Ad Placeholder Image

Kenapa Ada Jerawat di Bawah Alis? Ini Jawabannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Mei 2026

Jerawat di Bawah Alis? Ini Penyebab dan Solusinya

Kenapa Ada Jerawat di Bawah Alis? Ini JawabannyaKenapa Ada Jerawat di Bawah Alis? Ini Jawabannya

Ringkasan Singkat: Jerawat di Bawah Alis

Jerawat di bawah alis seringkali muncul akibat pori-pori yang tersumbat oleh minyak berlebih, kotoran, sisa produk kosmetik tebal, atau bakteri dari alat makeup yang kotor. Kondisi ini dapat menyebabkan benjolan kecil kemerahan yang kadang terasa nyeri. Penanganan melibatkan menjaga kebersihan wajah secara rutin, menggunakan produk non-komedogenik, serta membersihkan alat kosmetik secara teratur. Jika jerawat terasa sakit, meradang, atau bernanah, disarankan untuk mencari bantuan medis profesional.

Apa Itu Jerawat di Bawah Alis?

Jerawat di bawah alis adalah kondisi peradangan kulit yang terjadi di area folikel rambut alis. Jerawat ini muncul ketika pori-pori di sekitar alis tersumbat. Sumbatan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, menyebabkan penumpukan sel kulit mati, minyak (sebum), dan bakteri.

Kondisi ini umum terjadi dan dapat bermanifestasi sebagai komedo putih, komedo hitam, papula (benjolan kecil tanpa nanah), pustula (benjolan berisi nanah), atau bahkan kista jika peradangan parah. Area di bawah alis cenderung memiliki kelenjar minyak sehingga rentan terhadap masalah kulit ini.

Penyebab Munculnya Jerawat di Bawah Alis

Kemunculan jerawat di area bawah alis umumnya dipicu oleh beberapa faktor utama. Memahami pemicu ini membantu dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.

  • Pori-pori tersumbat: Minyak berlebih (sebum), keringat, sel kulit mati, kotoran, dan bakteri dapat menyumbat folikel rambut di area alis. Sumbatan ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri penyebab jerawat untuk berkembang biak.
  • Produk kosmetik: Penggunaan gel alis, pensil alis, atau foundation yang memiliki tekstur tebal dan oklusif dapat menyumbat pori-pori. Bahan-bahan tertentu dalam kosmetik juga berpotensi memicu timbulnya jerawat pada beberapa jenis kulit.
  • Alat makeup kotor: Kuas atau spons makeup yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menjadi sarang bakteri. Saat digunakan, bakteri dari alat makeup tersebut dapat berpindah ke kulit dan menyumbat pori-pori, memicu peradangan.
  • Gesekan dan iritasi: Menggosok area alis secara berlebihan, mencabut alis, atau menggunakan produk pencukur yang tidak bersih dapat menyebabkan iritasi. Iritasi ini berpotensi memicu peradangan dan pembentukan jerawat.
  • Perubahan hormonal: Fluktuasi hormon, seperti saat menstruasi, kehamilan, atau stres, dapat meningkatkan produksi sebum. Produksi sebum yang berlebihan ini memperbesar risiko terjadinya pori-pori tersumbat dan jerawat.

Gejala Jerawat di Bawah Alis

Gejala jerawat di bawah alis bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang lebih parah. Identifikasi gejala dapat membantu menentukan langkah penanganan. Gejala yang umum meliputi:

  • Benjolan merah kecil: Merupakan tanda awal peradangan, seringkali terasa nyeri saat disentuh.
  • Komedo: Bisa berupa komedo hitam (ujung hitam) atau komedo putih (benjolan kecil berwarna putih di bawah kulit).
  • Nyeri dan kemerahan: Area sekitar jerawat mungkin terlihat meradang dan terasa tidak nyaman.
  • Pustula: Jerawat dengan bagian tengah berwarna putih atau kuning yang berisi nanah.
  • Pembengkakan: Pada kasus yang lebih parah, area di sekitar alis bisa membengkak.

Cara Mengatasi Jerawat di Bawah Alis

Penanganan jerawat di bawah alis berfokus pada kebersihan dan penggunaan produk yang tepat untuk mengurangi peradangan. Beberapa cara efektif untuk mengatasinya meliputi:

  • Jaga kebersihan wajah: Cuci muka dua kali sehari menggunakan pembersih wajah yang lembut dan sesuai dengan jenis kulit. Pastikan untuk membersihkan area alis dengan seksama untuk menghilangkan sisa makeup dan kotoran.
  • Gunakan produk non-komedogenik: Pilih produk kosmetik dan perawatan kulit yang berlabel “non-komedogenik” atau “non-acnegenic”. Produk-produk ini diformulasikan agar tidak menyumbat pori-pori dan meminimalkan risiko jerawat.
  • Bersihkan alat makeup secara rutin: Cuci kuas, spons, dan aplikator makeup lainnya setidaknya seminggu sekali. Gunakan sabun khusus pembersih alat makeup atau sampo bayi, lalu keringkan dengan baik.
  • Hindari menyentuh wajah: Kebiasaan menyentuh atau menggaruk wajah, terutama area alis, dapat memindahkan bakteri dari tangan ke kulit. Hal ini meningkatkan risiko penyumbatan pori-pori dan peradangan.
  • Jangan memencet jerawat: Memencet jerawat dapat memperburuk peradangan, mendorong bakteri masuk lebih dalam ke kulit, dan berpotensi meninggalkan bekas luka atau noda hitam. Biarkan jerawat sembuh secara alami atau gunakan obat jerawat topikal yang direkomendasikan.
  • Gunakan obat jerawat topikal: Produk yang mengandung bahan aktif seperti asam salisilat, benzoil peroksida, atau retinoid dapat membantu mengobati jerawat. Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan dengan cermat.

Pencegahan Jerawat di Bawah Alis

Mencegah jerawat di bawah alis jauh lebih baik daripada mengobatinya. Terapkan rutinitas perawatan kulit dan kebiasaan hidup sehat untuk menjaga area alis tetap bersih dan bebas jerawat.

  • Bersihkan wajah secara teratur: Tetaplah membersihkan wajah dua kali sehari, pagi dan malam, terutama setelah beraktivitas yang menghasilkan banyak keringat.
  • Pilih produk yang tepat: Selalu gunakan kosmetik dan produk perawatan kulit yang non-komedogenik dan sesuai dengan jenis kulit.
  • Rutin membersihkan alat kosmetik: Jadwalkan pembersihan alat makeup setiap minggu untuk mencegah penumpukan bakteri.
  • Hindari iritasi mekanis: Berhati-hatilah saat mencabut atau membentuk alis agar tidak melukai kulit dan memicu peradangan.
  • Kelola stres: Stres dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan memicu produksi sebum. Lakukan aktivitas yang dapat membantu mengurangi stres.
  • Pola makan sehat: Konsumsi makanan bergizi seimbang dan cukup minum air putih untuk menjaga kesehatan kulit dari dalam.

Kapan Harus Konsultasi Dokter?

Meskipun sebagian besar jerawat dapat diatasi dengan perawatan rumahan, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis profesional. Konsultasi dokter spesialis kulit disarankan jika:

  • Jerawat terasa sangat sakit atau bernanah: Ini bisa menjadi tanda infeksi yang lebih serius yang memerlukan penanganan antibiotik atau prosedur medis lain.
  • Jerawat tidak membaik setelah perawatan mandiri: Jika jerawat di bawah alis tidak menunjukkan perbaikan setelah beberapa minggu penggunaan produk tanpa resep.
  • Jerawat sering kambuh dan parah: Untuk mendapatkan diagnosis akurat dan rencana perawatan yang lebih kuat, termasuk obat resep.
  • Terdapat benjolan keras di bawah kulit: Ini bisa menjadi kista jerawat yang memerlukan intervensi medis untuk mencegah bekas luka permanen.

Kesimpulan

Jerawat di bawah alis merupakan masalah kulit umum yang disebabkan oleh pori-pori tersumbat akibat minyak, kotoran, dan sisa kosmetik. Menjaga kebersihan wajah secara teratur, menggunakan produk non-komedogenik, serta membersihkan alat makeup adalah kunci utama untuk mencegah dan mengatasi kondisi ini. Jika jerawat tidak mereda, semakin parah, atau disertai rasa sakit dan nanah, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. Melalui aplikasi Halodoc, dapatkan rekomendasi dokter dan buat janji konsultasi untuk penanganan yang tepat.