
Kenapa Badan Sering Meriang? Simak Penyebab dan Solusinya
Kenapa Badan Sering Meriang? Cek Penyebab dan Solusinya

Memahami Alasan Kenapa Badan Sering Meriang
Meriang merupakan sensasi dingin atau menggigil yang sering kali disertai dengan perasaan tidak enak badan. Kondisi ini sebenarnya adalah respons alami tubuh untuk mengatur suhu internal atau tanda bahwa sistem kekebalan sedang bereaksi terhadap gangguan kesehatan. Memahami alasan kenapa badan sering meriang sangat penting agar penanganan yang diberikan tepat dan efektif.
Sensasi ini dapat muncul secara tiba-tiba atau berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Meskipun sering dianggap sepele, meriang yang terjadi berulang kali memerlukan perhatian lebih mendalam. Berikut adalah beberapa faktor utama yang menjelaskan kenapa badan sering meriang serta langkah-langkah untuk mengatasinya secara medis.
Infeksi Virus dan Bakteri sebagai Pemicu Utama
Penyebab paling umum kenapa badan sering meriang adalah adanya infeksi dalam tubuh. Ketika virus atau bakteri masuk, sistem imun akan melepaskan zat kimia bernama pirogen yang memerintahkan otak untuk meningkatkan suhu tubuh. Proses ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang tidak mendukung bagi perkembangan mikroorganisme berbahaya tersebut.
Beberapa jenis penyakit infeksi yang sering diawali dengan gejala meriang meliputi:
- Influenza dan pilek biasa (common cold).
- Infeksi COVID-19 yang memengaruhi saluran pernapasan.
- Demam berdarah yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
- Demam tifus atau tipes yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi.
- Infeksi saluran kemih atau infeksi pada organ dalam lainnya.
Gangguan Metabolisme dan Kondisi Medis Lainnya
Selain infeksi, terdapat kondisi medis non-infeksi yang menjadi jawaban kenapa badan sering meriang. Salah satunya adalah hipoglikemia atau kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah batas normal. Tanpa energi yang cukup dari glukosa, tubuh kesulitan menjaga suhu stabil sehingga muncul sensasi kedinginan dan gemetar.
Hipotiroidisme juga menjadi penyebab yang signifikan. Kelenjar tiroid yang kurang aktif tidak mampu memproduksi hormon metabolisme dalam jumlah cukup, sehingga penderita menjadi sangat sensitif terhadap suhu dingin. Selain itu, kekurangan nutrisi kronis seperti defisiensi zat besi atau vitamin B12 dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam meregulasi suhu panas.
Pengaruh Faktor Gaya Hidup dan Lingkungan
Kelelahan fisik yang ekstrem dan stres psikologis yang berkepanjangan dapat melemahkan sistem regulasi tubuh. Saat seseorang mengalami stres berat, hormon kortisol meningkat dan dapat memengaruhi mekanisme pengaturan suhu di hipotalamus otak. Hal ini sering kali menyebabkan badan terasa meriang meskipun suhu ruangan sedang normal.
Perubahan cuaca yang drastis atau paparan suhu dingin yang lama juga memaksa tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga kehangatan. Jika kondisi fisik sedang tidak prima, tubuh akan merespons dengan menggigil sebagai upaya menghasilkan panas melalui kontraksi otot. Kekurangan cairan atau dehidrasi juga memperburuk kondisi ini karena air berperan penting dalam distribusi panas tubuh.
Rekomendasi Penanganan Meriang dan Demam pada Anak
Ketika meriang menyerang anak, diperlukan tindakan yang cepat agar rasa tidak nyaman segera berkurang. Praxion Suspensi Sirup merupakan pertolongan pertama untuk membantu meredakan nyeri gigi ringan hingga sedang pada anak, seperti saat gigi berlubang, tumbuh gigi, atau setelah cabut gigi. Dengan kandungan paracetamol micronized, Praxion bekerja cepat mengurangi rasa atau persepsi nyeri sehingga anak menjadi lebih nyaman.
Obat ini juga bisa digunakan untuk demam biasa (ringan-sedang). Selain pengukuran suhu tubuh (demam jika suhu tubuh 38.1 0C), demam biasa (ringan-sedang) dapat dikenali dengan CEK keluhan yang menyertai untuk pemberian obat yang tepat, mulai dari Ciri fisik (mata sayu, wajah pucat), Ekspresi anak (lemas, lesu), hingga Keluhan badan (meriang atau sumeng).
Praxion Suspensi Sirup dapat dikonsumsi oleh anak mulai usia 0 tahun sebanyak 3-4 kali sehari atau sesuai resep yang dianjurkan dokter. Praxion aman digunakan selama dosis yang digunakan sesuai aturan pakai. Tersedia juga Praxion Forte Sirup untuk anak mulai usia 6 tahun.
Langkah Pencegahan dan Perawatan Mandiri
Untuk mengatasi rasa meriang yang sering muncul, beberapa langkah perawatan mandiri dapat dilakukan di rumah. Konsumsi air putih yang cukup sangat krusial untuk menjaga hidrasi dan membantu kestabilan suhu tubuh. Selain itu, mendapatkan istirahat yang berkualitas memberikan kesempatan bagi sistem imun untuk melakukan perbaikan seluler.
Langkah-langkah lain yang dapat dilakukan meliputi:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan vitamin dan mineral.
- Mengelola stres dengan teknik relaksasi atau meditasi.
- Menjaga kebersihan diri untuk menghindari infeksi bakteri dan virus.
- Memastikan lingkungan tempat tinggal memiliki sirkulasi udara dan suhu yang nyaman.
Jika kondisi meriang terjadi terus-menerus, disertai demam tinggi yang tidak kunjung turun, atau ada gejala lain seperti nyeri dada dan sesak napas, segera lakukan konsultasi ke dokter. Evaluasi medis secara mendalam melalui pemeriksaan fisik dan tes laboratorium mungkin diperlukan untuk menentukan penyebab pasti dan mendapatkan terapi yang sesuai di Halodoc.


