Ad Placeholder Image

Kenapa Durian Bikin Pusing? Yuk, Intip Penyebabnya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Durian Bikin Pusing Kepala? Kenali Biang Keroknya!

Kenapa Durian Bikin Pusing? Yuk, Intip Penyebabnya!Kenapa Durian Bikin Pusing? Yuk, Intip Penyebabnya!

Durian, buah tropis dengan aroma khas dan rasa manis legit, seringkali menimbulkan sensasi pusing atau tidak nyaman pada beberapa orang setelah mengonsumsinya. Kondisi ini populer disebut “mabuk durian”. Penyebab utamanya adalah kombinasi dari kandungan gula dan kalori yang tinggi, efek fermentasi dalam pencernaan, kandungan sulfur, serta keberadaan alkohol alami. Sensasi pusing umumnya terjadi akibat konsumsi berlebihan, terutama jika perut kosong atau seseorang memiliki kondisi kesehatan tertentu yang mendasari.

Apa Itu ‘Mabuk Durian’?

“Mabuk durian” adalah istilah awam untuk menggambarkan serangkaian gejala tidak nyaman yang dialami sebagian orang setelah makan durian, seperti pusing, mual, kembung, dan rasa tidak enak badan. Sensasi ini bukanlah keracunan, melainkan respons tubuh terhadap beberapa komponen yang terkandung dalam buah durian, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Kenapa Durian Bikin Pusing? Penyebab Utama

Beberapa faktor utama dapat menjelaskan mengapa durian bisa membuat seseorang merasa pusing atau tidak nyaman:

1. Lonjakan Gula Darah dan Kalori Tinggi

Durian dikenal memiliki kandungan gula dan kalori yang sangat tinggi. Konsumsi durian dalam jumlah besar dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis, terutama bagi individu yang sensitif atau memiliki kondisi prediabetes dan diabetes. Fluktuasi gula darah yang cepat ini dapat memicu gejala seperti pusing, lemas, hingga sakit kepala.

2. Efek Fermentasi dan Produksi Gas

Kandungan karbohidrat kompleks dan serat dalam durian dapat mengalami proses fermentasi di saluran pencernaan. Proses fermentasi ini menghasilkan gas yang berlebihan, menyebabkan perut kembung, begah, dan tekanan pada diafragma. Perut yang tidak nyaman dan kembung bisa menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada sensasi pusing.

3. Kandungan Sulfur dan Panas Tubuh

Durian kaya akan senyawa organosulfur, yang dikenal memberikan aroma khasnya. Senyawa ini, saat dicerna, dapat memicu rasa panas di tubuh pada sebagian orang. Peningkatan suhu tubuh atau sensasi panas yang tidak biasa bisa memengaruhi kenyamanan dan berpotensi menyebabkan pusing.

4. Keberadaan Alkohol Alami

Durian mengandung sejumlah kecil alkohol alami yang terbentuk selama proses pematangan buah. Meskipun kadarnya umumnya rendah, pada beberapa individu yang sangat sensitif atau mengonsumsi durian dalam jumlah banyak, alkohol ini dapat memiliki efek seperti pusing atau mual, mirip dengan efek konsumsi alkohol.

5. Konsumsi Berlebihan dan Kondisi Kesehatan

Sensasi “mabuk durian” sangat sering dikaitkan dengan konsumsi berlebihan. Ketika durian dimakan dalam jumlah banyak, tubuh harus bekerja ekstra keras untuk mencerna dan memetabolisme seluruh komponennya. Selain itu, jika durian dikonsumsi saat perut kosong, efeknya bisa lebih terasa. Individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti masalah pencernaan atau sensitivitas gula darah, mungkin lebih rentan mengalami pusing setelah makan durian.

Gejala Lain ‘Mabuk Durian’

Selain pusing, gejala lain yang mungkin menyertai “mabuk durian” meliputi:

  • Mual
  • Kembung atau begah
  • Sensasi panas di tubuh
  • Sakit kepala ringan
  • Rasa tidak enak badan secara umum

Mengatasi Pusing Setelah Makan Durian

Jika mengalami pusing setelah makan durian, beberapa langkah dapat dilakukan untuk meredakan gejalanya:

  • Istirahat Cukup: Berbaringlah dan hindari aktivitas berat.
  • Minum Air Putih: Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik untuk membantu proses metabolisme.
  • Konsumsi Makanan Ringan: Pilih makanan yang mudah dicerna dan tidak terlalu manis untuk menstabilkan gula darah.

Pencegahan Agar Tidak Pusing Setelah Makan Durian

Untuk menghindari sensasi pusing setelah mengonsumsi durian, perhatikan tips berikut:

  • Batasi Porsi: Konsumsi durian dalam jumlah moderat, jangan berlebihan.
  • Jangan Perut Kosong: Makan durian setelah mengonsumsi makanan lain untuk menghindari lonjakan gula darah yang drastis.
  • Hindari Minuman Beralkohol: Jangan mencampur durian dengan minuman beralkohol karena dapat memperburuk efek.
  • Perhatikan Kondisi Kesehatan: Individu dengan diabetes, masalah pencernaan, atau kondisi kesehatan lain sebaiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum mengonsumsi durian.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun “mabuk durian” umumnya bersifat sementara dan tidak berbahaya, jika gejala pusing, mual, atau ketidaknyamanan berlanjut, semakin parah, atau disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter. Halodoc menyediakan layanan konsultasi dengan dokter profesional yang dapat memberikan diagnosis dan saran medis yang tepat.