Ad Placeholder Image

Kenapa Keputihan Ada Darahnya Sedikit? Ketahui Sebabnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Wajar kah? Kenapa Keputihan Ada Darahnya Sedikit? Cek Ini!

Kenapa Keputihan Ada Darahnya Sedikit? Ketahui SebabnyaKenapa Keputihan Ada Darahnya Sedikit? Ketahui Sebabnya

Kenapa Keputihan Ada Darahnya Sedikit? Pahami Penyebabnya

Mengalami keputihan bercampur darah atau flek darah sedikit seringkali menimbulkan kekhawatiran. Kondisi ini bisa muncul di luar sikklus menstruasi normal dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari hal yang lumrah hingga indikasi masalah kesehatan yang lebih serius. Memahami kenapa keputihan ada darahnya sedikit sangat penting untuk dapat menentukan langkah selanjutnya, terutama kapan harus mencari bantuan medis.

Artikel ini akan mengulas secara detail mengenai penyebab keputihan berdarah, gejala penyertanya, serta kapan waktu yang tepat untuk berkonsultasi dengan dokter.

Memahami Keputihan Berdarah: Apa Artinya?

Keputihan berdarah atau flek adalah keluarnya bercak darah berwarna merah muda, merah kecoklatan, atau merah gelap dari vagina. Jumlah darahnya umumnya sangat sedikit dan tidak sebanyak darah menstruasi. Flek dapat terjadi kapan saja dalam siklus menstruasi.

Meskipun seringkali tidak berbahaya, flek ini kadang menjadi tanda awal suatu kondisi yang memerlukan perhatian medis. Oleh karena itu, penting untuk mengenali karakteristik flek yang dialami.

Penyebab Kenapa Keputihan Ada Darahnya Sedikit

Flek darah yang muncul bersama keputihan bisa disebabkan oleh faktor normal maupun kondisi medis tertentu. Berikut adalah beberapa penyebab umumnya.

Penyebab Normal atau Fisiologis

  • Sisa Menstruasi: Terkadang, beberapa hari setelah periode menstruasi berakhir, sisa darah dapat keluar bersama keputihan. Ini adalah hal yang umum dan tidak perlu dikhawatirkan.
  • Ovulasi: Sekitar 10-14 hari sebelum menstruasi berikutnya, sebagian wanita dapat mengalami flek saat ovulasi. Ini terjadi karena fluktuasi hormon estrogen dan progesteron saat sel telur dilepaskan.
  • Implantasi Awal Kehamilan: Jika flek terjadi sekitar 6-12 hari setelah pembuahan, bisa jadi ini adalah pendarahan implantasi. Ini merupakan tanda awal kehamilan ketika embrio menempel pada dinding rahim.
  • Perubahan Hormon: Stres, perubahan pola makan, atau pola tidur yang tidak teratur dapat memengaruhi keseimbangan hormon tubuh. Ketidakseimbangan ini kadang memicu flek di luar siklus haid.

Penyebab Medis atau Kondisi Kesehatan

  • Infeksi Vagina atau Serviks: Infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia atau gonore, serta infeksi non-IMS seperti servisitis (radang serviks) atau vaginitis, dapat menyebabkan iritasi dan pendarahan ringan.
  • Ketidakseimbangan Hormon: Kondisi seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) dapat menyebabkan fluktuasi hormon yang signifikan. Hal ini bisa mengganggu siklus menstruasi dan memicu flek.
  • Efek Samping Kontrasepsi Hormonal: Penggunaan pil KB, suntik KB, implan, atau IUD hormonal seringkali menyebabkan flek, terutama pada awal penggunaan atau saat penyesuaian tubuh terhadap hormon.
  • Fibroid Rahim atau Polip Serviks/Rahim: Ini adalah pertumbuhan non-kanker di dalam atau di sekitar rahim atau leher rahim. Meskipun jinak, pertumbuhan ini dapat menyebabkan pendarahan abnormal, termasuk flek.
  • Endometriosis: Kondisi ini terjadi ketika jaringan mirip lapisan rahim tumbuh di luar rahim, seperti di ovarium atau saluran tuba. Endometriosis dapat menyebabkan nyeri panggul dan perdarahan tidak teratur.
  • Perubahan Pra-Kanker atau Kanker Serviks: Meskipun jarang, keputihan bercampur darah bisa menjadi tanda awal perubahan sel pra-kanker atau kanker pada serviks. Deteksi dini melalui Pap Smear sangat penting.

Kapan Harus Konsultasi Dokter?

Meskipun beberapa penyebab flek adalah normal, ada beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan medis. Segera konsultasikan dengan dokter jika flek darah:

  • Sering terjadi di luar siklus menstruasi secara konsisten.
  • Disertai dengan nyeri panggul yang parah atau kram perut.
  • Memiliki bau tidak sedap atau perubahan warna keputihan yang tidak biasa.
  • Menyebabkan gatal, sensasi terbakar, atau iritasi pada area vagina.
  • Terjadi setelah berhubungan intim.
  • Disertai demam atau gejala penyakit lainnya.
  • Muncul setelah menopause.

Penanganan dan Pencegahan

Penanganan keputihan bercampur darah sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, tes laboratorium, atau pencitraan untuk mendiagnosis penyebabnya.

Penanganan Medis

  • Jika disebabkan infeksi, dokter akan meresepkan antibiotik atau antijamur.
  • Untuk ketidakseimbangan hormon, terapi hormon dapat direkomendasikan.
  • Kondisi seperti fibroid, polip, atau endometriosis mungkin memerlukan tindakan medis seperti pengangkatan atau prosedur lainnya.
  • Apabila ada indikasi kanker serviks, penanganan lebih lanjut akan disesuaikan dengan stadium dan jenisnya.

Pencegahan Umum

  • Menjaga kebersihan area intim dengan benar, hindari sabun yang mengandung parfum.
  • Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang tidak terlalu ketat.
  • Hindari produk kewanitaan yang dapat mengiritasi.
  • Jalani pola hidup sehat dengan nutrisi seimbang, istirahat cukup, dan manajemen stres.
  • Lakukan skrining rutin seperti Pap Smear sesuai rekomendasi dokter.

Keputihan bercampur darah bisa menjadi indikator berbagai kondisi, dari yang ringan hingga serius. Oleh karena itu, penting untuk tidak mengabaikannya, terutama jika disertai gejala lain yang mencurigakan. Untuk diagnosis dan penanganan yang tepat, konsultasi dengan dokter adalah langkah terbaik. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis secara mudah dan mendapatkan saran medis akurat.