Ad Placeholder Image

Kenapa Bayi Sering Mengejan? Jangan Panik, Moms!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Mei 2026

Kenapa Bayi Sering Mengejan? Yuk Pahami Ini!

Kenapa Bayi Sering Mengejan? Jangan Panik, Moms!Kenapa Bayi Sering Mengejan? Jangan Panik, Moms!

Mengapa Bayi Sering Mengejan: Pemahaman dan Penanganan

Bayi yang baru lahir hingga beberapa bulan pertama kehidupannya sering kali menunjukkan perilaku mengejan. Perilaku ini dapat menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, terutama jika disertai dengan wajah memerah. Namun, sebagian besar kasus bayi mengejan adalah respons normal terhadap perkembangan tubuh mereka.

Ringkasan: Mengapa Bayi Sering Mengejan

Bayi sering mengejan karena sistem pencernaannya belum matang dan sedang belajar mengoordinasikan otot untuk buang air besar (BAB). Ini sering kali disebabkan oleh penumpukan gas, perut kembung, atau sembelit ringan. Mengejan juga bisa menjadi refleks normal saat bayi merasa tidak nyaman atau kedinginan. Umumnya, perilaku ini normal jika hanya sesaat, tetapi perlu perhatian jika disertai rewel parah, muntah, tidak BAB sama sekali, atau tanda bahaya lainnya.

Penyebab Umum Bayi Mengejan

Mengejan pada bayi adalah hal yang umum terjadi dan memiliki beberapa penyebab mendasar yang berkaitan dengan fase perkembangan awal mereka. Memahami penyebab ini dapat membantu orang tua mengidentifikasi apakah kondisi bayi normal atau memerlukan perhatian lebih lanjut.

Sistem Pencernaan Belum Matang

Organ pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan. Saluran cerna mereka belum sepenuhnya matang, sehingga membutuhkan usaha lebih untuk memproses makanan dan mengeluarkan kotoran. Pergerakan usus yang tidak efisien dapat menyebabkan bayi mengejan.

Belajar Koordinasi Otot Buang Air Besar

Bayi perlu belajar mengoordinasikan otot perut, panggul, dan anus mereka untuk berhasil buang air besar. Proses belajar ini sering kali melibatkan mengejan karena otot-otot tersebut belum bekerja secara sinkron. Ini adalah bagian dari perkembangan motorik yang normal.

Penumpukan Gas dan Perut Kembung

Gas dapat menumpuk di saluran pencernaan bayi, menyebabkan perut kembung dan rasa tidak nyaman. Penumpukan gas ini bisa berasal dari menelan udara saat menyusu, pola makan ibu (jika menyusui), atau jenis susu formula yang digunakan. Untuk mengeluarkan gas atau feses, bayi akan berusaha mengejan.

Konstipasi atau Sembelit

Meskipun lebih jarang pada bayi yang baru lahir, sembelit dapat menyebabkan bayi mengejan lebih kuat. Sembelit ditandai dengan feses yang keras, kering, dan sulit dikeluarkan. Perubahan pola makan atau kurangnya asupan cairan dapat menjadi pemicunya.

Refleks Normal dan Ketidaknyamanan

Mengejan juga bisa menjadi refleks normal ketika bayi merasa tidak nyaman, seperti saat kedinginan atau popok basah. Terkadang, bayi mengejan bukan hanya untuk buang air besar, tetapi juga sebagai cara untuk merespons sensasi internal tubuh atau lingkungan sekitar.

Kapan Mengejan Bayi Normal dan Perlu Diwaspadai

Mengejan pada bayi umumnya normal, terutama jika wajahnya memerah hanya sebentar dan tidak menunjukkan gejala lain. Ini adalah bagian dari proses belajar dan adaptasi tubuh bayi.

Namun, perlu perhatian medis jika mengejan disertai tanda-tanda berikut:

  • Rewel parah dan berkepanjangan.
  • Muntah terus-menerus.
  • Tidak buang air besar sama sekali dalam waktu yang tidak wajar.
  • Feses berdarah atau sangat keras.
  • Perut terlihat sangat kembung dan tegang.
  • Nafsu makan menurun drastis.
  • Penurunan berat badan.
  • Demam atau tanda-tanda sakit lainnya.

Cara Membantu Bayi yang Sering Mengejan

Jika bayi sering mengejan dan diduga karena ketidaknyamanan ringan, beberapa langkah dapat membantu meringankan kondisi mereka:

  • Pijatan Perut Lembut: Lakukan pijatan searah jarum jam di perut bayi untuk membantu pergerakan gas dan feses.
  • Gerakan Kaki Sepeda: Posisikan bayi terlentang, lalu gerakkan kedua kakinya seperti sedang mengayuh sepeda. Ini dapat membantu merangsang usus.
  • Memastikan Posisi Menyusui yang Tepat: Pastikan bayi menyusu dengan perlekatan yang baik untuk mengurangi udara yang tertelan. Jika menggunakan botol, pilih dot dengan aliran yang sesuai.
  • Memandikan dengan Air Hangat: Kehangatan dapat membantu meredakan ketegangan otot perut dan mengurangi ketidaknyamanan.
  • Gendongan Kulit ke Kulit: Kontak kulit ke kulit dapat menenangkan bayi dan membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik.
  • Mengubah Pola Makan Ibu (jika menyusui): Jika ada dugaan sensitivitas terhadap makanan tertentu, ibu menyusui dapat berkonsultasi dengan dokter untuk menyesuaikan diet.

Kapan Harus Memeriksakan Bayi ke Dokter

Apabila kekhawatiran berlanjut meskipun sudah mencoba penanganan di rumah, atau jika bayi menunjukkan salah satu tanda bahaya yang disebutkan di atas, segera konsultasikan dengan dokter anak. Penanganan medis yang cepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Kesimpulan: Rekomendasi Halodoc

Mengejan pada bayi adalah bagian normal dari perkembangan awal mereka. Namun, penting untuk membedakan antara perilaku mengejan yang normal dan yang mengindikasikan masalah kesehatan. Observasi cermat terhadap pola mengejan, frekuensi buang air besar, konsistensi feses, dan perilaku keseluruhan bayi sangat diperlukan. Jika ada keraguan atau gejala yang mengkhawatirkan, segera gunakan fitur Tanya Dokter di Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang akurat dan tepat waktu dari dokter spesialis anak.