Ad Placeholder Image

Kenapa Demam Anak Tidak Turun? Ini Lho Penyebabnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 April 2026

Kenapa Demam Anak Tidak Turun? Yuk, Cari Tahu!

Kenapa Demam Anak Tidak Turun? Ini Lho PenyebabnyaKenapa Demam Anak Tidak Turun? Ini Lho Penyebabnya

Mengungkap Penyebab Kenapa Demam Anak Tidak Turun dan Kapan Harus Waspada

Demam merupakan respons alami tubuh anak terhadap adanya infeksi atau kondisi tertentu. Normalnya, demam akan mereda setelah beberapa waktu dengan penanganan yang tepat. Namun, kekhawatiran orang tua muncul ketika demam pada anak tidak kunjung turun atau kembali naik setelah pemberian obat. Memahami alasan kenapa demam anak tidak turun sangat penting untuk mengambil langkah penanganan yang tepat dan cepat.

Ringkasan Singkat: Demam Anak Tak Kunjung Turun

Demam pada anak yang tidak kunjung turun bisa menjadi tanda adanya kondisi serius. Penyebab umum meliputi infeksi virus, bakteri, atau parasit seperti DBD, TBC, ISK, dan COVID-19. Selain itu, reaksi imunisasi, tumbuh gigi, atau paparan panas ekstrem juga dapat memicu demam. Kesalahan penanganan seperti dosis obat tidak tepat, pakaian terlalu tebal, atau kurang cairan juga bisa menjadi faktor. Jika demam berlanjut lebih dari 2-3 hari atau disertai gejala berat, segera cari bantuan medis.

Apa Itu Demam pada Anak?

Demam adalah peningkatan suhu tubuh di atas batas normal, biasanya di atas 37,5°C. Kondisi ini seringkali menjadi sinyal bahwa sistem kekebalan tubuh anak sedang bekerja melawan agen penyebab penyakit.

Meskipun demam adalah respons alami, demam tinggi atau demam yang tidak turun dapat menimbulkan kekhawatiran. Pemantauan suhu tubuh secara berkala dan observasi gejala lain sangat penting.

Penyebab Kenapa Demam Anak Tidak Turun

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan demam pada anak tidak kunjung turun atau sulit diredakan. Memahami penyebabnya membantu dalam penanganan yang lebih efektif.

  • Infeksi (Virus, Bakteri, Parasit)

    Infeksi adalah penyebab paling umum dari demam pada anak. Berbagai jenis infeksi dapat memicu demam tinggi yang sulit turun.

    • Infeksi Virus: Virus flu, campak, atau COVID-19 seringkali menyebabkan demam. Demam dengue (DBD), meskipun disebabkan virus, perlu perhatian khusus karena dapat menyebabkan komplikasi serius.
    • Infeksi Bakteri: Bakteri dapat menyebabkan TBC, Infeksi Saluran Kemih (ISK), atau radang amandel. Infeksi telinga atau infeksi saraf seperti meningitis juga dapat memicu demam tinggi yang berkepanjangan.
    • Infeksi Parasit: Malaria atau amuba adalah contoh infeksi parasit yang dapat menyebabkan demam. Kondisi ini memerlukan diagnosis dan pengobatan khusus.
  • Reaksi Setelah Imunisasi atau Tumbuh Gigi

    Setelah imunisasi, beberapa anak mungkin mengalami demam ringan sebagai reaksi normal tubuh terhadap vaksin. Demam ini umumnya tidak berlangsung lama.

    Proses tumbuh gigi juga bisa menyebabkan peningkatan suhu tubuh pada beberapa anak, meskipun biasanya tidak setinggi demam akibat infeksi.

  • Paparan Panas Ekstrem

    Lingkungan yang terlalu panas, terutama jika anak kurang minum, dapat menyebabkan suhu tubuh meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai kelelahan panas atau heat stroke.

    Penting untuk memastikan anak berada di lingkungan yang sejuk dan cukup terhidrasi.

  • Kesalahan Penanganan di Rumah

    Penanganan demam di rumah yang kurang tepat bisa membuat demam sulit turun. Beberapa kesalahan umum meliputi:

    • Dosis Obat Penurun Panas yang Kurang Tepat: Pemberian dosis obat yang tidak sesuai berat badan atau usia anak dapat membuat obat tidak efektif.
    • Pakaian Terlalu Tebal: Memakaikan pakaian tebal saat demam dapat menghambat pelepasan panas dari tubuh.
    • Kurang Cairan: Anak yang demam cenderung kehilangan cairan lebih banyak. Kurangnya asupan cairan dapat memperburuk kondisi demam.
  • Infeksi yang Lebih Berat atau Komplikasi

    Demam yang tidak turun juga bisa menjadi indikasi adanya infeksi yang lebih berat atau komplikasi dari penyakit lain. Contohnya termasuk pneumonia atau infeksi organ dalam lainnya yang memerlukan penanganan medis intensif.

Kapan Harus Segera Memeriksakan Anak ke Dokter?

Tidak semua demam memerlukan kunjungan ke dokter, tetapi ada beberapa tanda yang mengharuskan pemeriksaan medis segera. Perhatikan jika demam berlanjut lebih dari 2-3 hari.

Segera periksakan anak jika demam disertai gejala berat seperti kejang, ruam, sesak napas, leher kaku, nyeri perut hebat, muntah atau diare berulang, serta penurunan kesadaran. Anak di bawah usia 3 bulan dengan demam juga harus segera diperiksa dokter.

Langkah Penanganan Awal Demam di Rumah

Saat anak demam, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu meredakan demam dan membuat anak lebih nyaman.

  • Berikan obat penurun panas sesuai dosis yang dianjurkan dokter atau apoteker.
  • Lakukan kompres hangat pada dahi dan ketiak.
  • Pastikan anak mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
  • Pakaikan pakaian yang tipis dan nyaman agar panas tubuh dapat dilepaskan.
  • Pastikan anak beristirahat yang cukup.

Pencegahan Demam pada Anak

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa tindakan pencegahan dapat membantu mengurangi risiko anak mengalami demam.

  • Lengkapi imunisasi anak sesuai jadwal yang direkomendasikan.
  • Ajarkan anak untuk selalu menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan.
  • Berikan asupan gizi seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Jaga kebersihan lingkungan rumah.

Dapatkan Bantuan Medis Terpercaya Melalui Halodoc

Jika demam anak tidak kunjung turun atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, konsultasi medis sangat disarankan. Melalui Halodoc, orang tua dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.

Halodoc menyediakan akses cepat ke informasi medis akurat dan terpercaya. Manfaatkan layanan telekonsultasi, buat janji dengan dokter, atau pesan obat langsung melalui aplikasi.