Ad Placeholder Image

Kenapa Bisa Buta Warna? Ini Penyebab Lengkapnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Mei 2026

Gini Lho Kenapa Bisa Buta Warna: Genetik atau Penyakit?

Kenapa Bisa Buta Warna? Ini Penyebab LengkapnyaKenapa Bisa Buta Warna? Ini Penyebab Lengkapnya

Kenapa Bisa Buta Warna? Pahami Penyebab Utama dan Faktor Pemicunya

Buta warna adalah kondisi ketika mata kesulitan membedakan warna atau nuansa warna tertentu. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga pilihan karier. Banyak yang bertanya-tanya, kenapa bisa buta warna dan apa saja pemicunya? Penyebab buta warna bervariasi, namun faktor genetik menjadi pemicu utama yang paling umum.

Apa Itu Buta Warna?

Buta warna, atau defisiensi penglihatan warna, terjadi ketika sel-sel peka cahaya di retina mata yang disebut sel kerucut tidak berfungsi dengan baik. Sel kerucut ini bertanggung jawab untuk mendeteksi warna merah, hijau, dan biru. Ketika salah satu atau beberapa jenis sel kerucut mengalami gangguan, kemampuan mata untuk membedakan warna tertentu menjadi berkurang.

Jenis-Jenis Buta Warna

Kondisi ini terbagi menjadi beberapa jenis, bergantung pada warna yang sulit dibedakan:

  • Buta warna merah-hijau (paling umum), di mana mata kesulitan membedakan nuansa merah dan hijau.
  • Buta warna biru-kuning, di mana mata kesulitan membedakan biru dan kuning, serta nuansa hijau dan ungu.
  • Buta warna total (akromatopsia), kondisi langka di mana seseorang hanya dapat melihat warna hitam, putih, dan abu-abu.

Penyebab Utama Kenapa Bisa Buta Warna

Memahami penyebab utama adalah kunci untuk mengetahui kenapa bisa buta warna. Sebagian besar kasus buta warna bersifat bawaan atau didapat sejak lahir, sementara sebagian kecil lainnya bisa didapat seiring waktu.

Faktor Genetik (Keturunan)

Penyebab buta warna utama adalah faktor genetik atau keturunan. Kondisi ini terjadi akibat mutasi gen pada kromosom X. Kromosom X adalah salah satu dari dua kromosom penentu jenis kelamin. Mutasi pada gen ini menyebabkan sel kerucut di retina tidak berfungsi optimal, sehingga mata sulit membedakan warna tertentu, terutama merah-hijau.

Kondisi buta warna genetik diturunkan dari ibu yang menjadi pembawa gen (carrier) kepada anak laki-lakinya. Oleh karena itu, buta warna genetik lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Wanita bisa menjadi pembawa gen tanpa mengalami buta warna, tetapi memiliki peluang 50% untuk menurunkan gen tersebut kepada setiap anak laki-lakinya.

Buta Warna Didapat (Acquired)

Selain faktor genetik, buta warna juga bisa didapat (acquired) akibat berbagai kondisi medis atau faktor eksternal lainnya. Buta warna jenis ini dapat memengaruhi satu mata atau kedua mata, dan tingkat keparahannya bisa memburuk seiring waktu. Berikut adalah beberapa penyebab buta warna didapat:

  • Penyakit Mata: Beberapa penyakit mata dapat merusak sel kerucut atau saraf optik yang membawa informasi warna ke otak. Contohnya termasuk glaukoma, kondisi yang merusak saraf optik, dan degenerasi makula, kerusakan pada bagian tengah retina.
  • Penyakit Saraf: Kondisi neurologis tertentu, seperti penyakit Alzheimer atau neuropati optik akibat diabetes, dapat memengaruhi kemampuan otak memproses informasi warna yang diterima dari mata.
  • Efek Samping Obat-obatan Tertentu: Beberapa jenis obat dapat memiliki efek samping yang memengaruhi penglihatan warna. Contohnya adalah obat untuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi, disfungsi ereksi, infeksi, atau gangguan kejiwaan.
  • Paparan Bahan Kimia Beracun: Paparan jangka panjang terhadap bahan kimia tertentu seperti karbon disulfida dan stirena dapat merusak sel-sel retina dan menyebabkan buta warna.
  • Cedera Mata: Trauma atau cedera langsung pada mata atau otak yang berhubungan dengan pusat penglihatan dapat mengganggu kemampuan membedakan warna.
  • Penuaan: Seiring bertambahnya usia, kemampuan mata untuk membedakan warna juga dapat berkurang secara alami. Ini disebabkan oleh perubahan pada lensa mata dan retina.

Diagnosis Buta Warna

Diagnosis buta warna biasanya dilakukan melalui tes penglihatan warna khusus, seperti tes Ishihara. Tes ini melibatkan identifikasi angka atau pola yang tersembunyi dalam lingkaran titik-titik berwarna. Dokter atau ahli optometri dapat membantu mendiagnosis jenis dan tingkat keparahan buta warna.

Penanganan dan Pengobatan Buta Warna

Buta warna yang bersifat genetik umumnya tidak dapat disembuhkan. Namun, ada beberapa alat bantu seperti lensa kontak khusus atau kacamata dengan filter warna tertentu yang dapat membantu meningkatkan kemampuan membedakan warna. Untuk buta warna yang didapat, penanganan difokuskan pada pengobatan kondisi medis yang mendasarinya. Jika penyebabnya diobati, buta warna bisa membaik atau tidak memburuk lebih lanjut.

Pencegahan Buta Warna

Buta warna genetik tidak dapat dicegah karena merupakan kondisi bawaan. Namun, untuk buta warna yang didapat, beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan:

  • Kelola penyakit kronis seperti diabetes atau glaukoma dengan baik.
  • Hindari paparan bahan kimia beracun.
  • Gunakan pelindung mata saat melakukan aktivitas yang berisiko menyebabkan cedera mata.
  • Pemeriksaan mata rutin untuk deteksi dini masalah kesehatan mata.

Kesimpulan

Buta warna adalah kondisi penglihatan yang kompleks dengan penyebab utama genetik, tetapi juga bisa didapat dari berbagai faktor lain seperti penyakit mata, penyakit saraf, efek samping obat, paparan bahan kimia, cedera, atau penuaan. Memahami penyebab ini penting untuk penanganan yang tepat. Jika ada kekhawatiran terkait penglihatan warna atau ingin mendapatkan diagnosis akurat, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata melalui aplikasi Halodoc untuk penanganan lebih lanjut.