Ad Placeholder Image

Kenapa Bayi Kentut Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 Februari 2026

Kenapa Bayi Kentut Terus? Ini Penyebab & Solusinya!

Kenapa Bayi Kentut Terus? Ini Penyebab dan Cara MengatasinyaKenapa Bayi Kentut Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kentut adalah hal yang wajar terjadi pada bayi. Bahkan, bayi bisa kentut hingga 13-20 kali sehari. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh sistem pencernaan bayi yang masih berkembang dan banyaknya udara yang tertelan saat menyusu, menangis, atau mengoceh. Namun, jika bayi terlalu sering kentut, disertai rewel, susah buang air besar, atau terlihat tidak nyaman, tentu membuat orang tua khawatir. Lantas, kenapa bayi kentut terus? Berikut ulasan selengkapnya.

Apakah Sering Kentut pada Bayi Itu Normal?

Sering kentut pada bayi umumnya adalah hal yang normal, terutama pada bayi yang baru lahir hingga usia beberapa bulan. Hal ini disebabkan oleh:

  • Sistem pencernaan yang belum sempurna.
  • Proses adaptasi terhadap makanan baru (terutama saat mulai MPASI).
  • Adanya udara yang tertelan saat menyusu atau menangis.

Namun, frekuensi kentut yang berlebihan disertai dengan gejala lain seperti rewel, perut kembung, atau perubahan pola buang air besar bisa menjadi tanda adanya masalah pencernaan yang perlu diperiksakan ke dokter.

Penyebab Kenapa Bayi Kentut Terus

Berikut adalah beberapa penyebab umum kenapa bayi sering kentut:

  • Menelan Banyak Udara. Bayi sering menelan udara saat menyusu, menangis, atau menggunakan botol dot. Udara yang tertelan ini kemudian dikeluarkan melalui kentut.
  • Sistem Pencernaan Belum Sempurna. Saluran pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan. Bakteri di usus menghasilkan gas saat memproses makanan.
  • Adaptasi MPASI. Saat bayi mulai makan makanan padat (MPASI), sistem pencernaannya perlu menyesuaikan diri dengan jenis makanan baru. Proses adaptasi ini dapat menghasilkan lebih banyak gas.
  • Konstipasi atau Sembelit. Tinja yang mengeras dan sulit dikeluarkan dapat menyebabkan penumpukan gas di usus.
  • Makanan Ibu (ASI). Makanan yang dikonsumsi ibu menyusui, seperti brokoli, kubis, atau makanan pedas, dapat memengaruhi produksi gas pada bayi melalui ASI.

Cara Mengatasi Bayi yang Sering Kentut

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi frekuensi kentut pada bayi:

  • Sendawakan Bayi. Setelah menyusu, sendawakan bayi untuk mengeluarkan udara yang tertelan.
  • Perbaiki Posisi Menyusui. Pastikan perlekatan bayi saat menyusu sudah benar untuk mengurangi udara yang masuk.
  • Pijat Lembut Perut Bayi. Pijat lembut perut bayi dengan gerakan melingkar searah jarum jam untuk membantu mengeluarkan gas.
  • Gerakan Kaki Seperti Bersepeda. Gerakkan kaki bayi seperti sedang mengayuh sepeda untuk membantu melancarkan pencernaan.
  • Tummy Time. Lakukan tummy time (menengkurapkan bayi) saat bayi sedang bangun dan dalam pengawasan. Posisi ini dapat membantu mengeluarkan gas dari perut bayi.

Kapan Harus ke Dokter?

Sering kentut pada bayi umumnya bukan merupakan masalah serius. Namun, segera konsultasikan ke dokter jika bayi mengalami gejala berikut:

  • Rewel berlebihan dan sulit ditenangkan.
  • Perut keras dan tegang.
  • Demam.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Terdapat darah dalam tinja.

Gejala-gejala ini bisa menjadi tanda adanya masalah pencernaan atau kondisi medis lain yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Pertanyaan Seputar Bayi Kentut

Tanya: Apakah bayi yang minum susu formula lebih sering kentut?

Jawab: Beberapa bayi yang minum susu formula mungkin lebih sering kentut dibandingkan bayi yang minum ASI. Hal ini bisa disebabkan oleh perbedaan komposisi antara susu formula dan ASI, serta reaksi bayi terhadap protein susu sapi yang terkandung dalam beberapa jenis susu formula.

Tanya: Apakah makanan tertentu yang saya makan bisa membuat bayi lebih sering kentut?

Jawab: Ya, makanan tertentu yang dikonsumsi ibu menyusui dapat memengaruhi produksi gas pada bayi. Beberapa makanan yang umum menyebabkan gas pada bayi antara lain brokoli, kubis, bawang, dan makanan pedas.

Tanya: Kapan saya harus khawatir tentang frekuensi kentut bayi saya?

Jawab: Jika frekuensi kentut bayi disertai dengan gejala lain seperti rewel berlebihan, perut kembung, perubahan pola buang air besar, atau tanda-tanda ketidaknyamanan lainnya, segera konsultasikan ke dokter.

Sering kentut pada bayi adalah hal yang umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya. Namun, penting untuk memperhatikan gejala lain yang menyertai dan segera berkonsultasi dengan dokter jika ada kekhawatiran. Jika bayi Anda mengalami masalah pencernaan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak di Halodoc. Dengan penanganan yang tepat, bayi Anda dapat tumbuh sehat dan nyaman.