Ad Placeholder Image

Kenapa Bawah Mata Sakit? Simak Penyebab dan Cara Atasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   21 April 2026

Kenapa Bawah Mata Sakit? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Bawah Mata Sakit? Simak Penyebab dan Cara AtasinyaKenapa Bawah Mata Sakit? Simak Penyebab dan Cara Atasinya

Penyebab Kenapa Bawah Mata Sakit dan Cara Mengatasinya

Rasa nyeri atau tidak nyaman pada area di bawah mata merupakan keluhan umum yang dapat dialami oleh siapa saja. Kondisi ini sering kali menimbulkan pertanyaan mengenai kenapa bawah mata sakit dan apakah hal tersebut menandakan gangguan kesehatan serius. Sensasi sakit ini dapat muncul berupa rasa berdenyut, perih, hingga nyeri tekan yang terlokalisasi di kelopak mata bawah atau tulang pipi bagian atas.

Area di sekitar mata memiliki jaringan kulit yang sangat tipis dan sensitif, serta dikelilingi oleh banyak saraf dan pembuluh darah. Oleh karena itu, gangguan kecil pada kelenjar minyak, folikel bulu mata, atau rongga sinus dapat dengan mudah memicu rasa sakit. Memahami penyebab spesifik sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, baik melalui perawatan mandiri maupun intervensi medis.

Gejala yang Menyertai Sakit di Bawah Mata

Munculnya rasa sakit di bawah mata jarang terjadi sebagai gejala tunggal. Biasanya, kondisi ini disertai dengan beberapa tanda klinis lain yang membantu proses identifikasi penyebab awal. Mengenali gejala penyerta dapat mempercepat proses diagnosis awal sebelum melakukan konsultasi lebih lanjut dengan tenaga kesehatan.

Beberapa gejala yang sering muncul bersamaan dengan rasa sakit antara lain:

  • Mata tampak merah atau mengalami iritasi.
  • Rasa gatal yang memicu keinginan untuk mengucek mata.
  • Pembengkakan pada kelopak mata bawah atau area kantung mata.
  • Sensasi seperti ada benda asing yang mengganjal di dalam mata.
  • Produksi air mata berlebih atau justru mata terasa sangat kering.
  • Munculnya benjolan kecil yang terasa nyeri saat disentuh.

Faktor Utama Kenapa Bawah Mata Sakit

Penyebab kenapa bawah mata sakit sangat bervariasi, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga infeksi bakteri. Identifikasi yang akurat memerlukan pengamatan terhadap aktivitas yang dilakukan sebelum gejala muncul. Berikut adalah beberapa penyebab umum yang sering ditemukan dalam praktik medis.

Mata Lelah atau Digital Eye Strain

Penggunaan perangkat digital seperti ponsel pintar, tablet, dan komputer dalam durasi lama merupakan penyebab paling sering di era modern. Menatap layar tanpa jeda membuat otot-otot di sekitar mata bekerja ekstra keras untuk fokus. Ketegangan otot inilah yang memicu rasa nyeri tumpul pada area bawah dan sekitar rongga mata.

Hordeolum atau Bintitan

Hordeolum adalah infeksi bakteri yang terjadi pada kelenjar minyak di kelopak mata. Kondisi ini menyebabkan munculnya benjolan merah mirip jerawat yang berisi nanah dan terasa sangat nyeri. Jika infeksi terjadi pada kelopak bawah, maka individu akan merasakan sakit yang signifikan saat berkedip atau menyentuh area tersebut.

Sinusitis

Rongga sinus terletak tepat di bawah dan di atas mata. Ketika terjadi peradangan atau infeksi pada sinus (sinusitis), tekanan akan meningkat di dalam rongga tersebut. Tekanan ini sering dirasakan sebagai nyeri tekan yang hebat di area bawah mata, biasanya disertai hidung tersumbat dan demam.

Blefaritis

Blefaritis merupakan peradangan pada tepi kelopak mata yang sering disebabkan oleh pertumbuhan bakteri berlebih atau penyumbatan kelenjar minyak. Kondisi ini membuat kelopak mata merah, bersisik, dan terasa sakit. Kebersihan wajah yang buruk atau sisa riasan mata yang tidak dibersihkan dengan sempurna dapat memperparah kondisi ini.

Kalazion dan Trikiasis

Kalazion mirip dengan bintitan namun biasanya tidak disertai nyeri hebat karena bersifat kronis akibat penyumbatan kelenjar. Sementara itu, trikiasis adalah kondisi di mana bulu mata tumbuh ke dalam dan menggesek bola mata. Gesekan terus-menerus ini menimbulkan iritasi dan rasa sakit pada bagian bawah mata.

Langkah Perawatan Mandiri di Rumah

Untuk kasus dengan gejala ringan, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan secara mandiri untuk meredakan rasa sakit. Fokus utama dari perawatan mandiri adalah mengurangi peradangan dan memberikan waktu bagi mata untuk beristirahat. Kedisiplinan dalam melakukan langkah ini sangat menentukan kecepatan proses pemulihan.

Langkah-langkah yang disarankan meliputi:

  • Menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata dengan melihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik.
  • Memberikan kompres hangat menggunakan kain bersih selama 10 hingga 15 menit untuk membantu melancarkan aliran kelenjar minyak.
  • Menjaga kebersihan area wajah dan memastikan tangan selalu bersih sebelum menyentuh area sekitar mata.
  • Menghindari penggunaan lensa kontak dan riasan mata untuk sementara waktu guna mencegah iritasi lebih lanjut.
  • Memastikan tubuh terhidrasi dengan baik dengan mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup.

Rekomendasi Obat Pereda Nyeri dan Demam

Jika rasa sakit di bawah mata disertai dengan gejala sistemik seperti demam atau nyeri yang mengganggu kenyamanan, penggunaan obat pereda nyeri dapat dipertimbangkan. Untuk anggota keluarga di usia anak-anak yang mengalami gejala tersebut akibat infeksi atau sinusitis, pemberian obat yang aman sangat diperlukan.

Obat ini bekerja dengan meningkatkan ambang rasa sakit di otak sehingga rasa tidak nyaman berkurang. Penggunaan obat ini harus selalu mengikuti petunjuk dosis pada kemasan atau sesuai anjuran dokter untuk memastikan keamanan bagi kesehatan.

Kapan Harus Menghubungi Tenaga Medis

Meskipun banyak kasus sakit di bawah mata yang bersifat ringan, terdapat kondisi tertentu yang memerlukan penanganan medis segera. Ketajaman penglihatan yang terganggu merupakan tanda bahaya utama. Segera hubungi dokter jika muncul gejala yang tidak biasa atau jika kondisi tidak kunjung membaik dalam beberapa hari.

Kondisi yang memerlukan perhatian medis antara lain:

  • Nyeri yang muncul sangat hebat secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas.
  • Terjadi penurunan fungsi penglihatan atau pandangan menjadi kabur secara mendadak.
  • Mata mengeluarkan cairan nanah yang banyak atau terus-menerus merah parah.
  • Pembengkakan yang meluas hingga ke pipi atau area wajah lainnya.
  • Demam tinggi yang tidak kunjung turun meski sudah diberikan pereda nyeri.

Pemeriksaan oleh spesialis mata atau dokter umum akan membantu menentukan apakah diperlukan antibiotik, prosedur pembersihan kelenjar, atau tindakan medis lainnya. Untuk konsultasi lebih lanjut dan mendapatkan rekomendasi medis praktis yang akurat, layanan kesehatan di Halodoc siap membantu menghubungkan dengan dokter profesional kapan saja dibutuhkan demi menjaga kesehatan mata secara optimal.