Ad Placeholder Image

Kenapa Gigi Paling Belakang Sakit? Awas Gigi Bungsu!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Mei 2026

Gigi Paling Belakang Sakit? Mungkin Gigi Bungsu Biangnya!

Kenapa Gigi Paling Belakang Sakit? Awas Gigi Bungsu!Kenapa Gigi Paling Belakang Sakit? Awas Gigi Bungsu!

Kenapa Gigi Paling Belakang Sakit? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Rasa sakit pada gigi paling belakang seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari makan hingga berbicara. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masalah gigi bungsu yang tumbuh tidak sempurna, gigi berlubang yang parah, hingga infeksi pada gusi. Memahami penyebabnya adalah langkah pertama untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan efektif. Artikel ini akan mengulas secara detail mengenai alasan kenapa gigi paling belakang sakit dan solusi yang bisa dilakukan.

Apa Itu Sakit Gigi Paling Belakang?

Sakit gigi paling belakang adalah kondisi nyeri atau ketidaknyamanan yang terjadi pada gigi geraham, termasuk gigi bungsu. Nyeri ini bisa bervariasi mulai dari rasa ngilu ringan hingga sakit tajam yang berdenyut. Area ini seringkali lebih rentan terhadap masalah karena lokasinya yang sulit dijangkau saat menyikat gigi, sehingga memudahkan penumpukan sisa makanan dan bakteri.

Penyebab Kenapa Gigi Paling Belakang Sakit

Ada beberapa alasan utama mengapa seseorang bisa merasakan sakit pada gigi geraham paling belakang. Pemahaman tentang penyebab ini penting untuk diagnosis dan penanganan yang akurat.

Gigi Bungsu yang Tumbuh Bermasalah (Impaksi)

Gigi bungsu, atau gigi geraham ketiga, adalah gigi terakhir yang tumbuh, biasanya antara usia 17 hingga 25 tahun. Seringkali, rahang tidak memiliki cukup ruang untuk gigi bungsu tumbuh dengan sempurna. Kondisi ini disebut impaksi.

  • Gigi bungsu bisa tumbuh miring, sebagian keluar, atau bahkan sepenuhnya terjebak di dalam gusi.
  • Pertumbuhan yang tidak sempurna ini dapat menekan gigi di sebelahnya atau menyebabkan peradangan pada gusi di sekitarnya, kondisi yang dikenal sebagai perikoronitis.
  • Perikoronitis menimbulkan nyeri, bengkak, kemerahan, dan kesulitan membuka mulut atau mengunyah.

Gigi Berlubang (Karies)

Gigi berlubang adalah penyebab umum nyeri gigi. Gigi geraham belakang, terutama karena lokasinya yang sulit dijangkau sikat gigi, rentan mengalami karies atau lubang gigi. Jika lubang sudah dalam dan mencapai bagian saraf gigi (pulpa), nyeri bisa sangat intens.

  • Lubang ini memungkinkan bakteri masuk dan menyebabkan infeksi pada pulpa.
  • Rasa sakit bisa muncul saat mengonsumsi makanan atau minuman dingin, panas, atau manis.
  • Dalam kasus parah, lubang dapat memicu abses, yaitu kumpulan nanah akibat infeksi bakteri.

Infeksi Gusi (Gingivitis dan Periodontitis)

Penumpukan plak dan karang gigi pada permukaan gigi dan di bawah garis gusi dapat menyebabkan infeksi gusi. Gingivitis adalah peradangan gusi ringan, sedangkan periodontitis adalah infeksi yang lebih serius yang memengaruhi jaringan penyangga gigi.

  • Gusi bisa tampak bengkak, merah, mudah berdarah, dan terasa nyeri.
  • Infeksi yang tidak diobati dapat merusak tulang dan jaringan yang menopang gigi.
  • Akibatnya, gigi bisa menjadi goyang atau bahkan tanggal.

Kebiasaan Mengunyah yang Salah atau Berlebihan

Mengunyah terlalu keras atau memiliki kebiasaan menggemeretakkan gigi (bruxism), terutama saat tidur, dapat memberikan tekanan berlebihan pada gigi geraham. Tekanan ini bisa menyebabkan gigi retak, pecah, atau menyebabkan keausan enamel gigi. Hasilnya adalah sensitivitas dan nyeri pada gigi.

Gangguan Sendi Rahang (Temporomandibular Joint/TMJ Disorder)

Sendi temporomandibular adalah sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tulang tengkorak. Gangguan pada sendi ini dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke gigi, telinga, atau kepala. Nyeri bisa terasa seperti berasal dari gigi belakang.

  • Gejala lainnya bisa berupa kesulitan membuka mulut, bunyi “klik” pada rahang, dan nyeri saat mengunyah.

Gejala yang Menyertai Sakit Gigi Paling Belakang

Selain rasa nyeri, sakit gigi belakang dapat disertai dengan berbagai gejala lain. Gejala-gejala ini membantu mengidentifikasi penyebab masalah gigi yang mendasari.

  • Nyeri berdenyut atau tajam yang terus-menerus.
  • Sensitivitas terhadap suhu panas, dingin, atau manis.
  • Pembengkakan gusi di sekitar gigi yang sakit.
  • Kemerahan atau pendarahan pada gusi.
  • Nyeri saat mengunyah atau menggigit.
  • Bau mulut tidak sedap.
  • Kesulitan membuka mulut lebar atau nyeri pada sendi rahang.
  • Demam, jika terjadi infeksi parah.

Kapan Harus Segera Periksa ke Dokter Gigi?

Jika merasakan nyeri gigi paling belakang yang tak kunjung reda, semakin parah, atau disertai gejala lain seperti bengkak pada wajah, demam, dan kesulitan menelan, segera konsultasikan dengan dokter gigi. Penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi serius.

Pengobatan Sakit Gigi Paling Belakang

Pengobatan sakit gigi belakang tergantung pada penyebabnya. Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan dan menentukan diagnosis yang tepat.

  • Untuk gigi bungsu impaksi: Pencabutan gigi bungsu seringkali menjadi solusi untuk mencegah masalah berulang.
  • Untuk gigi berlubang: Penambalan gigi untuk lubang kecil hingga sedang, atau perawatan saluran akar jika lubang sudah mencapai pulpa.
  • Untuk infeksi gusi: Pembersihan karang gigi (scaling) dan planing akar untuk menghilangkan plak dan karang gigi di bawah garis gusi. Antibiotik mungkin diresepkan jika infeksi parah.
  • Untuk kebiasaan mengunyah/bruxism: Penggunaan pelindung gigi (mouthguard) saat tidur dapat membantu mengurangi tekanan pada gigi.
  • Untuk gangguan TMJ: Terapi fisik, obat pereda nyeri, atau penggunaan pelindung gigi khusus dapat membantu.

Pencegahan Sakit Gigi Paling Belakang

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah pencegahan efektif untuk menjaga kesehatan gigi paling belakang:

  • Menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride.
  • Menggunakan benang gigi setiap hari untuk membersihkan sela-sela gigi dan di bawah garis gusi.
  • Menggunakan obat kumur antibakteri untuk mengurangi plak.
  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis atau asam.
  • Melakukan pemeriksaan gigi rutin setiap enam bulan sekali.
  • Menghindari kebiasaan menggemeretakkan gigi atau mengunyah benda keras.

Jika mengalami sakit gigi paling belakang, jangan menunda untuk mencari bantuan profesional. Mengidentifikasi penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat adalah kunci untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Unduh aplikasi Halodoc sekarang untuk terhubung dengan dokter gigi terpercaya, mendapatkan informasi kesehatan yang akurat, dan membuat janji temu dengan mudah.