Ad Placeholder Image

Kenapa Badan Sering Gatal dan Bentol? Cari Tahu Penyebabnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Mei 2026

Kenapa Badan Sering Gatal dan Bentol? Ini Penyebab Utamanya

Kenapa Badan Sering Gatal dan Bentol? Cari Tahu PenyebabnyaKenapa Badan Sering Gatal dan Bentol? Cari Tahu Penyebabnya

Kenapa Badan Sering Gatal dan Bentol? Memahami Reaksi Histamin pada Kulit

Kondisi kulit yang mengalami gatal disertai munculnya bentol merupakan keluhan medis yang sangat umum terjadi. Fenomena ini biasanya menjadi pertanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang memberikan reaksi terhadap zat tertentu yang dianggap berbahaya. Secara medis, mekanisme utama di balik munculnya bentol dan rasa gatal adalah pelepasan zat kimia yang disebut histamin ke dalam aliran darah.

Histamin menyebabkan pembuluh darah kecil atau kapiler di bawah kulit melebar dan mengeluarkan cairan. Penumpukan cairan inilah yang kemudian membentuk tonjolan merah atau putih yang terasa sangat gatal, yang sering disebut sebagai biduran atau urtikaria. Memahami kenapa badan sering gatal dan bentol memerlukan pengamatan mendalam terhadap pemicu lingkungan, gaya hidup, hingga kondisi kesehatan internal tubuh.

Penyebab Utama Biduran atau Urtikaria

Biduran atau urtikaria adalah penyebab paling sering mengapa kulit tiba-tiba membengkak dan terasa gatal. Kondisi ini dapat bersifat akut (berlangsung singkat) atau kronis (berulang selama lebih dari enam minggu). Beberapa pemicu utamanya meliputi:

  • Reaksi Alergi Makanan: Konsumsi protein tertentu seperti makanan laut, kacang-kacangan, telur, dan susu sering memicu sistem imun bereaksi berlebihan.
  • Efek Samping Obat: Beberapa jenis obat antibiotik, obat pereda nyeri non-steroid, atau obat tertentu dapat menimbulkan reaksi kulit pada individu yang sensitif.
  • Zat Aditif Makanan: Pewarna makanan, penyedap rasa, dan pengawet tertentu terkadang menjadi pemicu yang tersembunyi.
  • Kontak Fisik: Tekanan pada kulit, paparan suhu dingin yang ekstrem, atau paparan panas matahari dapat memicu urtikaria fisik.

Peran Eksim dan Dermatitis Kontak

Selain biduran, kondisi kulit kronis seperti eksim atau dermatitis atopik juga sering menjadi alasan kenapa badan sering gatal dan bentol. Eksim membuat lapisan pelindung kulit melemah, sehingga kulit lebih mudah kering dan teriritasi oleh zat dari luar. Gejalanya sering kali berupa bercak merah yang jika digaruk akan menjadi bentol kecil atau bintil-bintil air.

Dermatitis kontak terjadi saat kulit bersentuhan langsung dengan zat iritan atau alergen. Contohnya adalah penggunaan sabun mandi yang mengandung parfum kuat, deterjen pakaian, kosmetik, atau bahan lateks. Reaksi ini biasanya terlokalisasi pada area yang bersentuhan, namun rasa gatal yang hebat dapat menyebar ke area sekitarnya.

Pemicu Non-Alergi: Stres dan Infeksi

Tidak selalu disebabkan oleh benda yang disentuh atau dimakan, bentol gatal juga bisa muncul akibat kondisi psikologis dan fisiologis internal. Stres emosional yang tinggi memicu tubuh melepaskan hormon yang dapat merangsang pelepasan histamin, sehingga timbul gatal-gatal yang disebut urtikaria psikogenik. Kondisi ini membuktikan adanya hubungan erat antara kesehatan mental dan kesehatan kulit.

Infeksi virus dan bakteri juga dapat memanifestasikan gejala pada kulit. Penyakit seperti flu, hepatitis, atau infeksi saluran kemih terkadang disertai dengan ruam gatal sebagai bentuk perlawanan imun tubuh. Pada anak-anak, infeksi sering kali menjadi alasan utama munculnya gatal-gatal di seluruh tubuh secara tiba-tiba.

Penanganan Gejala yang Disertai Demam

Dalam beberapa kasus, keluhan kulit gatal dan bentol muncul bersamaan dengan gejala sistemik seperti demam ringan atau rasa tidak nyaman pada tubuh. Jika kondisi gatal dipicu oleh infeksi virus yang juga menyebabkan peningkatan suhu tubuh, pemberian obat pereda demam mungkin diperlukan. Salah satu produk yang umum direkomendasikan adalah Praxion Suspensi 60 ml.

Praxion Suspensi 60 ml mengandung zat aktif Paracetamol yang bekerja efektif menurunkan demam dan meredakan nyeri ringan. Penting untuk diperhatikan bahwa penggunaan Praxion Suspensi 60 ml harus sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan atau berdasarkan anjuran dokter. Jika bentol dan gatal disertai dengan pembengkakan pada wajah, sesak napas, atau pusing hebat, segera cari bantuan medis karena itu bisa menjadi tanda anafilaksis atau reaksi alergi berat.

Faktor Perubahan Hormon dan Lingkungan

Perubahan hormon, terutama pada wanita selama masa kehamilan atau siklus menstruasi, dapat memengaruhi sensitivitas kulit. Kondisi yang dikenal sebagai PUPPP (Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy) dapat menyebabkan bentol gatal yang muncul di area perut dan menyebar ke paha atau lengan selama trimester ketiga.

Lingkungan juga memegang peranan penting. Gigitan serangga seperti nyamuk, kutu kasur, atau tungau sering meninggalkan bekas bentol merah yang sangat gatal. Selain itu, kelembapan udara yang sangat rendah atau paparan angin kencang dapat menyebabkan kulit kering secara ekstrem, yang memicu rasa gatal dan dorongan untuk menggaruk hingga timbul bentol iritasi.

Cara Mencegah dan Merawat Kulit Gatal

Langkah utama dalam mengatasi masalah ini adalah mengidentifikasi dan menghindari pemicunya. Beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan meliputi:

  • Mencatat pola makan dan aktivitas untuk menemukan kaitan antara pemicu dan munculnya gatal.
  • Menggunakan pakaian berbahan katun yang longgar untuk mengurangi gesekan pada kulit.
  • Menghindari mandi dengan air yang terlalu panas karena dapat memperparah iritasi.
  • Menggunakan pelembap kulit tanpa pewangi secara rutin untuk menjaga hidrasi kulit.
  • Mengelola stres melalui teknik relaksasi atau istirahat yang cukup.

Rekomendasi Medis Melalui Halodoc

Masalah gatal dan bentol yang sering berulang memerlukan diagnosis yang akurat dari tenaga medis profesional. Penggunaan obat-obatan seperti antihistamin atau salep kortikosteroid mungkin diperlukan sesuai dengan penyebab spesifik yang ditemukan oleh dokter. Jika gejala tidak kunjung membaik atau justru semakin parah setelah melakukan perawatan mandiri di rumah, konsultasi lebih lanjut sangat disarankan.

Melalui layanan Halodoc, konsultasi dengan dokter spesialis kulit dapat dilakukan secara praktis untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter dapat membantu menentukan apakah diperlukan tes alergi atau pemeriksaan darah untuk mengetahui penyebab mendasar dari keluhan kulit tersebut. Penanganan dini dan tepat akan mencegah terjadinya komplikasi seperti infeksi kulit sekunder akibat garukan berlebih.