• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Varian Alpha, Beta, dan Delta dari Virus COVID-19

Kenali Varian Alpha, Beta, dan Delta dari Virus COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kenali Varian Alpha, Beta, dan Delta dari Virus COVID-19

Halodoc, Jakarta – Mutasi dari virus corona terus muncul dan beberapa jenis dipercaya dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk dibandingkan aslinya. Hal ini menyebabkan pemerintah terus berusaha untuk mempercepat distribusi vaksin agar dapat menimbulkan imunitas kelompok atau herd immunity. Lalu, apa saja varian baru dari virus COVID-19 yang disebabkan oleh mutasi ini? Ketahui selengkapnya di sini!

Apa Itu Virus COVID-19 Varian Alpha, Beta, dan Delta?

Varian dari virus corona ini terbagi melalui penilaian komparatif dari beberapa faktor, seperti peningkatan penularan atau perubahan yang dapat merugikan, peningkatan virulensi atau perubahan pada presentasi terjadinya penyakit klinis, serta penurunan efektivitas terhadap vaksin. Beberapa mutasi ini telah terjadi di beberapa negara dan bahkan menimbulkan dampak yang sangat buruk, sehingga perlu dihindari untuk menyebar di Indonesia.

Baca juga: Ini Cara Virus Corona Menyerang Tubuh

Artikel ini akan dibahas tentang varian virus COVID-19 alpha, beta, dan delta. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Virus COVID-19 Varian Alpha

Virus ini adalah varian yang awalnya terdeteksi di Inggris. Alpha memiliki nama lain, seperti varian Kent atau virus B117. Disebutkan jika virus ini setidaknya lebih mudah menular daripada jenis yang pertama kali terdeteksi di China. Pada Oktober silam, strain ini hanya terjadi pada 3 persen dari total kasus di Inggris, tetapi mencapai awal Februari, tercatat sebanyak 96 persen dari jumlah seluruhnya sehingga menimbulkan gelombang ketiga.

Selain itu, data juga menunjukkan jika virus COVID-19 ini sekitar 30–70 persen lebih mematikan dibandingkan yang lainnya. Meski begitu, suatu penelitian menunjukkan jika vaksin AstraZeneca memiliki tingkat efektivitas sebesar 70,4 persen melawan gejala COVID-19 dari varian baru ini. Untuk Pfizer, angkanya mencapai 89,5 persen yang terjadi paling tidak 14 hari setelah penerimaan dosis kedua.

2. Virus COVID-19 Varian Beta

Strain beta ini pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada awal Oktober dan telah ditemukan di lebih dari 80 negara. Virus ini membawa mutasi yang disebut dengan E484K, yang dapat membantu penyakit ini menghindari sistem kekebalan. Jenis virus yang disebut juga dengan B1351 ini, disebut-sebut tidak bekerja dengan baik pada seseorang yang mendapatkan vaksin AstraZeneca, karena hanya memberikan perlindungan 10 persen terhadap gejala ringan hingga sedang.

Baca juga: Terjangkit Virus Corona, Kapan Gejalanya Akan Berakhir?

3. Virus COVID-19 Varian Delta

Varian ini ditemukan di India yang pertama kali terdeteksi pada bulan Oktober, sehingga menyebabkan gelombang kedua yang awalnya telah surut. Jenis virus COVID-19 ini lebih menular dan mampu menghindari respons imun tubuh akibat mutasi yang terjadi. Bahkan, varian ini diperkirakan 40 persen lebih menular dibandingkan jenis Alpha serta strain aslinya.

Disebut-sebut juga jika vaksin kurang efektif untuk melawan varian delta ini. Bahkan, penilaian risiko terbaru menyebut jika ada tingkat ketidakpastian yang tinggi tentang efektivitas AstraZeneca terhadap strain ini meski telah mendapatkan dua dosis. Seseorang yang terinfeksi virus COVID-19 jenis delta lebih berisiko mendapatkan perawatan di rumah sakit dibandingkan jenis Alpha. Maka dari itu, strain ini disebut-sebut yang paling buruk dari semua jenis yang ada.

Apabila kamu masih memiliki pertanyaan tentang segala dampak yang dapat disebabkan oleh varian virus COVID-19 ini, dokter dari Halodoc siap membantu untuk menjelaskannya. Dengan download aplikasi Halodoc, beberapa fitur untuk berdiskusi dengan ahli medis, seperti Chat atau Voice/Video Call, dapat kamu manfaatkan. Maka dari itu, unduh sekarang juga!

Baca juga: Mutasi Virus Corona dan Kemampuan mRNA Terbatas

Itulah penjelasan tentang virus COVID-19 varian Alpha, Beta, dan Delta. Mungkin saja beberapa varian ini tetap dapat menyerang seseorang yang telah mendapatkan vaksin, tetapi masih lebih baik dibandingkan tidak ada perlindungan sama sekali. Pastikan juga untuk selalu memperhatikan Protokol Kesehatan (prokes) untuk meminimalisir risiko tertular semua varian ini.

Referensi:
WHO. Diakses pada 2021. Tracking SARS-CoV-2 variants.
The National News. Diakses pada 2021. What are the Covid-19 variants and how do Alpha, Beta and Delta differ?
RNZ. Diakses pada 2021. Covid-19: Breakdown of renamed variants.