Kenapa Bayi Susah Sendawa? Begini Cara Mudahnya!

Mengapa Bayi Susah Sendawa? Pahami Penyebab dan Cara Mengatasinya
Bayi yang baru lahir seringkali mengalami kesulitan untuk bersendawa setelah menyusu. Kondisi ini umum terjadi dan biasanya disebabkan oleh sistem pencernaan yang belum matang. Sendawa merupakan mekanisme penting untuk mengeluarkan udara yang tertelan selama proses menyusu, mencegah penumpukan gas yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan seperti kembung, gumoh, dan rewel pada bayi.
Gejala Bayi Susah Sendawa
Ketika bayi kesulitan bersendawa, beberapa tanda dapat diamati oleh orang tua. Tanda-tanda ini mengindikasikan bahwa ada udara yang terperangkap dalam saluran pencernaan bayi.
- Perut terlihat kembung atau terasa tegang saat diraba.
- Bayi tampak tidak nyaman, sering melengkungkan punggung, atau menarik kakinya ke arah perut.
- Menangis lebih sering atau rewel setelah menyusu.
- Gumoh (memuntahkan kembali sedikit ASI atau susu formula) lebih sering daripada biasanya.
- Tampak gelisah dan sulit tidur nyenyak.
Penyebab Utama Bayi Susah Sendawa
Kesulitan bayi bersendawa berakar pada beberapa faktor utama yang berkaitan dengan fisiologi dan teknik menyusu. Memahami penyebab ini dapat membantu orang tua dalam menemukan solusi yang tepat.
Sistem Pencernaan Belum Sempurna
Sistem pencernaan bayi, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupannya, belum berkembang sepenuhnya. Katup atau sfingter yang terletak antara kerongkongan dan lambung (sfingter esofagus bawah) belum berfungsi optimal. Kondisi ini membuat udara yang masuk ke lambung sulit untuk dikeluarkan kembali melalui sendawa.
Pelekatan Menyusu Kurang Tepat
Pelekatan (latch) yang kurang tepat saat menyusu langsung pada payudara atau penggunaan botol yang tidak sesuai dapat menyebabkan bayi menelan lebih banyak udara. Jika mulut bayi tidak menempel erat pada puting atau areola, atau jika lubang dot botol terlalu besar/kecil, udara akan lebih mudah ikut tertelan bersama susu.
Minum Terlalu Cepat atau Menelan Banyak Udara
Bayi yang menyusu terlalu cepat, terutama jika aliran ASI atau susu formula sangat deras, cenderung menelan banyak udara. Selain itu, menangis sebelum menyusu juga dapat membuat bayi menelan udara lebih banyak, yang kemudian akan terperangkap di perut.
Posisi Menyendawakan yang Kurang Optimal
Posisi yang kurang tepat saat mencoba menyendawakan bayi dapat menghambat udara untuk naik ke atas dan keluar. Udara yang terperangkap memerlukan bantuan gravitasi dan sedikit tekanan untuk dapat dilepaskan.
Cara Mengatasi dan Mencegah Bayi Susah Sendawa
Meskipun umum, kesulitan bersendawa pada bayi dapat diatasi dan dicegah dengan beberapa penyesuaian sederhana. Praktik-praktik ini bertujuan untuk membantu bayi mengeluarkan udara yang tertelan dan mengurangi ketidaknyamanan.
Posisi Menyusu yang Lebih Tegak
Menyusui bayi dalam posisi yang lebih tegak dapat membantu meminimalkan jumlah udara yang tertelan. Gravitasi akan membantu susu turun ke perut dengan lebih lancar dan udara akan cenderung tetap di bagian atas, lebih mudah untuk disendawakan.
Jeda Menyusui untuk Menyendawakan
Jika bayi menyusu terlalu cepat atau dalam jumlah banyak, pertimbangkan untuk memberikan jeda sejenak di tengah-tengah sesi menyusu. Sendawakan bayi di antara jeda tersebut, misalnya setelah menyusu dari satu payudara atau setelah setiap 60-90 ml susu formula. Hal ini membantu mengeluarkan udara sebelum menumpuk terlalu banyak.
Pijatan Lembut pada Punggung
Setelah menyusu, posisikan bayi tegak di bahu atau di pangkuan. Tepuk-tepuk lembut punggung bayi dengan telapak tangan yang sedikit melengkung. Tekanan lembut ini dapat membantu memindahkan gelembung udara ke atas saluran pencernaan.
Mencoba Posisi Menyendawakan yang Berbeda
Tidak semua posisi bekerja untuk setiap bayi. Orang tua dapat mencoba beberapa variasi posisi menyendawakan, seperti:
- Mendudukkan bayi di pangkuan dengan satu tangan menyangga dagu dan dada, sementara tangan lainnya menepuk punggung.
- Membaringkan bayi telentang dan perlahan menggerakkan kakinya seperti mengayuh sepeda untuk membantu melancarkan gas.
- Menyendawakan bayi dalam posisi tengkurap di pangkuan dengan kepala sedikit lebih tinggi.
Kesimpulan
Kesulitan bersendawa pada bayi adalah kondisi yang umum dan seringkali disebabkan oleh sistem pencernaan yang belum matang serta teknik menyusu. Dengan pemahaman yang tepat mengenai penyebab dan penerapan cara-cara mengatasi yang efektif, orang tua dapat membantu bayi merasa lebih nyaman. Jika bayi terus-menerus menunjukkan gejala kembung, gumoh berlebihan, atau rewel meskipun sudah mencoba berbagai metode, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Tenaga medis profesional di Halodoc siap memberikan saran dan penanganan lebih lanjut untuk memastikan kesehatan dan kenyamanan bayi.



