Ad Placeholder Image

Kenapa Bayi Sering Menjulurkan Lidah? Fakta Menariknya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Kenapa Bayi Sering Menjulurkan Lidah? Ini Alasannya!

Kenapa Bayi Sering Menjulurkan Lidah? Fakta Menariknya!Kenapa Bayi Sering Menjulurkan Lidah? Fakta Menariknya!

Kenapa Bayi Sering Menjulurkan Lidah? Ini Penjelasan Lengkapnya

Banyak orang tua mungkin bertanya-tanya kenapa bayi sering menjulurkan lidah. Umumnya, perilaku ini adalah bagian normal dari perkembangan bayi. Penjelasan ini sering kali berkaitan dengan refleks fisiologis dan eksplorasi dunia di sekitar bayi.

Namun, dalam beberapa kasus, menjulurkan lidah terus-menerus yang disertai gejala lain bisa menjadi indikasi kondisi medis tertentu. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara perilaku normal dan tanda-tanda yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut dari dokter anak.

Alasan Normal Bayi Sering Menjulurkan Lidah

Sebagian besar waktu, bayi menjulurkan lidah karena beberapa alasan yang tidak perlu dikhawatirkan. Perilaku ini biasanya akan hilang seiring bertambahnya usia bayi dan kematangan sistem sarafnya.

  • Refleks Fisiologis. Bayi memiliki berbagai refleks sejak lahir, termasuk refleks menjulurkan lidah. Ini bisa menjadi mekanisme alami untuk melindungi diri dari tersedak dengan mendorong benda asing keluar dari mulut. Selain itu, menjulurkan lidah juga bisa menjadi tanda lapar saat bayi mencari puting atau botol, atau tanda kenyang jika bayi menolak asupan.
  • Eksplorasi Sensasi Baru. Sejak lahir, bayi belajar tentang dunia melalui indra mereka, termasuk mulut. Menjulurkan lidah adalah cara bayi untuk merasakan dan mengeksplorasi berbagai tekstur, suhu, dan sensasi. Ini adalah bagian penting dari perkembangan sensorik dan kognitif bayi.
  • Meniru Orang Tua. Bayi adalah peniru ulung. Mereka sering meniru ekspresi wajah dan gerakan yang mereka lihat dari orang tua atau pengasuh. Jika orang dewasa di sekitarnya sering menjulurkan lidah atau membuat ekspresi tertentu, bayi mungkin akan mencoba menirunya sebagai cara belajar dan berinteraksi.
  • Saat Tumbuh Gigi. Proses tumbuh gigi bisa sangat tidak nyaman bagi bayi. Gusi yang gatal atau sakit sering kali membuat bayi menjulurkan lidah untuk menggosok gusi atau mengurangi rasa tidak nyaman. Perilaku ini disertai dengan tanda tumbuh gigi lainnya seperti banyak mengeluarkan air liur dan keinginan menggigit.
  • Refleks Ekstrusi (Belum Siap MPASI). Refleks ekstrusi adalah dorongan alami bayi untuk mendorong makanan padat keluar dari mulut dengan lidah. Refleks ini berfungsi melindungi bayi dari tersedak saat mereka belum siap menerima makanan padat. Umumnya, refleks ini akan mulai berkurang dan hilang saat bayi berusia sekitar 4 hingga 6 bulan, menandakan kesiapan untuk MPASI (Makanan Pendamping ASI).

Kondisi Medis yang Perlu Diwaspadai

Meskipun sebagian besar kasus menjulurkan lidah pada bayi adalah normal, ada beberapa kondisi medis yang bisa menjadi penyebabnya, terutama jika perilaku ini terus-menerus dan disertai dengan gejala lain yang tidak biasa.

  • Hipotiroid Kongenital. Ini adalah kondisi di mana bayi lahir dengan kekurangan hormon tiroid. Hormon tiroid penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Selain sering menjulurkan lidah, gejala lain hipotiroid kongenital dapat meliputi kulit kering, tangisan serak, kesulitan menyusu, konstipasi, dan keterlambatan tumbuh kembang.
  • Hipotonia (Otot Lemah). Hipotonia adalah kondisi di mana otot-otot bayi tampak sangat lemas atau terkulai. Jika otot lidah dan mulut lemah, bayi mungkin kesulitan mempertahankan lidahnya di dalam mulut. Gejala hipotonia lain termasuk kesulitan mengangkat kepala, posisi tubuh yang tidak tegak, dan keterlambatan pencapaian tahap perkembangan motorik.
  • Makroglosia (Ukuran Lidah Besar). Makroglosia adalah kondisi di mana lidah bayi lebih besar dari ukuran normal dibandingkan dengan rongga mulutnya. Lidah yang terlalu besar akan lebih mudah menjulur keluar. Kondisi ini bisa menjadi tanda dari beberapa sindrom genetik atau kelainan bawaan lainnya.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Anak?

Orang tua perlu memerhatikan perilaku bayi dengan seksama. Jika bayi menjulurkan lidah sesekali tanpa disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, ini kemungkinan besar adalah bagian normal dari perkembangannya.

Namun, jika menjulurkan lidah terjadi terus-menerus, terlihat sangat menonjol, atau disertai dengan gejala lain seperti kesulitan menyusu, penurunan aktivitas, kulit kering, keterlambatan perkembangan motorik, atau penampilan lemas, segera konsultasikan dengan dokter anak. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menyarankan tes lebih lanjut untuk menentukan penyebabnya.

Kesimpulan

Perilaku bayi menjulurkan lidah adalah hal yang umum dan sering kali merupakan bagian normal dari refleks atau fase perkembangan. Orang tua tidak perlu terlalu khawatir jika perilaku ini hanya sesekali dan bayi terlihat sehat. Namun, kewaspadaan diperlukan jika disertai dengan tanda-tanda atau gejala lain yang tidak biasa.

Untuk setiap kekhawatiran mengenai kesehatan atau perkembangan bayi, penting untuk tidak menunda konsultasi dengan dokter anak profesional. Melalui aplikasi Halodoc, orang tua dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter anak tepercaya untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.