Ad Placeholder Image

Kenapa Bayi Menyusu Sambil Bergumam? Ini Jawabannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Mei 2026

Kenapa Bayi Menyusu Sambil Bergumam? Ternyata Normal!

Kenapa Bayi Menyusu Sambil Bergumam? Ini JawabannyaKenapa Bayi Menyusu Sambil Bergumam? Ini Jawabannya

Kenapa Bayi Menyusu Sambil Bergumam: Normal atau Perlu Khawatir?

Banyak orang tua mungkin pernah mengamati bayinya mengeluarkan suara-suara seperti bergumam atau mengoceh saat menyusu. Fenomena ini seringkali menimbulkan pertanyaan apakah perilaku tersebut normal atau justru mengindikasikan adanya masalah kesehatan. Umumnya, bayi yang menyusu sambil bergumam adalah hal yang wajar dan merupakan bagian dari adaptasi atau ekspresi komunikasinya. Namun, ada beberapa kondisi tertentu yang memerlukan perhatian lebih.

Suara bergumam pada bayi saat menyusu bisa berupa bunyi “grok-grok” akibat bercampurnya napas dengan susu, atau ocehan bahagia (cooing) sebagai tanda kepuasan dan awal komunikasi. Perilaku ini adalah cara bayi beradaptasi dengan proses menyusu, mengekspresikan kepuasan, atau bahkan mencoba berkomunikasi. Meskipun demikian, kewaspadaan diperlukan jika bergumam disertai gejala lain seperti rewel, demam, atau kesulitan bernapas.

Bayi Bergumam Saat Menyusu: Apakah Normal?

Mayoritas kasus bayi yang menyusu sambil bergumam adalah hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Ini adalah bagian dari perkembangan sensorik dan motorik bayi, serta upayanya dalam berinteraksi dengan lingkungan. Suara bergumam bisa menjadi tanda bahwa bayi merasa nyaman dan puas saat mendapatkan asupan nutrisi.

Suara-suara tersebut bisa juga muncul karena bayi sedang bereksplorasi dengan organ mulutnya atau mencoba meniru suara yang didengar. Adaptasi terhadap aliran ASI, sensasi menyusu, dan kemampuan menelan juga dapat memicu bayi mengeluarkan suara-suara kecil. Memahami penyebab di baliknya dapat membantu orang tua lebih tenang dalam menyikapi kondisi ini.

Penyebab Umum Kenapa Bayi Menyusu Sambil Bergumam

Ada beberapa alasan umum mengapa bayi mengeluarkan suara bergumam atau mengoceh saat menyusu. Penyebab ini biasanya tidak berbahaya dan merupakan bagian dari proses alami bayi:

  • Suara Napas Bercampur Susu (Grok-grok). Seringkali, bunyi seperti “grok-grok” muncul karena udara yang masuk bercampur dengan ASI atau cairan di saluran napas bagian atas bayi. Ini normal karena saluran napas bayi masih sangat kecil dan sempit.
  • Ekspresi Kepuasan atau Komunikasi Dini (Cooing). Bayi seringkali mengeluarkan suara seperti ‘cooing’ atau ocehan lembut saat merasa bahagia dan puas. Menyusu adalah momen intim yang membuat bayi merasa kenyang dan nyaman, sehingga bergumam bisa menjadi tanda kepuasan atau bahkan upaya awal untuk berkomunikasi dengan orang tua.
  • Upaya Komunikasi. Bayi belum bisa berbicara, sehingga mereka menggunakan berbagai cara untuk berkomunikasi. Bergumam saat menyusu bisa menjadi tanda bahwa bayi ingin menyampaikan sesuatu, misalnya aliran ASI terlalu cepat atau terlalu lambat, posisi menyusu yang kurang nyaman, atau ingin istirahat sebentar.
  • Adaptasi terhadap Proses Menyusu. Proses menyusu melibatkan koordinasi antara menghisap, menelan, dan bernapas. Bayi mungkin mengeluarkan suara-suara saat mereka beradaptasi dengan ritme dan pola ini, terutama jika aliran ASI berubah-ubah.

Kapan Harus Waspada Jika Bayi Bergumam Saat Menyusu?

Meskipun seringkali normal, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis jika bayi bergumam saat menyusu. Orang tua perlu waspada jika bergumam disertai dengan gejala berikut:

  • Rewel atau Gelisah. Jika bayi tampak tidak nyaman, gelisah, atau rewel secara terus-menerus saat menyusu, ini bisa menjadi indikasi masalah.
  • Demam. Demam adalah tanda adanya infeksi atau peradangan dalam tubuh bayi. Jika bayi bergumam disertai demam, segera konsultasikan ke dokter.
  • Sulit Bernapas. Kesulitan bernapas yang ditandai dengan napas cepat, napas berbunyi (misalnya mengi), tarikan dinding dada, atau bibir kebiruan adalah kondisi darurat yang memerlukan penanganan medis segera.
  • Asupan ASI Berkurang Drastis. Jika bayi tidak menyusu dengan efektif, asupan ASI berkurang, atau berat badan tidak naik sesuai standar, ini bisa menjadi tanda adanya masalah.
  • Masalah Anatomis. Salah satu masalah anatomis yang mungkin adalah tongue tie (ankyloglossia), yaitu kondisi di mana selaput tipis di bawah lidah (frenulum) terlalu pendek atau kencang, membatasi gerakan lidah. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam perlekatan saat menyusu, yang memicu bayi mengeluarkan suara aneh atau bergumam karena tidak efektif menghisap.
  • Gangguan Kesehatan Lain. Beberapa kondisi medis lain seperti refluks gastroesofageal (GERD) pada bayi, infeksi saluran pernapasan, atau alergi makanan juga dapat menyebabkan bayi tidak nyaman dan mengeluarkan suara saat menyusu.

Langkah Awal Mengatasi Kondisi yang Mengkhawatirkan

Jika orang tua menemukan gejala-gejala di atas yang menyertai bayi bergumam saat menyusu, beberapa langkah awal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Observasi Lebih Lanjut. Perhatikan apakah gejala muncul secara konsisten, kapan dan bagaimana bayi bergumam, serta reaksi tubuh bayi lainnya.
  • Perbaiki Posisi dan Perlekatan. Pastikan posisi bayi saat menyusu sudah benar dan perlekatan (latch) pada payudara sudah optimal. Posisi yang benar dapat membantu bayi menyusu lebih efektif dan nyaman.
  • Konsultasi dengan Dokter Anak atau Konsultan Laktasi. Apabila kekhawatiran berlanjut atau ditemukan gejala lain yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter anak atau konsultan laktasi. Mereka dapat melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan memberikan diagnosis yang tepat.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis Halodoc

Bayi menyusu sambil bergumam seringkali merupakan perilaku normal yang menunjukkan kepuasan atau upaya komunikasi awal. Namun, penting bagi setiap orang tua untuk peka terhadap tanda-tanda lain yang menyertai perilaku ini. Kewaspadaan terhadap gejala seperti rewel, demam, kesulitan bernapas, atau asupan ASI yang berkurang adalah kunci.

Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika ada kekhawatiran. Melalui aplikasi Halodoc, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli laktasi yang berpengalaman untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi bayi.