Ad Placeholder Image

Kenapa Bayi Baru Lahir Sering Cegukan? Ternyata Wajar

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Jangan Panik! Kenapa Bayi Baru Lahir Sering Cegukan?

Kenapa Bayi Baru Lahir Sering Cegukan? Ternyata WajarKenapa Bayi Baru Lahir Sering Cegukan? Ternyata Wajar

Mengapa Bayi Baru Lahir Sering Mengalami Cegukan? Penjelasan Lengkap dari Ahli

Cegukan pada bayi baru lahir adalah pemandangan umum yang seringkali membuat orang tua khawatir. Kondisi ini sebenarnya sangat normal dan merupakan bagian dari proses perkembangan bayi. Mayoritas kasus cegukan pada bayi akan hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan intervensi khusus. Memahami kenapa bayi baru lahir sering cegukan dapat membantu orang tua merasa lebih tenang dan mengetahui kapan perlu mencari bantuan medis.

Secara umum, cegukan terjadi ketika diafragma, otot yang memisahkan rongga dada dan perut, berkontraksi secara tiba-tiba dan tidak terkendali. Kontraksi ini menyebabkan pita suara menutup mendadak, menghasilkan suara “hik” yang khas. Pada bayi, frekuensi cegukan lebih tinggi karena sistem tubuh mereka yang masih dalam tahap perkembangan.

Apa Itu Cegukan pada Bayi Baru Lahir?

Cegukan pada bayi baru lahir merujuk pada episode kontraksi ritmis otot diafragma yang tidak disengaja. Fenomena ini umum terjadi pada bayi sejak dalam kandungan dan berlanjut setelah lahir. Meskipun dapat terlihat mengganggu bagi bayi atau orang tua, cegukan seringkali tidak menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan serius pada bayi.

Penyebab utama dari cegukan adalah adanya stimulasi pada saraf frenikus yang mengendalikan diafragma. Stimulasi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan sistem pernapasan dan pencernaan bayi yang belum matang sepenuhnya. Memahami proses ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengapa kondisi ini begitu sering terjadi pada kelompok usia tersebut.

Kenapa Bayi Baru Lahir Sering Cegukan?

Ada beberapa alasan utama kenapa bayi baru lahir sering cegukan. Faktor-faktor ini umumnya terkait dengan karakteristik fisiologis bayi yang masih dalam tahap perkembangan.

Sistem Pernapasan dan Pencernaan yang Belum Sempurna

Sistem pernapasan dan pencernaan bayi baru lahir masih sangat berkembang. Koordinasi antara menelan, bernapas, dan mencerna makanan belum optimal. Ketidaksempurnaan ini dapat menyebabkan iritasi pada diafragma dan memicu cegukan.

Proses adaptasi tubuh bayi terhadap lingkungan luar rahim juga berkontribusi pada fenomena ini. Otot-otot yang terlibat dalam proses pencernaan belum berfungsi sebaik pada orang dewasa.

Penumpukan Gas di Perut

Salah satu pemicu utama cegukan adalah penumpukan gas di perut. Hal ini bisa terjadi karena beberapa alasan:

  • Menelan Udara Terlalu Banyak saat Menyusu: Bayi dapat menelan udara berlebihan jika posisi menyusu tidak tepat atau saat menggunakan botol dengan aliran terlalu cepat. Udara yang tertelan ini dapat menyebabkan perut kembung.
  • Makan Terlalu Cepat: Saat bayi menyusu terlalu cepat, mereka cenderung menelan lebih banyak udara bersamaan dengan ASI atau formula. Ini dapat memicu peregangan perut dan stimulasi diafragma.

Perubahan Suhu Mendadak

Perubahan suhu lingkungan yang tiba-tiba, seperti setelah mandi atau saat berpindah dari ruangan hangat ke dingin, dapat memengaruhi saraf diafragma bayi. Sensitivitas bayi terhadap perubahan suhu dapat memicu kontraksi diafragma, menyebabkan cegukan.

Stimulasi Saraf Diafragma

Saraf yang mengendalikan diafragma (saraf frenikus) bisa terstimulasi oleh berbagai hal. Selain gas dan perubahan suhu, stimulasi lain seperti terlalu banyak makan atau terlalu cepat dapat menyebabkan kontraksi tiba-tiba pada otot diafragma. Ini adalah respons alami tubuh bayi yang sedang beradaptasi.

Kapan Cegukan Bayi Perlu Diwaspadai?

Meskipun seringkali normal, ada beberapa kondisi di mana cegukan pada bayi perlu mendapat perhatian medis. Orang tua harus waspada jika cegukan disertai dengan gejala lain yang tidak biasa atau mengkhawatirkan.

  • Gejala GER (Gastroesophageal Reflux): Jika cegukan disertai dengan tanda-tanda refluks asam lambung naik, seperti rewel parah, melengkungkan punggung setelah menyusu, sering muntah atau gumoh berlebihan, dan kesulitan menelan.
  • Kesulitan Bernapas: Apabila bayi terlihat kesulitan bernapas saat cegukan, atau terdengar suara mengi.
  • Cegukan Berkepanjangan: Jika cegukan berlangsung sangat lama (lebih dari beberapa jam) atau sangat sering hingga mengganggu waktu makan atau tidur bayi.
  • Penurunan Berat Badan: Apabila cegukan menyebabkan bayi tidak bisa menyusu dengan baik sehingga berat badannya tidak naik sesuai kurva pertumbuhan.

Segera konsultasikan dengan dokter jika menemukan gejala-gejala tersebut pada bayi.

Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi cegukan pada bayi:

  • Sendawakan Bayi: Setelah menyusu atau bahkan di tengah sesi menyusu, sendawakan bayi untuk mengeluarkan gas yang tertelan. Tepuk lembut punggung bayi hingga bersendawa.
  • Berikan Minum Sedikit: Menawarkan sedikit ASI atau air putih (untuk bayi di atas 6 bulan) dapat membantu menenangkan diafragma.
  • Ubah Posisi Menyusu: Pastikan posisi menyusu sudah tepat untuk mengurangi jumlah udara yang tertelan. Tegakkan posisi bayi saat menyusu.
  • Gunakan Empeng: Gerakan mengisap empeng dapat membantu menenangkan otot diafragma dan menghentikan cegukan.
  • Biarkan Reda Sendiri: Seringkali, cara terbaik adalah membiarkan cegukan reda dengan sendirinya. Bayi umumnya tidak terganggu oleh cegukan.

Tips Mencegah Cegukan pada Bayi

Meskipun cegukan tidak selalu dapat dihindari sepenuhnya, beberapa tips berikut dapat membantu mengurangi frekuensinya:

  • Pastikan Posisi Menyusu Tepat: Pastikan bayi menempel dengan baik ke payudara atau botol untuk meminimalkan penelanan udara.
  • Hindari Menyusui saat Bayi Sangat Lapar: Bayi yang sangat lapar cenderung menyusu dengan terburu-buru, menelan lebih banyak udara. Beri makan sebelum bayi terlalu lapar.
  • Sendawakan Bayi Secara Teratur: Jangan menunggu hingga sesi menyusu selesai. Sendawakan bayi di tengah-tengah sesi menyusu untuk mengeluarkan gas.
  • Hindari Perubahan Suhu Drastis: Jaga suhu ruangan tetap stabil dan hindari memaparkan bayi pada perubahan suhu yang mendadak.
  • Berikan Makanan dalam Porsi Kecil: Jika bayi sudah makan makanan padat, berikan dalam porsi kecil untuk mencegah perut terlalu penuh.

Rekomendasi Medis Praktis di Halodoc

Cegukan pada bayi baru lahir umumnya adalah kondisi normal yang tidak perlu dikhawatirkan. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan jika muncul gejala penyerta yang mencurigakan, seperti rewel berlebihan, muntah parah, atau kesulitan bernapas. Jika orang tua memiliki kekhawatiran terkait kesehatan bayi, konsultasikan segera dengan dokter anak melalui Halodoc.

Halodoc menyediakan akses mudah untuk berbicara dengan dokter ahli atau membeli kebutuhan kesehatan bayi. Untuk mempermudah penanganan kondisi bayi, selalu sediakan perlengkapan obat-obatan bayi yang direkomendasikan dokter di rumah, seperti Praxion Suspensi 60 ml untuk demam atau nyeri yang mungkin menyertai gejala lain yang tidak berkaitan dengan cegukan. Dengan informasi yang akurat dan akses cepat ke layanan kesehatan, orang tua dapat memastikan bayi mendapatkan perawatan terbaik.