
Kenapa Anak Sering Demam Seminggu Sekali? Ini Penyebabnya!
Kenapa Anak Sering Demam Seminggu Sekali? Ini Penyebabnya!

Demam pada anak adalah kondisi umum yang sering membuat orang tua khawatir. Namun, jika anak sering demam, misalnya seminggu sekali, tentu perlu diperhatikan lebih lanjut. Apa saja penyebab anak sering demam seminggu sekali dan bagaimana cara mengatasinya?
Penyebab Umum Anak Sering Demam Seminggu Sekali
Anak yang sering mengalami demam setiap minggu bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut ini beberapa penyebab yang paling umum:
- Infeksi Virus Berulang: Infeksi virus seperti flu atau pilek adalah penyebab paling umum demam berulang pada anak. Anak-anak lebih rentan terhadap infeksi virus karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang.
- Sistem Imun yang Masih Berkembang: Sistem kekebalan tubuh anak masih dalam proses belajar untuk melawan berbagai jenis virus dan bakteri. Hal ini membuat mereka lebih mudah terserang penyakit dan mengalami demam berulang.
- Alergi: Reaksi alergi terhadap lingkungan sekitar, seperti debu atau serbuk sari, atau terhadap makanan tertentu, dapat memicu demam ringan pada beberapa anak.
- Infeksi Bakteri yang Belum Tuntas: Kadang-kadang, infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi telinga yang tidak diobati sepenuhnya dapat menyebabkan demam kambuh kembali.
Penyebab Spesifik Demam Berulang pada Anak
Selain penyebab umum di atas, ada juga beberapa penyebab spesifik demam berulang pada anak yang perlu diwaspadai:
- Demam Berdarah Dengue (DBD): DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Gejala DBD seringkali meliputi demam yang naik turun.
- Infeksi Saluran Kemih (ISK): ISK dapat menyebabkan demam, terutama pada anak-anak. Gejala lain dari ISK meliputi nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, dan urine yang berbau tidak sedap.
- Infeksi Telinga: Infeksi telinga adalah penyebab umum demam pada anak-anak. Gejala lain dari infeksi telinga meliputi nyeri telinga, rewel, dan gangguan pendengaran.
- Penyakit Kawasaki: Penyakit Kawasaki adalah kondisi langka yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah. Gejala penyakit Kawasaki meliputi demam tinggi, ruam, mata merah, bibir pecah-pecah, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Cara Menangani Demam pada Anak di Rumah
Jika anak mengalami demam, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu meredakan gejalanya:
- Pantau Suhu Tubuh: Gunakan termometer untuk memantau suhu tubuh anak secara teratur. Demam biasanya ditandai dengan suhu di atas 37,5°C.
- Berikan Obat Penurun Panas: Berikan parasetamol atau ibuprofen sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter atau apoteker. Selalu baca label dan ikuti petunjuk penggunaan dengan seksama.
- Cukupi Kebutuhan Cairan: Pastikan anak minum banyak cairan, seperti air putih, jus buah, atau sup, untuk mencegah dehidrasi.
- Kompres Hangat: Kompres anak dengan air hangat di dahi, ketiak, atau selangkangan untuk membantu menurunkan suhu tubuhnya.
- Jaga Kebersihan: Pastikan anak beristirahat yang cukup dan hindari kontak dengan orang yang sakit. Jaga kebersihan lingkungan sekitar anak untuk mencegah penyebaran infeksi.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun sebagian besar demam pada anak dapat diobati di rumah, ada beberapa situasi di mana perlu segera mencari pertolongan medis. Segera periksakan anak ke dokter jika:
- Demam berlangsung lebih dari 5 hari.
- Suhu tubuh mencapai 39°C atau lebih tinggi.
- Anak mengalami kejang.
- Anak mengalami muntah terus-menerus.
- Anak tampak lemas dan sulit dibangunkan.
- Anak mengalami kesulitan bernapas.
- Anak tidak buang air kecil dalam waktu 12 jam.
Pencegahan Demam Berulang pada Anak
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko demam berulang pada anak meliputi:
- Vaksinasi: Pastikan anak mendapatkan vaksinasi lengkap sesuai jadwal yang dianjurkan oleh dokter. Vaksinasi dapat membantu melindungi anak dari berbagai penyakit infeksi yang dapat menyebabkan demam.
- Jaga Kebersihan Diri: Ajarkan anak untuk mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air, terutama setelah bermain di luar rumah atau sebelum makan.
- Hindari Kontak dengan Orang Sakit: Sebisa mungkin, hindari anak dari kontak dengan orang yang sedang sakit untuk mencegah penularan infeksi.
- Berikan Makanan Bergizi: Berikan anak makanan yang sehat dan bergizi seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
- Cukupi Kebutuhan Istirahat: Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup setiap hari. Kurang tidur dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat anak lebih rentan terhadap infeksi.
Demam yang sering terjadi pada anak bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diperiksakan lebih lanjut. Jika anak demam berulang, segera konsultasikan dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.


