Ad Placeholder Image

Kenapa Gigi Tumbuh di Gusi? Ini Lho Alasannya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Mei 2026

Kenapa Gigi Tumbuh di Gusi? Ini Penyebabnya!

Kenapa Gigi Tumbuh di Gusi? Ini Lho Alasannya!Kenapa Gigi Tumbuh di Gusi? Ini Lho Alasannya!

Kenapa Gigi Tumbuh di Gusi? Ini Penjelasannya

Gigi yang seharusnya tumbuh rapi di barisan gusi terkadang justru muncul di tempat yang tidak semestinya, bahkan tetap terpendam di dalam gusi. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan berbagai masalah kesehatan gigi lainnya. Memahami penyebab di balik fenomena ini sangat penting untuk penanganan yang tepat dan pencegahan komplikasi.

Apa Itu Gigi Tumbuh di Gusi?

Gigi tumbuh di gusi merujuk pada kondisi di mana gigi tidak dapat erupsi atau muncul sepenuhnya ke dalam rongga mulut. Gigi tersebut bisa sebagian terpendam (sebagian mahkota terlihat) atau sepenuhnya terpendam di dalam jaringan gusi atau tulang rahang. Istilah medis untuk kondisi ini adalah gigi impaksi atau erupsi terhambat.

Penyebab Kenapa Gigi Tumbuh di Gusi

Ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab gigi tumbuh tidak normal atau terpendam di dalam gusi. Faktor-faktor ini seringkali saling berkaitan dan bisa memicu masalah yang lebih kompleks.

  • Impaksi Gigi. Ini adalah penyebab paling umum, terutama pada gigi bungsu (gigi geraham ketiga). Impaksi terjadi ketika tidak ada cukup ruang di rahang untuk gigi tumbuh dengan normal. Akibatnya, gigi bisa tumbuh miring, mendesak gigi lain, atau terhalang oleh tulang rahang atau jaringan gusi.
  • Gigi Tambahan (Supernumerary Teeth). Beberapa orang memiliki jumlah gigi yang lebih dari normal. Gigi tambahan ini, yang disebut gigi supernumerary, dapat menghalangi erupsi gigi permanen atau tumbuh di lokasi yang tidak seharusnya, termasuk di dalam gusi.
  • Masalah pada Gigi Susu. Gigi susu yang tidak tanggal pada waktunya dapat menghalangi jalur pertumbuhan gigi permanen di bawahnya. Jika gigi susu tetap ada, gigi permanen bisa terpaksa mencari jalur lain, atau bahkan tetap terpendam di gusi.
  • Faktor Genetik. Bentuk dan ukuran rahang seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Rahang yang terlalu kecil atau bentuk rahang yang tidak ideal bisa menjadi predisposisi untuk impaksi gigi atau pertumbuhan gigi yang tidak normal.
  • Trauma atau Kebiasaan Buruk. Cedera atau trauma pada area mulut di masa kanak-kanak dapat mengganggu perkembangan gigi. Selain itu, kebiasaan buruk pada anak seperti menghisap jempol atau penggunaan dot yang berkepanjangan dapat memengaruhi perkembangan rahang dan posisi gigi, memicu pertumbuhan yang tidak normal.

Gejala yang Mungkin Muncul

Ketika gigi tumbuh di gusi, beberapa gejala mungkin muncul, tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi gigi yang terpendam. Gejala-gejala ini dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

  • Nyeri dan Pembengkakan. Rasa sakit bisa muncul di area sekitar gigi yang terpendam, seringkali disertai pembengkakan pada gusi. Rasa nyeri ini bisa menjalar ke rahang, telinga, atau kepala.
  • Peradangan Gusi (Perikoronitis). Gigi bungsu yang tumbuh sebagian sering kali menyebabkan peradangan pada gusi di sekitarnya. Ini terjadi karena sisa makanan dan bakteri mudah terperangkap di bawah lipatan gusi, menyebabkan infeksi dan nyeri.
  • Bau Mulut dan Rasa Tidak Enak. Penumpukan bakteri dan sisa makanan yang terperangkap dapat menyebabkan bau mulut tidak sedap dan rasa yang tidak enak di mulut.
  • Kesulitan Membuka Mulut atau Mengunyah. Rasa sakit dan pembengkakan bisa membuat seseorang kesulitan untuk membuka mulut lebar-lebar atau mengunyah makanan dengan nyaman.
  • Kista atau Tumor. Dalam kasus yang jarang terjadi, kista atau tumor dapat terbentuk di sekitar gigi yang terpendam, meskipun ini adalah komplikasi yang lebih serius dan memerlukan penanganan segera.

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Penting untuk segera mencari bantuan profesional jika mengalami gejala-gejala di atas. Konsultasi dengan dokter gigi akan membantu menentukan penyebab pasti dan penanganan yang tepat.

Sangat disarankan untuk mengunjungi dokter gigi jika merasakan nyeri yang tak kunjung reda, pembengkakan yang signifikan, kesulitan menelan, atau demam yang mungkin menandakan infeksi.

Penanganan Gigi Tumbuh di Gusi

Penanganan gigi yang tumbuh di gusi sangat bervariasi, tergantung pada jenis impaksi, tingkat keparahan, dan gejala yang dialami. Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk rontgen, untuk mengevaluasi kondisi gigi dan tulang rahang.

  • Observasi. Jika gigi tidak menimbulkan gejala dan tidak berisiko menyebabkan masalah di kemudian hari, dokter gigi mungkin menyarankan untuk memantau kondisinya secara berkala.
  • Pencabutan Gigi. Ini adalah penanganan paling umum untuk gigi impaksi yang menimbulkan masalah. Prosedur pencabutan dapat dilakukan secara sederhana jika gigi mudah dijangkau, atau memerlukan bedah minor jika gigi terpendam dalam atau posisinya sulit.
  • Perawatan Ortodontik. Dalam beberapa kasus, terutama pada anak-anak, dokter gigi atau ortodontis mungkin merekomendasikan perawatan ortodontik untuk menciptakan ruang agar gigi dapat erupsi dengan normal.

Pencegahan Gigi Tumbuh di Gusi

Meskipun tidak semua kasus gigi tumbuh di gusi dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risikonya atau mendeteksinya lebih awal.

  • Pemeriksaan Gigi Rutin. Kunjungan rutin ke dokter gigi sejak usia dini memungkinkan deteksi dini masalah pertumbuhan gigi dan perkembangan rahang. Dokter gigi dapat merekomendasikan tindakan pencegahan atau penanganan lebih awal.
  • Menjaga Kebersihan Mulut. Kebersihan mulut yang baik dapat mencegah peradangan atau infeksi pada gusi yang mungkin memperparah masalah gigi impaksi.
  • Menghentikan Kebiasaan Buruk. Bagi anak-anak, menghentikan kebiasaan seperti menghisap jempol atau penggunaan dot berkepanjangan dapat membantu perkembangan rahang yang sehat dan mencegah masalah pertumbuhan gigi di kemudian hari.

Jika mengalami gejala gigi tumbuh di gusi, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter gigi profesional. Melalui aplikasi Halodoc, dapat mencari dan membuat janji dengan dokter gigi terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan rencana penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi.