Ad Placeholder Image

Kenapa Ada Bercak Merah di Mata? Normal atau Bahaya?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Kenapa Ada Bercak Merah di Mata? Tenang, Ini Sebabnya!

Kenapa Ada Bercak Merah di Mata? Normal atau Bahaya?Kenapa Ada Bercak Merah di Mata? Normal atau Bahaya?

Mengapa Ada Bercak Merah di Mata? Pahami Penyebab dan Penanganannya

Bercak merah di mata dapat menimbulkan kekhawatiran, terutama jika muncul tiba-tiba. Kondisi ini seringkali disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah kecil di permukaan mata, yang dikenal sebagai perdarahan subkonjungtiva. Meskipun umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya, bercak merah di mata juga bisa menjadi indikasi adanya kondisi yang memerlukan perhatian medis.

Definisi Bercak Merah di Mata

Bercak merah di mata merujuk pada area merah terang yang muncul pada bagian putih mata (sklera). Ini terjadi ketika salah satu pembuluh darah kecil di bawah konjungtiva, selaput bening yang menutupi bagian putih mata, pecah. Darah kemudian terperangkap di bawah selaput ini, membuatnya terlihat seperti noda merah yang mencolok.

Istilah medis untuk kondisi ini adalah perdarahan subkonjungtiva. Meskipun terlihat menakutkan, biasanya kondisi ini tidak menyebabkan nyeri, perubahan penglihatan, atau keluarnya cairan dari mata. Bercak merah dapat bervariasi dalam ukuran dan biasanya akan memudar serta hilang dalam satu hingga dua minggu.

Kenapa Ada Bercak Merah di Mata? Memahami Penyebab Umum

Banyak faktor yang dapat menyebabkan munculnya bercak merah di mata. Beberapa penyebabnya tidak berbahaya, sementara yang lain mungkin memerlukan penanganan lebih lanjut.

Peningkatan Tekanan Mendadak

Penyebab paling sering dari pecahnya pembuluh darah di mata adalah peningkatan tekanan tiba-tiba. Aktivitas yang meningkatkan tekanan di kepala atau dada dapat menyebabkan pembuluh darah kecil ini pecah.

  • Batuk atau bersin yang kuat dan berulang.
  • Mengejan saat buang air besar.
  • Muntah yang hebat.
  • Mengangkat beban berat.
  • Menggosok mata terlalu keras.
  • Trauma kecil pada mata atau kepala.
  • Penggunaan lensa kontak yang tidak tepat atau iritasi dari lensa kontak.

Kondisi Medis Lain yang Lebih Serius

Selain peningkatan tekanan, beberapa kondisi medis lain juga dapat menyebabkan bercak merah di mata atau mata merah secara keseluruhan. Ini mungkin membutuhkan evaluasi medis.

  • Konjungtivitis (Mata Merah): Peradangan pada konjungtiva yang bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau alergi.
  • Alergi Mata: Reaksi alergi terhadap serbuk sari, debu, atau bulu hewan peliharaan dapat menyebabkan mata merah, gatal, dan berair.
  • Mata Kering: Kekurangan produksi air mata atau kualitas air mata yang buruk dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, dan rasa tidak nyaman.
  • Trauma Mata: Cedera langsung pada mata, seperti tergores atau terkena benturan, bisa menyebabkan perdarahan dan kemerahan.
  • Tekanan Darah Tinggi: Pada beberapa kasus, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko pecahnya pembuluh darah di mata.

Gejala Penyerta yang Perlu Diwaspadai

Meskipun bercak merah akibat perdarahan subkonjungtiva biasanya tidak berbahaya, ada beberapa gejala yang menandakan kondisi tersebut mungkin lebih serius. Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika bercak merah di mata disertai dengan:

  • Nyeri hebat pada mata.
  • Perubahan atau gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau ganda.
  • Keluarnya cairan atau nanah dari mata.
  • Mata terasa sangat gatal atau sensasi seperti ada benda asing.
  • Peka terhadap cahaya (fotofobia).
  • Perdarahan berulang tanpa sebab yang jelas.
  • Perdarahan juga terjadi di bagian tubuh lain.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Sebagian besar bercak merah di mata akan hilang dengan sendirinya. Namun, konsultasi dengan dokter mata dianjurkan jika kondisi ini tidak membaik dalam dua minggu, atau jika bercak merah disertai dengan gejala yang disebutkan sebelumnya. Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab pasti dan memberikan penanganan yang sesuai.

Penanganan Bercak Merah di Mata

Untuk perdarahan subkonjungtiva yang tidak berbahaya, penanganan spesifik biasanya tidak diperlukan. Tubuh akan menyerap darah secara alami seiring waktu.

  • Kompres Dingin: Mengompres mata dengan kain dingin dapat membantu mengurangi pembengkakan jika ada.
  • Hindari Menggosok Mata: Menggosok mata dapat memperburuk kondisi atau menyebabkan perdarahan lebih lanjut.
  • Obat Tetes Mata: Dokter mungkin merekomendasikan obat tetes mata pelumas untuk mengurangi iritasi, meskipun ini tidak mempercepat penyembuhan bercak merah itu sendiri.

Jika bercak merah disebabkan oleh kondisi lain seperti infeksi atau alergi, dokter akan meresepkan obat tetes mata antibiotik, antivirus, atau antihistamin sesuai dengan diagnosis.

Pencegahan Bercak Merah di Mata

Meskipun tidak semua kasus dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko munculnya bercak merah di mata.

  • Hindari menggosok mata terlalu keras.
  • Gunakan kacamata pelindung saat beraktivitas yang berisiko menyebabkan cedera mata.
  • Kelola batuk, bersin, atau alergi dengan baik untuk mengurangi tekanan berulang.
  • Perhatikan penggunaan lensa kontak, pastikan kebersihan dan jadwal penggantiannya.
  • Periksakan mata secara rutin, terutama jika memiliki kondisi medis seperti tekanan darah tinggi.

Pertanyaan Umum Mengenai Bercak Merah di Mata (FAQ)

Apakah bercak merah di mata selalu berbahaya?

Tidak selalu. Sebagian besar bercak merah di mata disebabkan oleh perdarahan subkonjungtiva yang tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Namun, penting untuk mewaspadai gejala penyerta yang dapat mengindikasikan kondisi lebih serius.

Berapa lama bercak merah di mata akan hilang?

Biasanya, bercak merah akibat perdarahan subkonjungtiva akan memudar dan hilang sepenuhnya dalam waktu satu hingga dua minggu. Proses penyembuhan mirip dengan memar pada kulit.

Jika muncul bercak merah di mata dan menimbulkan kekhawatiran, terutama jika disertai nyeri atau gangguan penglihatan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis mata untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.