarkan manfaat unik bagi kesehatan jika dikonsumsi secara bijak:
1. Sumber Energi Bebas Gluten
Keduanya secara alami bebas gluten. Ini adalah kabar baik bagi mereka yang memiliki sensitivitas gluten atau intoleransi gandum. Kamu bisa menikmati olahan mie tanpa perlu khawatir akan gangguan pencernaan seperti kembung atau diare yang sering muncul akibat konsumsi gluten.
2. Rendah Lemak dan Kolesterol
Soun dan bihun pada dasarnya mengandung lemak yang sangat minimal dan nol kolesterol. Ini menjadikannya alternatif yang lebih sehat dibandingkan mie instan yang digoreng (mie kuning) yang seringkali tinggi lemak jenuh.
3. Mengenyangkan Lebih Lama (Khusus Soun)
Karena kandungan pati resisten pada soun kacang hijau, proses pencernaan berlangsung lebih lambat. Hal ini membantu memberikan rasa kenyang yang lebih lama, sehingga bisa membantu dalam mengontrol nafsu makan bagi kamu yang sedang menurunkan berat badan.
Untuk menunjang kesehatan pencernaan dan metabolisme tubuh, pastikan kamu juga memenuhi kebutuhan mikronutrisi harian. Kamu bisa beli produk kesehatan di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan mudah.
Studi Mengenai Indeks Glikemik Mie Pati
The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa makanan berbasis pati kacang hijau memiliki respon glikemik yang jauh lebih rendah dibandingkan makanan berbasis sereal atau beras.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa struktur amilosa yang tinggi pada kacang hijau membuat soun lebih sulit dipecah oleh enzim pencernaan secara cepat. Hal ini memperkuat rekomendasi soun sebagai pengganti nasi bagi individu yang memerlukan kontrol glukosa yang ketat.
Kesimpulannya, soun dan bihun sama-sama merupakan sumber karbohidrat yang baik, namun soun (terutama yang dari kacang hijau) memiliki sedikit keunggulan dari sisi Indeks Glikemik. Pilihlah sesuai dengan kondisi kesehatan dan preferensi tekstur masakanmu. Selalu ingat untuk memperhatikan porsi dan menambahkan sayuran serta protein agar hidanganmu menjadi nutrisi yang seimbang.
Jika kamu merasa ada keluhan kesehatan setelah mengonsumsi jenis makanan tertentu, segera periksakan diri. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. Rice Vermicelli vs. Glass Noodles: What is the Difference?.
Journal of Food Science and Technology. Diakses pada 2026. Nutritional and Glycemic Index Properties of Mung Bean Starch Noodles.
Medical News Today. Diakses pada 2026. Gluten-Free Alternatives for Noodles and Pasta.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2026. Carbohydrates and the Glycemic Index.
FAQ
1. Apakah soun dan bihun sama-sama bebas gluten?
Ya, secara alami soun (pati kacang/kentang) dan bihun (tepung beras) tidak mengandung gluten, sehingga aman bagi penderita Celiac.
2. Mana yang lebih rendah kalori, soun atau bihun?
Kalori keduanya hampir setara, namun soun sering dianggap sedikit lebih rendah kalori tergantung pada bahan pati yang digunakan dalam produksinya.
3. Bolehkah penderita diabetes makan bihun?
Boleh, namun harus sangat dibatasi porsinya karena bihun memiliki Indeks Glikemik yang lebih tinggi dibandingkan soun.
4. Bagaimana cara membedakan soun dan bihun saat sudah dimasak?
Lihat warnanya; soun akan terlihat bening transparan dan kenyal, sedangkan bihun akan terlihat putih susu dan lebih padat.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung mengenai pola diet yang tepat? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


