Awas! Kenapa Asam Urat Tidak Boleh Dipijat Saat Kambuh

Kenapa Asam Urat Tidak Boleh Dipijat Saat Kambuh? Ini Penjelasannya
Asam urat merupakan kondisi nyeri sendi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Banyak orang mencari cara meredakan nyeri, termasuk dengan pijatan. Namun, penting untuk diketahui bahwa memijat sendi yang sedang mengalami serangan asam urat akut dapat berbahaya dan justru memperburuk kondisi. Artikel ini akan menjelaskan secara detail mengapa pijatan tidak dianjurkan saat asam urat kambuh serta penanganan yang tepat.
Memahami Apa Itu Asam Urat
Asam urat adalah jenis radang sendi yang menyebabkan nyeri mendadak, pembengkakan, kemerahan, dan sensasi panas pada satu atau lebih sendi. Kondisi ini terjadi ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi (hiperurisemia), menyebabkan kristal urat menumpuk di sendi. Kristal tajam ini memicu respons peradangan yang kuat.
Serangan asam urat paling sering terjadi di jempol kaki, tetapi bisa juga memengaruhi pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari tangan. Nyeri yang timbul bisa sangat hebat dan datang secara tiba-tiba.
Mengapa Asam Urat Tidak Boleh Dipijat Saat Serangan Akut?
Saat asam urat kambuh atau dalam fase serangan akut, sendi yang terkena akan meradang, bengkak, merah, dan sangat sensitif terhadap sentuhan. Pemijatan pada kondisi ini bukan hanya tidak efektif, tetapi juga bisa menimbulkan risiko serius. Berikut beberapa alasannya:
- Memperburuk Peradangan: Tekanan dari pijatan pada sendi yang sudah meradang akan meningkatkan respons inflamasi tubuh. Hal ini membuat peradangan semakin parah, memperpanjang durasi serangan, dan memperhebat rasa nyeri.
- Nyeri Bertambah: Sendi yang meradang dan bengkak sangat sensitif. Sentuhan atau tekanan sekecil apa pun dapat menyebabkan nyeri yang luar biasa dan tak tertahankan bagi penderita.
- Risiko Kerusakan Sendi: Memijat terlalu keras atau dengan teknik yang salah bisa berpotensi merusak struktur sendi yang sudah rapuh akibat peradangan. Dalam kasus yang ekstrem, tekanan kuat bisa membuat kapsul sendi pecah atau merusak jaringan di sekitarnya.
- Pemicu Infeksi: Jika terjadi kerusakan pada kulit atau jaringan sendi akibat pijatan agresif, risiko infeksi bakteri dapat meningkat. Ini akan memperumit kondisi dan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
- Memperburuk Pembengkakan: Pijatan pada sendi yang bengkak justru bisa mendorong lebih banyak cairan dan sel-sel radang ke area tersebut, membuat pembengkakan semakin parah dan memperlambat proses penyembuhan alami.
Kapan Pijat Boleh Dilakukan untuk Asam Urat?
Pijatan hanya dianjurkan saat kondisi asam urat sedang “tenang” atau tidak meradang, yaitu ketika tidak ada gejala nyeri, bengkak, atau kemerahan. Tujuan pijatan pada fase ini adalah untuk relaksasi otot di sekitar sendi, bukan untuk mengobati penyebab asam urat itu sendiri.
Pijatan harus dilakukan dengan teknik khusus, sangat lembut, dan sebaiknya hanya setelah berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis. Tenaga profesional dapat memastikan bahwa pijatan dilakukan dengan aman dan tidak menimbulkan risiko.
Penanganan Asam Urat yang Tepat Saat Kambuh
Saat serangan asam urat akut, fokus utama adalah meredakan nyeri dan peradangan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Konsultasi Dokter: Segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan rencana pengobatan yang tepat. Dokter dapat meresepkan obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS), kortikosteroid, atau kolkisin untuk meredakan gejala.
- Istirahatkan Sendi: Hindari aktivitas yang membebani sendi yang terkena. Istirahatkan sendi selama serangan akut untuk mengurangi nyeri dan mempercepat pemulihan.
- Kompres Dingin: Tempelkan kompres dingin pada sendi yang bengkak dan nyeri selama 15-20 menit beberapa kali sehari. Ini dapat membantu mengurangi peradangan dan mati rasa pada area tersebut.
- Elevasi: Angkat sendi yang terkena lebih tinggi dari posisi jantung jika memungkinkan, misalnya dengan meletakkan bantal di bawah kaki saat berbaring. Ini membantu mengurangi pembengkakan.
- Hidrasi Cukup: Minum banyak air putih untuk membantu tubuh membuang kelebihan asam urat melalui urine.
Pencegahan Serangan Asam Urat
Untuk mencegah kekambuhan asam urat, beberapa hal yang bisa dilakukan meliputi:
- Diet Rendah Purin: Batasi konsumsi makanan tinggi purin seperti daging merah, jeroan, makanan laut tertentu (sarden, kerang), dan minuman beralkohol.
- Minum Air yang Cukup: Pastikan asupan cairan tubuh terpenuhi dengan baik.
- Pertahankan Berat Badan Ideal: Obesitas dapat meningkatkan risiko asam urat.
- Hindari Minuman Manis: Minuman yang mengandung fruktosa tinggi dapat memicu peningkatan kadar asam urat.
Rekomendasi Medis dari Halodoc
Memijat sendi yang meradang akibat asam urat akut sangat tidak dianjurkan karena dapat memperburuk kondisi dan menimbulkan komplikasi serius. Prioritaskan penanganan medis yang tepat dengan segera berkonsultasi kepada dokter. Melalui Halodoc, penderita dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis akurat, resep obat yang sesuai, dan saran penanganan yang aman dan efektif. Kesehatan sendi adalah investasi jangka panjang, oleh karena itu, penting untuk selalu mengikuti anjuran medis dan tidak mencoba pengobatan mandiri tanpa rekomendasi ahli.



